Sabtu, 01 Maret 2014

:: BERKORBANLAH, NISCAYA ENGKAU AKAN SANGAT DEKAT DENGAN YANG MAHA SAYANG



Sebenarnya, Allah sangat dekat dengan hamba-hambaNya melebihi dekatnya sang hamba dengan urat lehernya.

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.” (Qaaf: 16)

Namun, ketika ada hijab atau dinding, yang dekat menjadi terasa sangat jauh. Karena hijab, sesuatu menjadi tak terlihat, tak terdengar, bahkan tak terasa sama sekali. Dan salah satu hijab yang kerap menghalangi kedekatan seorang hamba dengan Penciptanya adalah kecintaan pada harta.

Karena itu, perlu pembiasaan-pembiasaan agar jiwa tetap terdidik. Dan salah satu pembiasaan itu adalah dengan melakukan KORBAN. Karena dari segi bahasa saja, KORBAN berasal dari kata qoroba-yaqrobu-qurbanan artinya pendekatan. BERKORBAN adalah upaya seorang hamba Allah untuk mengikis hijab-hijab yang menghalangi kedekatannya dengan Yang Maha Sayang

BERKORBANLAH, NISCAYA ENGKAU AKAN MENJADI YANG PALING DICINTAI

Setiap cinta butuh PENGORBANAN. Kalau ada orang yang ingin dicintai orang lain tanpa memberikan PENGORBANAN, sebenarnya ia sedang memperlihatkan cinta palsu. Cinta ini tidak pernah abadi. Cuma bergantung pada sebuah kepentingan sementara.

Allah Maha Tahu atas isi hati hamba-hambaNya. Mana yang benar-benar mencintai, dan mana yang cuma main-main. Dan salah satu bentuk keseriusan seorang hamba Allah dalam mencari cinta Yang Maha Pencinta adalah dengan melakukan PENGORBANAN.

Bisa BERKORBAN dengan tenaga, pikiran, dan harta di jalan Allah. Dan sebenarnya, PENGORBANAN itu bukan untuk kepentingan Allah. Allah Maha Kaya. Justru, PENGORBANAN akan menjadi energi baru bagi si pelaku itu sendiri.

 


- Nafas Subuh (semoga Allah merahmati ayah ..)

:: DOA KEMUDAHAN DAN DOA AGAR HATI TENANG



DOA KEMUDAHAN

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

“Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa”

Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah


آَمِيّـٍـِـنْ يَآرَبْ آلٌعَآلَمِِيِنْ

HR Ibnu Hibban




DOA AGAR HATI TENANG

Diriwayatkan, suatu hari seseorang datang menghadap Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam 

Orang itu mengadukan segala kebingungannya. Hatinya dibalut kesedihan. Siang dan malam yang dia lalui hanya menambah kekalutan. Ujung-ujungnya, orang itu merasa putus asa untuk mengarungi hidup. Kepada orang tersebut, Rasul memberi bantuan secara material.

Yang lebih berharga lagi, kepada orang itu Rasulullah pun mengajarkan sebuah doa agar Allah Subhana wa Ta'ala memberinya ketenangan batin:

Alloohumma innii as-aluka nafsan bika muthma’innatan tu`minu biliqooika, wa tardho bi qodhoo-ika, wa taqna’ bi’athooika. (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar dapat memiliki hati yang thuma`ninah, yang tenang jika menemui-Mu, ridha terhadap ketentuan-Mu, serta merasa cukup terhadap rezeki yang telah dikaruniakan oleh-Mu). (HR. Ibnu Asakir).


 

Wallahu a’lam.
Barakallahufikum ..

:: ANTARA SYUKUR DAN KEBERUNTUNGAN



Ada hubungan timbal balik antara syukur dengan keberuntungan,
Seperti juga sangat eratnya hubungan syukur dengan sabar.
Beruntunglah orang-orang yang pandai bersyukur.
karena ternyata tidak semua orang pandai bersyukur
dan tidak semua orang juga menyadari
kalau dia adalah orang yang beruntung.

Begitupun sebaliknya,
Bersyukurlah ! , sehingga kita menjadi orang yang beruntung.
Sebab rasa syukur itu akan mengundang rahmat dan Ridha Allah.
Bila Allah sudah Ridha maka muncullah keberkahannya
Ketika keberkahan sudah datang,
maka itulah karunia terbesar bagi seorang hamba

Sesuatu yang berkah akan mengundang kebaikan.
kebaikan itu akan mengundang kebaikan-kebaikan lainnya
Maka akan berlipat-lipatlah kebaikan dan keberuntungan
bagi orang yang bersyukur

Disaat kesulitan , cobaan serta tekanan datang dari berbagai arah
dan kita merasa sudah tidak mampu lagi untuk bersabar,
maka sesungguhnya Allah Maha Penerima syukur....
bersyukurlah...
terima dengan ikhlas segala kesulitan, tekanan dan cobaan itu
Terima dia sebagai anugerah terindah dari Allah
Kemudian syukuri sepenuh hati dan Ridha
Lalu Mohon pada Allah dengan penuh harap,
untuk menggantinya dengan yang lebih baik
Tanamkan prasangka baik bahwa Allah akan mengabulkannya
Karena Allah itu menurut prasangka hamba NYA

Saat itulah keberkahan datang...
Ia datang disaat musibah berubah menjadi rahmat
Kesulitan berubah menjadi kebaikan
Kesempitan mendapatkan jalan keluar yang terbaik
Kesulitan yang berujung kebaikan dan keberkahan
Syukur yang mengundang Rahmat dan Ridha NYA

“JANGAN RISAUKAN NIKMAT YANG BELUM KITA MILIKI,
TAPI RISAULAH AKAN NIKMAT YANG BELUM KITA SYUKURI
TERKADANG ALLAH MENGANUGERAHKAN NIKMAT MELALUI MASALAH
DAN MEMBERI MASALAH MELALUI NIKMAT “
 

Semoga apa yang kita terima hari ini merupakan nikmat Allah yang terbaik untuk kita Dan menjadikan kita senantiasa bersyukur...Aamiin.


Tim BK/BC250214

:: PROSES PERBAIKAN DIRI YANG TERUS MENERUS



Selama Allah masih karuniakan kesempatan untuk hidup , maka selama itulah proses menggapai hidayah dan perbaikan diri hendaknya terus diupayakan

Semangat perbaikan diri harus selalu menyala dalam jiwa setiap muslim. Karena Allah subhanahhu wa ta’ala tidak pernah menutup pintu taubat, sebelum nyawa seseorang sampai di kerongkongan. Ampunan Allah subhanahu wa ta’ala jauh lebih luas dari dosa-dosa hamba-Nya.

”Katakanlah: ’Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (Az Zumar:53)



Pertaubatan dan upaya untuk memohon hidayah demi hidayah serta terbukanya mata hati atas hijab yang menghalangi diri. 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menegaskan bahwa manusia itu memang banyak salahnya. Tetapi sebaik-baik orang yang banyak salahnya adalah orang yang banyak taubatnya. (Hadits dari Anas, riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

”Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.” (Asy-Syams: 8 )




Terus memperbaiki diri setiap tahap menjadi pribadi yang lebih baik yang Allah dan Rasulullah cintai (sesuai Al Quran dan sunnah) adalah bentuk hijrah.

Allah subhana wa Ta'ala berfirman menjelaskan jaminan-Nya: “Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (An-Nisa’: 100).

Semoga Allah membimbing kita selalu pada jalan Nya, dan menyampaikan kita pada ampunan , ridha, rahmat serta cinta Nya. Aamin

:: MELEPAS SUAMI PERGI MENCARI NAFKAH ..



“Bun, pergi dulu yah…” teriak ayah di belakang motornya yang sudah siap melaju.
“Iya, ati-ati…”, teriak bunda tak kalah keras sambil terus melanjutkan cucian piringnya yang belum selesai.

Kok mirip dengan kejadian tiap pagi di rumahku yah?

Tapi itu masih lumayan dibanding yang berikut:

“Lho ayah kemana, kok sudah nggak ada?” tanya Bunda ke kakak yang sedang asyik main boneka.
“Kayaknya sudah berangkat deh Bun, waktu Bunda lagi cuci baju di belakang” jawab kakak.

Hmm… jadi penasaran, apa yang dilakukan Rasulullah ketika pergi meninggalkan rumah?

‘Aisyah berkata : “Rasulullah menciumku, kemudian beliau pergi ke mesjid untuk melakukan shalat tanpa memperbarui wudlunya” (HR Abdurrazaq, Ibnu Majjah, Aththabrani, dan Daraqutni)

Sebelum meninggalkan rumah, tak lupa Rasulullah berdoa:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Bismillaahi Tawakkaltu ‘Alallaah Laa Haula wa Laa Quwwata Illaa Billaah

“Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya.”

Dilanjutkan dengan doa ini:

اللّهُـمَّ إِنِّـي أَعـوذُ بِكَ أَنْ أَضِـلَّ أَوْ أُضَـل ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَل ، أَوْ أَظْلِـمَ أَوْ أَُظْلَـم ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُـجْهَلَ عَلَـيّ

Allaahumma Innii A’udzubika an Adhilla au Udhalla, au Azilla au Uzalla, au Azhlima Au Uzhlama, au Ajhala au Yujhal ‘Alayya

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan diriku atau disesatkan orang lain, dari ketergelinciran diriku atau digelincirkan orang lain, dari menzhalimi diriku atau dizhalimi orang lain, dari berbuat bodoh atau dijahilkan orang lain.”

Subhanallah….

Ternyata begitulah cara suami meninggalkan istrinya di rumah. Sungguh indah, penuh kesan.

Mencium dan mendoakan. Mudah dan sederhana, tapi dalam maknanya.

Kita tidak pernah tahu kapan ajal menjemput. Sebagaimana kita tahu, melepas suami pergi bekerja itu adalah sama dengan melepas suami pergi berjihad.

Apakah kenangan saling berteriak itu yang ingin kita kenang dalam melepas kepergian suami? Atau kenangan suami “hilang” begitu saja tanpa pamit? Tentu tidak. Sepanjang sisa hari, sang istri akan teringat ciuman di kening yang romantis… Ah… membayangkan saja sudah tersenyum.

Suami pun pergi tenang dengan membawa kenangan wangi rambut istrinya. Plus bonus senyuman terindah yang diberikan sang istri tercinta yang melepas kepergiannya di depan pintu rumah.

Dalam doa yang dipanjatkan, ada makna penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. Menitipkan anggota keluarga yang dicintai hanya kepada Allah. Memohon perlindungan bagi fitnah dunia yang mungkin terjadi.

Jadi bagaimana, berani terima tantangan ini?

Suami: Cium kening dan doakan Istri tercinta…

Istri: Antarlah suami hingga ke pintu depan. Lepas kepergiannya dengan mengamini doanya dan berikan senyuman terindah…

Wa shallallahu 'alaa Nabiyyinaa Muhammad..

Semoga Esok Lebih Baik...
Barakallahufikum

:: RESEP CINTA DARI NENEKMU



Di sebuah keluarga besar, ada sepasang kakek nenek yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, para cucu bertanya mendatangi mereka berdua.

“Kakek, nenek…., tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara mempertahankan cinta selama ini, agar kami yang masih muda ini bisa belajar,” kata seorang cucu.

Mendengar itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyuman mengasihi yang begitu kentara menyelimuti di antara mereka. “Aha, nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian,” kata kakek.

Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai. “Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik”.

“Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘Bagaimana Memperkuat Tali Pernikahan’. Di situ dituliskan, masing-masing dari kita sebaiknya mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai.

Esoknya, selesai sarapan, Nenek memulai lebih dulu membacakan daftar ‘dosa’ kakekmu sepanjang kurang-lebih tiga halaman. Pikir-pikir, ternyata banyak juga ya dan herannya lagi, segitu banyak yang tidak disukai tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini,” kata nenek sambil tertawa sekaligus mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.

Lalu lanjut nenek, “Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan! Dan Sekarang giliran kakekmu yang lanjut bercerita”.

Dengan suara perlahan,si kakek meneruskan, “Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetap kosong. Kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek.”

Nenek segera melanjutkan, “Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apapun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua”.

Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan, dan yang menyakitkan. Pada hal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita.

Saya yakin dan percaya, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini. Juga, senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup kita bisa dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian.

 

Semoga Allah merahmati kita dan seluruh keluarga muslimin dan muslimat semuanya . Aamiin ya Rabb

:: RAHASIA JUMAT DAN AL KAHFI




JUMAT DAN AL KAHFI

Disunnahkan Membaca Surat ke 18, Al-Kahfi Setiap Hari Jum'at, Boleh Juga Malam Jum'at.. Jangan Lupa Mengambil Pelajaran Darinya..

Mengapa Membaca Surat 18 Al-Kahfi Setiap Jum'at..?

Agar supaya tertanam dalam hati kita 4 kisah sehingga kita waspada dari 4 fitnah..

1- Kisah Ash-habul Kahfi agar kita waspada dari fitnah agama.
2- Kisah si kaya dan si miskin agar kita waspada dari fitnah harta.
3- Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidlir -Alaihimas Salam agar kita waspada dari fitnah ilmu.
4- Kisah Dzul Qornain agar kita waspada dari fitnah kedudukan.

Solusinya..?

Iman kepada hari kebangkitan...

"مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ."

"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, niscaya akan memancar cahaya terang yang menyinari dirinya di antara kedua Jum’at".

(HR. Al-Hakim (2/399), Al-Baihaqi (3/249).
Berkata Ibnu Hajar dalam takhrij Al-Adzkar: "Hadits Hasan".
Beliau juga berkata: "Ini adalah hadis paling kuat tentang keutamaan membaca surat Al-Kahfi".




JUMAT DAN SHALAWAT

Perbanyak bershalawat kepada kekasih hati, Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam..

"Sesungguhnya orang yang paling utama (untuk berkumpul dan dekat) denganku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku".

[HR. At-Tirmizi,Ibnu Hibban dan Abu Ya'la)

Allahumma shalli alaa (sayyidina) Muhammad wa'ala ali (sayyidina) Muhammad ..


 TIADA HARI TANPA AL QURAN ...

Ajarkan kepada anakmu Al-Qur'an, maka Al-Qur'an niscaya akan mengajarkan kepada anakmu segala sesuatu...

AJARKAN KEPADA ANAKMU CINTA RASUL ..

Para Sahabat Nabi dahulu mengajarkan sirah Nabi kepada anak-anak mereka seperti mengajarkan surat dari Al-Qur'an ...

"Dahulu diajarkan kepada kami 'Maghozi Nabi' (sirah Nabi) sebagaimana diajarkan kepada kami surat dari Al-Qur'an"
[Ali bin Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib radliyallahu 'anhum]

Ajarkan kepada anakmu cinta Rasulullah , begitu juga sirah Nabi ... semoga kelak kita , putra putri dan keluarga kita , Allah karuniakan rahmat dapat berjumpa dan berkumpul dengan Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam .. aamin


 

Wallahu a'lam bishawab
Abdullah Hadrami