Jumat, 05 Agustus 2011

MAHA SUCI ALLAH MENCIPTAKAN SUNGAI DI DASAR LAUT




“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Qur'an.Surah Al Furqan:53)

Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita, Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.

Setengah pengkaji mengatakan, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, nampak seperti sungai… luar biasa bukan? Lihatlah betapa hebatnya ciptaan Allah Subhana wata'ala

BADAI PASIR SETINGGI 10.000 KAKI



"Akan Kami Perlihatkan Kebesaran Kami pada Manusia" Fushilat : 53

Sebuah badai pasir raksasa melanda kawasan Phoenix, negara bagian Arizona, Amerika Serikat, Selasa 5 Juli 2011 malam waktu setempat. Badai yang dikenal dengan nama ‘Habub’ ini menimbulkan tumbangnya pepohonan dan kerusakan lainnya.

Berdasarkan data dari radar, ketinggian badai pasir itu mencapai 8.000 hingga 10.000 kaki. Badai ini disertai dengan tiupan angin kencang.

Kecepatan badai mencapai 112 km/jam. Radius badai kali ini hingga 48 km. Habub kali ini menyebabkan jarak pandang sangat terbatas. Sehingga, Bandara Internasional Sky Harbour ditutup akibat badai ini.

Hikmah :

Seolah-olah inilah pesan Allah yang terlupakan manusia modern di Al Qur'an.

Perhatikan bagaimana Kaum 'Ad :

Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju kelembah-lembah mereka. Berkatalah mereka; "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami. (Bukan !) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih. ( QS al Ahqaf 24).

tanda pertama ( dari debu badai pasir) adalah mendekatnya tembok udara memuat pasir yang tinggi puncaknya mungkin mencapai ribuan kaki, diangkat oleh arus kuat yang berambah kuat dan diaduk oleh sebuah badai angin yang sangat kuat.

Dengan badai pasir ini, adakah kita masih mengingkari kekuatan Allah di muka bumi & langit?

HANYA ALLAH SAJA YANG LAYAK DISEMBAH DI MUKA BUMI, BUKAN YANG LAIN...

Allahu Akbar Walillaah Ilhamd...

KEKUATAN PETIR




Sebuah sambaran petir berukuran rata-rata memiliki energi yang dapat menyalakan sebuah bola lampu 100 watt selama lebih dari 3 bulan.

Sebuah sambaran kilat berukuran rata-rata mengandung kekuatan listrik sebesar 20.000 amp. Sebuah las menggunakan 250-400 amp untuk mengelas baja.

Kilat bergerak dengan kecepatan 150.000 km/detik, atau setengah kecepatan cahaya, dan 100.000 kali lipat lebih cepat daripada suara.

Energi yang dilepaskan oleh satu sambaran petir lebih besar daripada yang dihasilkan oleh seluruh pusat pembangkit tenaga listrik di Amerika.

Suhu pada jalur di mana petir terbentuk dapat mencapai 10.000 derajat Celcius. Suhu di dalam tanur untuk meleburkan besi adalah antara 1.050 dan 1.100 derajat Celcius.

Panas yang dihasilkan oleh sambaran petir terkecil dapat mencapai 10 kali lipatnya. Panas yang luar biasa ini berarti bahwa petir dapat dengan mudah membakar dan menghancurkan seluruh unsur yang ada di muka bumi.

Perbandingan lainnya, suhu permukaan matahari tingginya 700.000 derajat Celcius. Dengan kata lain, suhu petir adalah 1/70 dari suhu permukaan matahari.

Cahaya yang dikeluarkan oleh petir lebih terang daripada cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt.

Sebagai pembanding, satu kilatan petir menyinari sekelilinginya secara lebih terang dibandingkan ketika satu lampu pijar dinyalakan di setiap rumah di Istanbul.

Allah mengarahkan perhatian pada kilauan luar biasa dari petir ini dalam Qur'an,

"...Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (Qur'an Surah An Nuur, 24:43)

Allah secara khusus menarik perhatian kita pada petir ini dalam Al Qur'an. Arti surat Ar Ra’d, salah satu surat Al Qur'an, sesungguhnya adalah "Guruh".

Dalam ayat-ayat tentang petir Allah berfirman bahwa Dia menghadirkan petir pada manusia sebagai sumber rasa takut dan harapan.

Allah juga berfirman bahwa guruh yang muncul saat petir menyambar bertasbih memujiNya.

Allah telah menciptakan sejumlah tanda-tanda bagi kita pada petir.

Kita wajib berpikir dan bersyukur bahwa guruh, yang mungkin belum pernah dipikirkan banyak orang seteliti ini dan yang menimbulkan perasaan takut dan pengharapan dalam diri manusia, adalah sebuah sarana yang dengannya rasa takut kepada Allah semakin bertambah dan yang dikirim olehNya untuk tujuan tertentu sebagaimana yang Dia kehendaki.

Sumber : Harun Yahya.com

ADZAN MENGAWAL BUMI BERPUTAR




Subhanallah, begitu banyak tanda tanda kebesaran-Nya di alam semesta ini

Adzan telah dikumandangkan dari beribu surau dan masjid

Dunia memiliki perbedaan waktu antara satu wilayah dengan wilayah lain

Sementara Adzan Subuh sempat berkumandang di wilayah terbarat benua Afrika,

Adzan Dhuhur pun siap berkumandang menjelajah belahan dunia lainnya

Sementara kumandang Adzan Dhuhur sempat terdengar kembali di bagian timur Indonesia

Adzan Ashar telah siap menjelajah belahan duna lainnya

Saat gema Adzan Ashar belum selesai
Adzan Maghrib telah merambah bumi ini

Sedang beberapa Adzan Isya pun siap melanjutkan

Ketika gema Adzan Isya belum selesai di benua Amerika
Adzan Subuh sudah kembali terdengar di sebagian wilayah Indonesia

Seiring bergantinya siang dan malam
ternyata Adzan akan selalu berkumandang di bumi ini

Tanpa kita sadari, para muadzin di seluruh penjuru dunia ini tidak henti-hentinya mengumandangkan adzan

Insya Allah, gema adzan akan terus mengawal bumi berputar hingga akhir zaman

( Sumber : Metro TV adzan )

"TERNYATA ALAM SEMESTA ADA DALAM TEROMPET MALAIKAT ISRAFIL"




Akan Kami Perlihatkan Kebesaran Kami pada Manusia QS Fushilat : 53

Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), enam tahun yang silam, Prof Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet.

Di mana pada bagian ujung belakang terompet (baca alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable) (lihat gambar bentuk alam semesta diatas).

Bentuk Alam Semesta
Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60 ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.

Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah saw bersabda :“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah". Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?” Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya tanya : “Bagaimana besarnya?” Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”

Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang – orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk.

Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.

Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak kunang-kunang yang hidup di tengah – tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja.

Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam surah An Naml ayat 87 : “Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.”

Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.

Ada sebuah pertanyaan besar, jika terompetnya saja sebesar itu, bagaimana dengan peniupnya dan bagaimana pula Sang Pencipta keduanya?

Maha Besar Engkau Ya Allah, Allahu Akbar!
Wallahu'alam


(Sumber :Globalmuslim)
@Satu hari satu ayat Al Quran

Sabtu, 30 Juli 2011

DOA IMAM ALI ZAINAL ABIDIN RA MEMASUKI BULAN RAMADHAN



BISMILLAAHIRROHMANIRROHIIM


Alhamdulillaahilladzi hadaanaa lihamdihi waja’alnaa min ahlihi linakuuna li ihsaanihi minas-syakiriina wa liyajziyanaa ‘alaa dzaalika jazaa-al muhsiniin

Segala puji bagi Allah
Yang membimbing kami untuk memuji-Nya
Menjadikan kami para pemuji-Nya
Supaya kami bersyukur akan kebaikan-Nya dan supaya Dia membalas kami’
Dengan balasan orang-orang yang berbuat baik


Walhamdulillaahilladzii habaanaa bidiinihi wakhtash-shonaa bimillatihi wa sabbalanaa fii subuli ihsanihi linaslukahaa bimannihi ilaa ridhwaanihi hamdan yataqqobbaluhu minna wa yardhoo bihi ‘annaa


Dan segala puji bagi Allah
Yang menganugerahi kami dengan agama-Nya
Mengistimewakan kami dengan millah-Nya
Menunjuki kami kepada jalan-jalan kebaikan-Nya
Supaya dengan karunia-Nya
Kami berjalan menuju ridho-Nya
Dengan pujian kami yang Dia terima dan Dia ridhoi


Walhamdulillaahilladzii ja’ala min tilkassubuli syahrohu syahro romadhona syahrosh-shiyaami wa syahrol islaami wa syahroth-thohuuri wa syahrottamhiishi wa syahrol qiyaamilladzii unzila fiihil quraanu hudan linnaasi wa bayyinaatin minal hudaa walfurqooni


Dan segala puji bagi Allah
Yang menjadikan diantara jalan-jalan itu bulannya
Bulan ramadhan
Bulan puasa
Bulan islam
Bulan kesucian
Bulan pembersihan
Bulan menegakkan shalat malam
Bulan yang didalamnya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan petunjuk dan pembeda


Fa abaana fadhiilatahu ‘alaa saa-irisy-syuhuuri bimaa ja’ala lahu minal hurumaatil mawfuuroti wal fadhooilil masyhuuroti faharroma fiihi maa ahalla fii ghayrihi i’zhooman wa hajaro fiihil mutho’ima wal masyaariba ikrooman wa ja’alalahu waqtan bayyinan laa yujiizu jalla wa ‘azza an yuqaddama qablahu wa laa yaqbalu an yu-akhoro anhu


Dia menjelaskan kemulialannya diatas semua bulan
Menjadikan didalamnya kesucian yang berlimpah
Dan keutamaan yang terkenal
Dia mengharamkan didalamnya yang dihalalkan dibulan lain sebagai pengagungan
Dia larang didalamnya makan dan minum sebagai penghormatan
Dia jadikan didalamnya waktu yang tegas
Tidak boleh didahulukan
Tidak boleh diakhirkan


Tsumma fadhola laylatan wa hidatan min layaaliihi ‘alaa layalii alfi syahrin wa sammaaha laylatal qadri tanazzalul malaaikatu warruuhu fiihaa bi idzni robbihim min kulli amrin salaamun daa-imul barokati ilaa thuluu’il fajri ‘alaa man yasyaa-u min ‘ibaadihi bimaa ahkama min qadhooihi


Lalu Dia muliakan satu malam diantara malam-malamnya
Diatas malam-malam seribu bulan
Dia namakan laylatul Qadar
Pada malam itu turun malaikat dan malaikat jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan Sejahteralah
Terus-menerus menaburkan berkat sampai terbit fajar
Kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hambaNya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan-Nya

Allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa aalihi wa alhimnaa ma’rifata fadhlihi wa ijlaala hurmati wat-tahaffuzho mimmaa hazhorta fiihi wa a-innaa ‘alaa shiyaamihi bikaffil jawaarihi an ma ‘aasiika wasti’maaliha fiihi bimaa yurdhiika hatta laa nushghiya bi asma-ina ilaa laghwin wa laa nusri-‘a bi abshoorinaa ilaa lahwin

Ya Allah
Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya
Ilhamkan kepada kami mengenai karunia-Nya
Mengagungkan kesucian-Nya
Menjaga apa yang dilarang-Nya
Bantulah kami untuk menjalankan puasa-Nya
Dengan menahan anggota badan dari maksiat kepada-Nya
Dan menggunakannya untuk apa yang diridhoi-Nya
Sehingga telinga-telinga kami tidak kami arahkan pada kesia-siaan dan mata-mata kami tidak kami pusatkan pada kealpaan


Wa hattaa laa nabsutho aydiyanaa ilaa mahzhuurin wa laa nakhthuwa bi aqdaminaa ilaa mahjuurin wa hattaa laa ta’iya buthuununaa illaa maa ahlalta wa laa tantiqo alsinatunaa illaa bimaa mats-tsalta wa laa natakallafa illaa maa yudnii min tsawaabika wa laa nata’aathoo illaaladzii yaqii min ‘iqoobika tsumma kholish dzaalika kullahu min riaa-il muroo-iina wa sum’atil musmi’iina la nasyroku fiihi ahadan duunaka wa laa nabtaghii fiihi muroodan siwaaka


Sehingga tangan-tangan kami
Tidak kami ulurkan pada larangan
Dan kaki-kaki kami tidak kami langkahkan pada keburukan
Sehingga perut-perut kami tidak kami isi kecuali yang Kau halalkan
Dan lidah-lidah kami tidak berbicara kecuali yang Kau contohkan
Kami tidak melakukan kecuali yang mendekatkan pahala-Mu
Kami tidak mengerjakan kecuali yang menjaga kami dari siksa-Mu
Maka bersihkanlah itu semua
Dari riya tukang riya
Dari pamer tukang pamer
Dibulan itu
Kami tidak akan menyekutukan siapapun kepada-Mu
Kami tidak akan mencari kerinduan selain kepada-Mu


Allahumma sholli ‘alaa muhammadin wa aalihi wa qifnaa fiihi ‘alaa mawaaqiitish sholawaatil khomsi bi huduudihal latii hadadta wa furuudhihal latii farodhta wa wazhoo ifihaal latii wa zhofta wa awqootihal lati waqqotta


Ya Allah
Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya
Bantulah kami dibulan ramadhan
Untuk memperhatikan waktu-waktu shalat yang lima
Dengan hukum-hukumnya yang Kau tentukan
Fardhu-fardhunya yang Kau fardhukan
Tugas-tugasnya yang Kau tugaskan
Dan waktu-waktunya yang Kau tetapkan


Wa anzilnaa fiihaa manzilatal mushiibiina limanaazilihaal hafizhiina li arkaanihal mu’addiina lahaa fii awqootihaa ‘alaa maasannahu ‘abduka wa rosuuluka sholawaatuka ‘alayhi wa aalihi fii rukuu’ihaa wa sujuudihaa wa jamii’i fawaadhilihaa ‘alaa atammith-thohuuri wa asbaghihi wa abyanil khusyuu’i wa ablaghihi


Didalam shalat kami
Naikkan kami kepada kedudukan orang yang memelihara kedudukannya
Menjaga rukun-rukunnya
Melakukannya pada waktunya
Sesuai dengan apa yang disunnahkan
hambaMu, Rasul-Mu saw
dalam rukuknya, sujudnya dan semua geraknya
dengan kesucian yang paling banyak dan paling sempurna
dengan kekhusyukan yang paling tampak dan paling dalam


Wa waffiqnaa fiihi li an-nashila arhaamana bil birri wash-shilati wa an-nata’aa hada jiiroonana bil ifdhooli wal ‘athiyyati wa an-nukhollisho amwalanaa minat-tabi’aati wa an-nuthohhirohaa bi ikhroojiz zakaati wa annurooji’a min hajaronaa wa an-nunshifa man zholamanaa wa an-nusaalima man ‘aadaanaa hasyaa man ‘uudiya fiika wa laka fainnahul ‘aduwwulladzii laa nuwaaliihi walhizbul ladzii laa nushoofiihi


Dalam bulan ini, bantulah kami untuk menyambungkan persaudaraan
Dengan kebajikan dan kekeluargaan
Memperhatikan tetangga kami
Dengan bantuan dan pemberian
Membebaskan harta kami dari tuntutan
Membersihkannya dengan mengeluarkan zakat
Menyambung lagi orang yang menjauhi kami
Memperlakukan dengan adil orang yang menyakiti kami
Berdamai dengan orang yang memusuhi kami
Kecuali yang dimusuhi karena-Mu dan untuk-Mu
Karena dia itu musuh yang tidak kami senangi
Dan golongan yang tidak kami sukai


Wa an-nataqorroba ilayka fiihi minal a’maaliz zaakiyati bimaa tuthohhirunaa bihi minadz-dzunuubi wa ta’shimunaa fiihi mimma nastanifu minal ‘uyuubi hattaa laa yuurida alayka ahadun min malaaikatika illaa duuna maa nuuridu min abwaabith thoa’atilaka wa anwaa’il qurbati ilayka

Dalam bulan ini...
Bantulah kami untuk mendekati-Mu dengan amal-amal yang suci
Yang membersihkan kami dari dosa
Menjaga kami dari mengulangi cela
Sehingga amal yang dipersembahkan para malaikat-Mu
Kurang dari pintu-pintu ketaatan
Dan macam-macam peribadatan yang kami persembahkan


Allahumma innii as-aluka bihaqqi haadzas-syahri wa bihaqqi man ta’abbada laka fiihi minibtidaa-ihi ilaa waqti fanaa-ihi min malakin qorrobtahu aw nabiyyin arsaltahu aw ‘abdin shoolihin-nikhtashostahu an tusholliya ‘alaa muhammadin wa aalihi wa ahhilnaa fiihi limaa wa ‘adta awliyaa-aka min karoomatika wa awjiblanaa fiihi maa awjabta li ahlil mubaalaghoti fii thoo’atika waj’alnaa fii nazhmi manistahaqqor rofii’al a’laa birohmatika


Ya Allah aku bermohon kepada-Mu
Demi hak bulan ini
Demi hak siapa saja yang menyembah-Mu
Sejak permulaannya sampai waktu kematiannya
Para malaikat yang Kau dekatkan
Para malaikat yang Kau kirimkan
Para hamba saleh yang Kau istimewakan
Sampaikan salawat kepada Muhammad dan keluarganya
Dibulan ini,
Jadikan kami orang yang layak menerima anugerah-Mu
Yang Kau janjikan kepada para kekasih-Mu
Yang Kau pastikan kepada orang-orang yang
Bersungguh-sungguh beribadat kepada-Mu
Tempatkan kami dalam kelompok orang yang berhak
Mendapat tempat paling mulia dengan rahmat-Mu


Allahumma sholli ‘alaa muhammadin wa aalihi wajanibnal ilhaada fii tawhiidika wataqshiiro fii tamjiidika was-syakka fii diinika wal ‘amaa an sabiilika wal ighfala lihurmatika wal inkhidaa’a liadduwwikas syaythoonirrojiim.


Ya Allah
Sampaikan salawat kepada Muhammad dan keluarganya
Jauhkan dari kami
Ketergelinciran dari tauhid-Mu
Kekurangan dalam memuji-Mu
Keraguan akan agama-Mu
Kebutaan dari jalan-Mu
Kelalaian akan kesucian-Mu
Ketertipuan oleh musuh-Mu
Setan yang terkutuk!


Allahumma sholli ‘alaa muhammadin wa aalihi wa idzaa kaanalaka fii kulli laylatin min layaali syahrinaa haadzaa riqoobun yu’tiquhaa afwuka awyahabuhaa shofhuka faj’al riqoobanan min tilkar-riqoobi waj’alnaa li syahrinaa min khayri ahlinn wa ash-haabin

Ya Allah, Sampaikan salawat kepada Muhammad dan keluarganya
Jika pada malam-malam bulan ini
Ada hamba yang tengkuknya dibebaskan dengan ampunan-Mu
Atau dianugerahi maaf-Mu
Masukkan tengkuk kami didalamnya
Tempatkan kami pada kelompok
Dan orang yang paling baik dibulan kami ini


Allahumma sholli ‘alaa muhammadin wa aalihi wamhaqu dzunuubanaa ma’ammihaqi hilaalihi waslakh ‘annaatabi’atinaa ma’ansilaakhi ayyaamihi hattaa yanqhodiya ‘annaa wa qad shoffaytanaa fiihi minal khotii’aati wa akhlashtanaa fiihi minassayyi-aati


Ya Allah, Sampaikan salawat kepada Muhammad dan keluarganya
Hilangkan dosa-dosa kami
Bersamaan dengan hilangnya bulan sabitnya
Lepaskan kami dari tuntutan atas kami
Bersamaan dengn berlalunya hari-harinya
Sehingga ketika bulan itu meninggalkan kami
Engkau sudah membersihkan kami dari kesalahan
Engkau sudah melepaskan kami dari keburukan


Allahumma sholli ‘alaa muhammadin wa aalihi wa in-milnaa fiihi fa’addilnaa wa inzughnaa fiihi faqawwimnaa wa inisytamla ‘alaynaa ‘aduwwukas-syaythoonu fas tanqidzna minhu


Ya Allah, Sampaikan salawat kepada Muhammad dan keluarganya
Di bulan ini jika kami menyimpang
Luruskan kami
Jika kami tergelincir tegakkan kami
Jika setan musuh kami mencengkram kami
Selamatkan kami


Allahummasyhanhu bi’ibaadatina iyyaka wa zayyin aw qootahu bithoo’atina laka wa a’inna fii nahaarihi ‘alaa shiyaamihi wa fii laylihi ‘alaash-sholaati wa tadhorru’i ilayka wal khusyuu’i laka wadzillati bayna yadayka hattaa laa yasyhada nahaaruhu alaynaa bighaflatin wa laa layluhu bi tafriithin


Ya Allah
Penuhi bulan ini dengan pengabdian kepada-Mu
Hiasi waktu-waktunya dengan ketaatan kami kepada-Mu
Bantulah kami pada waktu siangnya dengan puasa dan malamnya dengan salat khusyuk
Bersimpuh dan merendah kepada-Mu
Sehingga siangnya tidak menyaksikan kami dalam kelalaian
Malamnya tidak melihat kami dalam kealpaan


Allahumma waj’alnaa fii saa-iril syuhuuri wal iyyaami kadzaalika maa ‘ammartana waj’alnaa min ibaadikash-sholihiina yaritsuunal firdausa hum fiiha khooliduuna walladziina yu’tuuna ma-aataw waquluubuhum wajilatun an-nahum ilaa robbihim rooji’uuna wa minalladziina yusaari’uuna fil khayrooti wa hum laha saabiquuna


Ya Allah
Jadikan kami seperti ini juga dibulan-bulan yang lain
Sepanjang Kau hidupkan kami
Jadikan kami diantara hamba-hambaMu yang saleh yang mewarisi firdaus
Mereka kekal didalamnya
Yang memberikan apa yang mereka berikan
Sedang hatinya bergetar
Bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan mereka termasuk orang-orang yang berlomba mendapat kebaikan dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya


Allahumma sholli ‘alaa muhammadin wa aalihi fii kulli waqtin wa kulli awaanin wa ‘alaa kulli haalin ‘adada maa sholayta alayhi wa adh’afa dzaalika kullihi bil adh’aa fiillati laa yuhshiihaa ghayruka innaka fa’aalun limaa turiidu


Ya Allah, Sampaikan salawat kepada Muhammad dan keluarganya
Pada setiap waktu dan saat, pada segala keadaan
Sebanyak salawat yang Kau berikan
Berlipat-lipat dari itu semua dengan kelipatan
Yang hanya Engkau dapat menghitungnya
Sesungguhnya Engkau melakukan apa yang Kau kehendaki



AAMIN YAA RABBAL ALAMIN
Semoga bermanfaat...(Sumber: Terjemah Shahifah Sajjadiah)




Ade Ahmaddian - Sabari Muhammad

BERANGKATLAH KAMU BAIK DALAM KEADAAN BERAT MAUPUN RINGAN (SEBUAH MOTIVASI)



Kaki belum melangkah namun jiwa sudah mula resah. Bertindak belum, berfikir sudah berkali-kali. Berbuat belum, membatalkan hasrat sudah berkali-kali. Itulah dilema sebelum melangkahkan kaki. Selagi engkau belum berani, bagaimana engkau dapat melangkah walaupun payah?

Engkau harus berani. Jika tidak, kakimu akan terpaku, tak melangkah dan terus berundur, sedangkan engkau belum tahu apa akan terjadi. Yakinkan saja hatimu, supaya tak kaku langkah kakimu. Ini bukan bicara soal melangkah untuk berbuat kerosakan, ini soal melangkah untuk merubah dunia! Melangkah untuk memperbaiki keadaan Umat.

Engkau tahu bahawa engkau tak boleh tercegat memerhati tanpa bertindak memperbaiki. Namun engkau sentiasa dalam dilema antara hendak dan tidak berani, antara kemahuan dan kemampuan. Di awalnya engkau bertekad, di pertengahannya engkau bimbang, akhirnya engkau membatalkan niat. Kakimu terus di situ, tak langsung melangkah walau setapak. Apakah engkau begitu takut akan masa depan atau begitu selesa dengan yang sedia ada? Engkau ingin keluar menyebarkan kebaikan, memperbaiki Umat, namun engkau tak bersungguh-sungguh, engkau tergantung dalam keraguan, dilema sebelum melangkah.

Jadi, engkau harus bagaimana? Terus dalam dilema atau melangkah penuh yakin? Pilihan di tanganmu, dan akibatnya juga akan ditanggung olehmu. Langkahmu adalah kemestian, keharusan. Namun engkau harus memutuskan, apakah engkau ingin melangkah atau tidak. Jika engkau melangkah, keadaan pasti berubah. Jika engkau memilih untuk tetap tidak berganjak, selesa dengan keadaanmu, maka keadaanmu belum pasti terus begitu. Akan tiba saatnya keselesaanmu hilang.

Jika engkau tidak mahu melangkah, jika engkau takut untuk melangkah, tak yakin dan ragu-ragu, akan ada orang yang terus melangkah tanpa ragu. Akan ada orang yang tampil memikul beban tugas memperbaiki Umat. Namun langkahmu ke mana? Langkahmu untuk apa? Adakah butir-butir kebahagiaan yang dijamin untukmu dihujung langkahmu? Adakah ketenangan akan menjadi milikmu selama-lamanya?

Apabila engkau telah membulatkan tekad, jelas akan tujuanmu, melangkahlah. Jangan ragu-ragu.

“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan berat mahupun ringan…”



Terima kasih untuk perkongsian dari :
http://zulyunus.com/2010/0​4/04/melangka​h-merubah-dun​ia/

Rabbi yassir ya Allah..

@Aza abadi