Tampilkan postingan dengan label CINTA ALLAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CINTA ALLAH. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Mei 2014

:: AL MUQSITH , YANG MAHA PEMBERI KEADILAN



Dia adalah Dzat yang mengambil hak orang yang teraniaya dari orang yang menganiaya. Dan kesempurnaan Nya adalah dengan menjadikan orang yang teraniaya merelakan perbuatan orang yang menganiaya Nya. Ini merupakan puncak dari sifat adil tanpa pandang bulu , dan tidak bisa dilakukan kecuali oleh Allah SWT.

 ********

Dari Umar bin Khattab ra, ketika Nabi SAW duduk, tiba-tiba beliau tertawa hingga tampak giginya yang putih berseri. Umar ra bertanya : Wahai rasulullah apa yang menyebabkan tuan tertawa ?

Rasul SAW menjawab : 2 dari umatku berlutut di hadapan Allah SWT , lalu salah seorang berkata : Ya Rabb , ambillah hakku dari orang yang menganiayaku ini.

Lalu Allah SWT berkata kepada orang yang menganiayanya itu : Kembalikan kepada saudaramu semua yang kau ambil darinya dengan aniaya !

Orang itu menjawab : Ya Rabb , tidak ada lagi kebaikan yang tersisa padaku .

Lalu orang yang teraniaya itu berkata : Ya Rabb , timpakan dosa-dosaku kepadanya ! 

Kemudian Rasulullah SAW menangis seraya berkata : " Itulah hari maha dahsyat , sehingga orang perlu minta supaya dosanya ditanggungkan kepada orang lain."

Beliau melanjutkan : "'Kemudian Allah berkata : angkatlah pandanganmu dan lihatlah ke dalam surga. "

Lantas orang itu berkata : Ya Rabb , aku melihat kota kota terbuat dari perak dan istana istana terbuat dari emas dihiasi permata, untuk siapakah ia gerangan ? Untuk nabi yang mana , atau untuk shiddiq yang mana , atau untuk syahid yang mana ?

Allah SWT menjawab : Ia Aku berikan kepada orang yang memberikan harganya !

Orang itu bertanya : Ya Rabb , siapakah yang mampu membayar harganya ?

Allah menjawab : Engkau bisa memberikan harganya.

Tanya : Dengan apa ?

Jawab : Dengan pemberian maafmu kepada saudaramu !

Orang itu berkata : Ya Rabb , aku telah memaafkannya

Lalu Allah SWT berkata : Peganglah tangan saudaramu itu dan bawalah masuk bersamamu ke dalam surga.

Kemudian Nabi SAW bersabda : Takutlah kamu sekalian kepada Allah, dan
berdamailah diantara sesama kamu, karena sesungguhnya Allah kelak pada hari kiamat juga akan memperdamaikan antara sesama kaum mukminin.

SUBHANALLAH , ALLAHU AKBAR ,,



Sumber
Rahasia 99 nama Allah yang Indah
Al Ustadz Mahmud Samiy



Sabtu, 01 Maret 2014

:: BERKORBANLAH, NISCAYA ENGKAU AKAN SANGAT DEKAT DENGAN YANG MAHA SAYANG



Sebenarnya, Allah sangat dekat dengan hamba-hambaNya melebihi dekatnya sang hamba dengan urat lehernya.

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.” (Qaaf: 16)

Namun, ketika ada hijab atau dinding, yang dekat menjadi terasa sangat jauh. Karena hijab, sesuatu menjadi tak terlihat, tak terdengar, bahkan tak terasa sama sekali. Dan salah satu hijab yang kerap menghalangi kedekatan seorang hamba dengan Penciptanya adalah kecintaan pada harta.

Karena itu, perlu pembiasaan-pembiasaan agar jiwa tetap terdidik. Dan salah satu pembiasaan itu adalah dengan melakukan KORBAN. Karena dari segi bahasa saja, KORBAN berasal dari kata qoroba-yaqrobu-qurbanan artinya pendekatan. BERKORBAN adalah upaya seorang hamba Allah untuk mengikis hijab-hijab yang menghalangi kedekatannya dengan Yang Maha Sayang

BERKORBANLAH, NISCAYA ENGKAU AKAN MENJADI YANG PALING DICINTAI

Setiap cinta butuh PENGORBANAN. Kalau ada orang yang ingin dicintai orang lain tanpa memberikan PENGORBANAN, sebenarnya ia sedang memperlihatkan cinta palsu. Cinta ini tidak pernah abadi. Cuma bergantung pada sebuah kepentingan sementara.

Allah Maha Tahu atas isi hati hamba-hambaNya. Mana yang benar-benar mencintai, dan mana yang cuma main-main. Dan salah satu bentuk keseriusan seorang hamba Allah dalam mencari cinta Yang Maha Pencinta adalah dengan melakukan PENGORBANAN.

Bisa BERKORBAN dengan tenaga, pikiran, dan harta di jalan Allah. Dan sebenarnya, PENGORBANAN itu bukan untuk kepentingan Allah. Allah Maha Kaya. Justru, PENGORBANAN akan menjadi energi baru bagi si pelaku itu sendiri.

 


- Nafas Subuh (semoga Allah merahmati ayah ..)

Jumat, 14 Februari 2014

:: ( PERTEMANAN ) PERSAHABATAN YANG DIMULIAKAN ALLAH SWT DIPADANG MAHSYAR



Persahabatan yang paling agung adalah persahabatan yang dijalin di jalan Allah dan karena Allah, bukan untuk mendapatkan manfaat dunia, materi, jabatan atau sejenisnya. Persahabatan yang dijalin untuk saling mendapatkan keuntungan duniawi sifatnya sangat sementara. Bila keuntungan tersebut telah sirna, maka persahabatan pun putus.

Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, tidak ada tujuan apa pun dalam persahabatan mereka, selain untuk mendapatkan ridha Allah. Orang yang semacam inilah yang kelak pada Hari Kiamat akan mendapat janji Allah.

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
--Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, ’Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali per-lindungan-Ku.-- (HR. Muslim)

Dari Mu’adz bin Jabalzia berkata, --Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, --Wajib untuk mendapatkan kecintaan-Ku orang-orang yang saling mencintai karena Aku dan yang saling berkunjung karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku.-- (HR. Ahmad).

Pertemanan yang dimaksud dalam rangka mentaati Allah, mengingatkan dalam ketaatan, kesabaran , syukur dan menegakkan agama-Nya seperti contoh Rosul dan para Sahabat

Semoga Allah Subhana wa Ta'ala menyatukan hati-hati kita menuju keredhoan, rahmat dan Cinta -Nya, Aamiin...

Senin, 04 November 2013

:: CARA MENDEKAT DAN MERAIH CINTA ALLAH



“... Tiada cara mendekat (taqarrub) seorang hamba yang lebih Ku-cintai melainkan dengan menunaikan fardhu yang telah Ku-tetapkan. Namun hamba-Ku senantiasa lebih berusaha mendekatkan diri kepada-Ku dengan melakukan yang nawafil (sunnah) , sampai Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang dengan itu ia mendengar, penglihatannya yang dengan itu ia melihat, tangannya yang dengan itu ia memukul, kakinya yang dengan itu ia berjalan. Jika ia memohon kepada-Ku sungguh akan Ku-karuniakan kepadanya, dan jika ia memohon perlindungan-Ku, Aku akan melindunginya. Dan Aku tidak pernah ragu-ragu pada sesuatupun di saat Aku akan melakukannya seperti ragu-Ku untuk mengambil jiwa seorang mukmin yang enggan mati, sedangkan Aku tidak suka mengganggunya.
(HQR. Bukhari).


Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam bersabda bahwa Allâh subhana wa Ta'ala berfirman,

Tidak ada yang lebih mendekatkan seorang hamba kepada-Ku yang sebanding dengan menunaikan semua kewajiban yang Kuperintahkan dan senantiasa mendekati-Ku dengan perbuatan-perbuatan sunnah hingga Aku mencintainya. Dan jika Aku telah mencintainya, maka aku menjadi pendengaran, penglihatan, lidah, hati, tangan, dan kakinya. Ia mendengar melalui Aku, ia melihat melalui Aku, ia berbicara melalui Aku, dan berjalan melalui Aku.'


Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allâh lah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar (ayat-ayat dan risalah Dien Nya), tetapi Allâh-lah yang melempar (memberi petunjuk tersebut) … (QS. Al Anfal [8:]17).

"Allâh Subhana wa Ta'ala berfirman:
Aku sampaikan kepada hamba-Ku yang mengharapkan Aku, Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam hatinya, Aku akan mengingat dia dalam hati-Ku, dan jika dia mengingat Aku dalam suatu majelis, Aku menyebut dia dalam majelis yang lebih baik daripada itu ... " (HQR. Bukhari dan Muslim).


Allâh Yang Maha Tinggi berfirman (Dalam hadits Qudsi):
“Aku terserah persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya (memberi rahmat dan membelanya) bila dia menyebut nama-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku dalam dirinya, aku menyebut namanya pada diri-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku dalam perkumpulan orang banyak, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih banyak dari mereka. Bila dia mendekat kepada-Ku sejengkal (dengan melakukan amal shalih atau berkata baik), maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Bila dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Bila dia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat (lari)”. (HR. Bukhari: 8/171 dan Muslim: 4/2061, lafadz hadits ini dalam shahih Bukhari).


Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pengasih selaku seorang hamba ... (QS. Maryam [19]:93).

Semoga Allah memberikan keberkahan, membimbing kita , menolong kita selalu ketaatan, dan menyampaikan kita pada rahmat serta cinta Nya. aamiin ya Rabb.

Jumat, 04 Oktober 2013

:: PERBANYAKLAH SAHABAT MUKMIN MU






Imam syafi'i berkata:
"Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah, maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karena mencari teman -baik- itu susah, tetapi melepaskanny sangat mudah sekali"

Diriwayatkan bahwa :
Apabila penghuni Surga telah masuk ke dalam Surga, lalu mereka tidak menemukan Sahabat-sahabat mereka yang yang selalu bersama mereka dahulu di dunia.
Mereka bertanya tentang Sahabat mereka kepada Allah ..
"Yaa Rabb...
Kami tidak melihat Sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami...??

"Maka Allah berfirman :
"Pergilah ke neraka, lalu keluarkan Sahabat-sahabat mu yan di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar zarrah." (HR. Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd").

Hasan Al-Bashri berkata:
"Perbanyaklah Sahabat-sahabat mu'minmu, karena mereka memiliki Syafa'at pada hari kiamat (atas seijin Allah)".

Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada Sahabat-sahabat nya sambil menangis: "Jika kalian tidak menemukan aku nanti di Surga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada Allah tentang aku: "Wahai Rabb Kami... Hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU.. Maka masukkanlah dia bersama kami di Surga-Mu"

Yaa Rabb...
Kami Memohon kepada-Mu.. Karuniakanlah kepada kami Sahabat-sahabat yang selalu mengajak kami untuk Tunduk Patuh & Taat Kepada Syariat-Mu.. Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di Akhirat dengan-Mu... Aamiin ya Robbal 'alamiin

Sabtu, 04 Mei 2013

:: DZIKIR SINGKAT PAHALA HEBAT





Bismillahirrahmanirrahim ..

Sahabat, kadang kita hanya mempunyai waktu istirahat sedikit seusai mengerjakan shalat sampai rasanya tidak sempat berdzikir.

Namun, Baginda Rasulullah Saw telah mengajarkan kita DZIKIR SINGKAT yang pahalanya sama dengan dzikir berjam-jam

Ini bacaannya, diulang 3 kali:

♥ SubhanAllaahi wabihamdihi, 'adada khalqihi waridha nafsihi wazinata 'arsyihi wamidaada kalimatihi ♥

"Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya, sebanyak hitungan makhluk-Nya, menurut keridhoan-Nya, menurut arsy-Nya, dan sebanyak tinta kalimat-Nya"

*****


سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقَهِ وَرِضَى نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

"Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya; sebanyak bilangan makhluk-Nya, serela diri-Nya, setimbangan 'arsy-Nya, dan sebanyak tinta (bagi) kata-kata-Nya." Tiga kali (HR Muslim dari Juwairiyah)

Dari Juwairiyah Ummul Mukminin radhiyallahu 'anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi meninggalkannya pagi-pagi untuk shalat Shubuh. Pada waktu itu Juwairiyah berada di masjid (ruangan tempat ibadah)nya. Kemudian, Nabi kembali di waktu dhuha sedangkan Juwairiyah masih duduk berdo'a. Nabi bersabda, "Engkau masih dalam keadaan seperti pada waktu aku meninggalkanmu?" Juwairiyah menjawab, "Iya." Bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, "Aku telah mengucapkan empat kalimat setelah meninggalkanmu –tiga kali— seandainya ditimbang dengan apa yang engkau ucapkan sejak hari ini pasti mengimbanginya. Kalimat itu adalah 'Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya; sebanyak bilangan makhluk-Nya, serela diri-Nya, setimbangan 'arsy-Nya, dan sebanyak tinta (bagi) kata-kata-Nya.'"     


Untuk mendapatkan pahala, yang penting kuatnya keinginan dan kemauan kita untuk melaksanakannya ...

Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ..

:: SUBHANALLAH, BEGITU BANYAKNYA KEUTAMAAN BERDZIKIR LAA ILAAHA ILALLAH


Bismillahirrahmanirrahim ..

1. Ibnu Abid Dunya beserta Imam Baihaqi meriwayatkan dari Abu Hurairah ra: “Malaikat maut menghampiri seorang laki-laki yang telah mati, lalu ia meneliti seluruh anggota tubuhnya, namun ia tidak menemukan amal kebajikan di dalamnya. Kemudian ia membelah hatinya, ia juga tidak menemukan amal kebajikan di dalamnya, lalu dibuka mulutnya, ditemukan lidah yang melekat pada bagian atas mulut sedang membaca “Laa ilaaha illaLlaah”, maka diampuni segala dosanya karena adanya kalimat yang ikhlas itu.” (HR. Thabrani, Baihaqi, Al-Khatib)

2. Ber-dzikir Laa ilaaha illaLlaah memperbarui iman seseorang.
Rasulullah saw bersabda, “Perbaruilah iman kalian.” Sahabat bertanya, “Bagaimana cara kami memperbarui iman, wahai Rasulullah?” “Perbanyaklah membaca Laa Ilaaha Illallah.” (HR. ahmad)

3. Ber-dzikir Laa ilaaha illaLlaah menyelamatkan dari siksa api neraka.
Rasululah saw bersabda, “Allah telah mengharamkan api neraka bagi orang yang membaca Laa ilaaha illallah semata-mata mengharap ridha Allaah.” (HR. Bukhari-Muslim)

Dalam sebuah Hadits Qudsi, Allah SWT berfirman, “Laa ilaaha illallah adalah benteng-Ku, barangsiapa masuk di dalamnya, ia selamat dari siksa-Ku.” (HR. Abu Nu'aim)

4. Dengan ber-dzikir Laa ilaaha illallaah akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bersinar wajahnya.
Rasulullah saw bersabda, “Tiada seorang hamba membaca Laa ilaaha illaLlaah sebanyak 100 kali kecuali Allaah bangkitkan dia di hari kiamat dalam keadaan bersinar wajahnya seperti rembulan di malam bulan purnama.” (HR. Ad-Dailami)

5. Ber-dzikir Laa ilaaha illaLlaah lebih utama dari seisi langit dan bumi.
Imam Nasa’i meriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudhri ra: Nabi saw bersabda, “Nabi Musa as berdoa, “Wahai Tuhanku, ajarkanlah kepadaku tentang sesuatu untuk berdzikir kepada-Mu.” Maka Allah berfirman, “Ucapkanlah Laa ilaaha illaLlaah.” Lalu Nabi Musa berdoa lagi, “Wahai Tuhanku, setiap hamba-Mu membaca ini, saya ingin sesuatu yang istimewa untukku.” Maka Allah berfirman lagi, “Wahai Musa, andaikata tujuh petala langit dan penghuninya serta tujuh lapis bumi diletakkan di sebelah timbangan kalimat “Laa ilaaha illaLlaah”, niscaya akan lebih berat kalimat “Laa ilaaha illaLlaah”, melebihi dari semua itu.”

6. Ber-dzikir Laa ilaaha illaLlaah membuat iblis berputus asa dalam mencelakakan diri orang yang membacanya.
Nabi saw telah bersabda, “Biasakanlah membaca kalimat “Laa ilaaha illaLlaah” dan istighfar, perbanyaklah membaca keduanya. Sesungguhnya iblis telah berkata, “Aku telah membinasakan manusia dengan dosa, namun mereka membinasakan aku dengan ucapan “Laa ilaaha illaLlaah dan istighfar”, ketika dalam keadaan yang seperti itu maka aku binasakan mereka dengan hawa nafsu, dan mereka mengira bahwa dirinya telah mendapat hidayah.” (HR. Abu Ya`la)


7. Ber-dzikir Laa ilaaha illaLlaah merupakan harga Surga.
Nabi shallaLlaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
”Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘laa ilaaha illaLlaah’, maka dia akan masuk surga” (HR. Abu Dawud).

Dari Abu Dzar ra, berkata, Nabi saw bersabda, “Tidak ada seorang hambapun yang mengucapkan Laa ilaaha illaLlaah kemudian dia mati diatas keyakinan tersebut kecuali dia masuk surga.” (HR. Bukhari).

Dari Muadz bin Jabal ra, Rasulullah saw bersabda, “Kunci-kunci surga ialah ucapan syahadat, Laa ilaaha illallaah.” (HR. Ahmad).


8. Ber-dzikir Laa ilaaha illaLlaah menghindarkan diri dari siksa-Nya.
Dari Ali ra, berkata Rasulullah saw kepadaku, “Jibril as berkata, Allah Azza wa Jalla berfirman, “Sesungguhnya Akulah Allah. Tiada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku. Barangsiapa mendatangi-Ku dengan mengucapkan Laa ilaaha illallaah dengan ikhlas, maka ia masuk dalam lindungan-Ku. Dan barangsiapa masuk dalam lindungan-Ku, maka ia aman dari siksa-Ku.” (HR. Abu Nuaim).

Dari Ibnu Abbas ra, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda, “Tertulis di pintu surga, “Sesungguhnya Akulah Allah, tiada Tuhan yang patut disembah selain-Ku. Aku tak akan menyiksa orang yang mengucapkannya.” (HR. Abu Syekh).

Rasulullah saw bersabda, “Kalimat Laa ilaaha illaLlaah tetap selalu berguna bagi orang yang mengucapkan (membacanya) dan dapat menghindarkan bala’ dan siksa dari mereka, selama mereka tidak meremehkannya.” (HR. Al Ashabani).


9. Ber-dzikir Laa ilaaha illaLlaah sebaik-baik kebaikan yang mengganti keburukan.
Dari Syamr bin Athiyyah, dari beberapa orang gurunya, dari Abu Ad Darda ra dia berkata, aku berkata, “Ya Rasulullah! Berwasiatlah kepadaku!” Rasulullah saw bersabda, “Apabila engkau melakukan suatu kejahatan, maka ikutkanlah kejahatan itu dengan amalan yang baik, karena hal itu akan menghapusnya.” Aku berkata, “Ya Rasulullah, apakah kalimat Laa ilaaha illaLlaah termasuk diantara kebaikan?” Rasulullah saw bersabda, “Kalimat itu adalah sebaik-baik kebaikan.” (HR. Ahmad).

Dari Anas ra, sabda Rasulullah saw “Tiada seorang hamba pun yang mengucapkan Laa ilaaha illallaah pada suatu waktu, malam atau siang hari, kecuali akan dihapuskan dari catatannya amal-amal buruknya, bahkan keburukan itu diganti dengan kebaikan.” (HR. Abu Ya’la).

Dari Ummu Hani ra, Rasulullah saw bersabda, “Laa ilaaha illaLlaah tidak dapat ditandingi oleh amal apapun. Dan kalimat ini tidak akan meninggalkan dosa sedikitpun.” (HR. Ibnu Majah).


10. Ber-dzikir Laa ilaaha illaLlaah menghapuskan dosa.
Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah saw bersabda, “Ajarilah anak-anakmu ‘Laa ilaaha illaLlaah’ ketika mereka mulai berbicara. Dan talkinkanlah kepada mereka ketika menjelang wafatnya dengan ‘Laa ilaaha illaLlaah’. Sesungguhnya, barangsiapa ucapan pertamanya ‘Laa ilaaha illaLlaah’ dan ucapan yang terakhirnya juga ‘Laa ilaaha illaLlaah’, lalu ia hidup selama seribu tahun, maka ia tidak akan ditanya tentang satu dosa pun.” (HR. Baihaqi).

Dari Anas ra, sesungguhnya Abu Bakar ra menjumpai Nabi saw dalam keadaan bersedih. Nabi saw bertanya, “Mengapa kamu nampak sedih?” Jawab Abu Bakar ra “Ya Rasulullah, kemarin malam keponakanku hampir meninggal dunia.” Lalu beliau bersabda, “Apakah engkau telah mentalqinkannya dengan Laa ilaaha illallaah?” Sahut Abu Bakar ra “Ya, sudah kulakukan.” Sabda beliau, “Apakah ia membacanya?” Jawabnya, “Ya, ia membacanya.” Sabda beliau, “Ia wajib masuk surga.” Abu Bakar ra bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana jika orang hidup membaca kalimat ini?” Beliau bersabda, “Ia lebih menghapuskan dosa-dosanya. Ia lebih menghapuskan dosa-dosanya.” (HR. Dailami).

Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya Allaah Ta’ala memiliki sebuah tiang yang terbuat dari Nur terletak di hadapan Arsy-Nya, jika ada seorang hamba yang mengucapkan ‘Laa ilaaha illaLlaahu’, maka bergetarlah tiang itu. Allaah berfirman, “Berhentilah.” (tiang itu) menjawab, “Bagaimana aku dapat berhenti, sedangkan Engkau belum mengampuni orang yang mengucapkannya?” Firman Allaah, “Sesungguhnya Aku telah mengampuninya.” Maka barulah tiang itu berhenti.” (HR. Al Bazzar).


11. Allaah SWT teman duduk orang yang ber-dzikir Laa ilaaha illaLlaah dan pasti akan berjumpa dengan-Nya.
Firman Allaah SWT dalam Hadits Qudsi, “Allah SWT mengirimkan wahyu kepada Nabi Musa as, “Ya Musa! Apakah engkau senang Aku berdiam bersamamu dalam rumahmu?” (mendengar itu) Nabi Musa tunduk bersujud kepada Allah kemudian berkata, “Ya Rabbi, bagaimana mungkin hal itu?” Allah berfirman pada Musa, “Ya Musa! Apakah tidak engkau ketahui bahwa Aku teman duduk bagi orang yang berdzikir pada-Ku? Dan (lebih dari itu) di mana pun hamba-Ku mencari Aku, maka pasti menjumpai-Ku.” (HQR. Ibnu Syahin, dari Jabir ra)

12. Dengan ber-dzikir Laa ilaaha illaLlaah akan mendapat syafa'at Rasulullah saw.
Abu Hurairah ra bertanya kepada Rasulullah saw, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling bahagia dengan memperoleh syafaatmu pada hari Kiamat kelak?” Beliau menjawab, “Aku telah mendugamu, wahai Abu Hurairah, bahwa kulihat keinginan besarmu terhadap hadits. Orang yang paling beruntung dengan syafaatku pada hari Kiamat ialah orang yang mengucapkan ‘Laa ilaaha illallaah’ dengan ikhlas dari hatinya atau jiwanya.” (HR. Bukhari).

Dari Umar ra, Rasulullah saw bersabda, “Ketika Adam as telah berbuat suatu dosa, maka saat ia menengadahkan kepalanya ke langit, ia berkata, “Aku memohon kepada-Mu, dengan wasilah Muhammad, ampunilah diriku.” Maka Allah mewahyukan kepadanya, “Siapakah Muhammad?” Adam as menjawab, “Maha Berkah Nama-Mu, ketika Engkau ciptakan daku, aku tengadahkan kepalaku ke Arsy-Mu dan ternyata tertulis di dalamnya ‘Laa ilaaha illallaahu Muhammadur Rasuulullaah.’ Maka kuketahui bahwa Muhammad itu seseorang yang derajatnya tiada seorang pun yang sederajat dengannya, sehingga Engkau letakkan namanya berdampingan dengan nama-Mu.” Lalu Allah menurunkan wahyu padanya, “Wahai Adam, sesungguhnya ia adalah Nabi yang terakhir dari anak keturunanmu. Seandainya tidak karena ia, maka tidak Ku ciptakan dirimu.” (HR. Thabrani, Hakim, Abu Nu’aim, Baihaqi).


13. Ber-dzikir Laa ilaaha illaLlaah akan menghindarkan dari penderitaan menjelang maut, kegelapan dan adzab kubur, serta mahsyar.
Dari Yahya bin Thalhah bin Abdullah ra bercerita, “Suatu ketika, terlihat Thalhah bersedih, maka orang-orang bertanya, “Mengapa kamu bersedih?” Ia menjawab, “Sesungguhnya kudengar Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui sebuah kalimat yang tiada seorang hamba membacanya menjelang mautnya, kecuali akan Allah hindarkan darinya segala penderitaannya dan wajahnya akan bersinar, dan akan ia lihat apa yang mengembirakannya.” Namun belum sempat kutanyai beliau kalimat apakah itu hingga wafatnya.” Umar ra berkata, “Sesungguhnya aku mengetahui kalimat itu.” Ia menyahut, “Apa itu?” Ia berkata, “Aku tidak mengetahui sebuah kalimat yang lebih agung daripada kalimat yang ia perintahkan pamannya dengannya, yaitu ‘Laa ilaaha illallaah’ ia berkata, “Demi Allaah, itulah kalimatnya. Demi Allaah itulah kalimatnya.” (HR. Baihaqi).

Ibnu Abbas ra berkata, “Suatu ketika Jibril as mendatangi Rasulullah saw ketika itu beliau sedang sangat sedih. Jibril as berkata, “Allah mengirim salam untukmu. Dan melihatmu seperti ini, Dia bertanya, “Ada apa?” (padahal Allah Maha Mengetahui isi hati makhluk-Nya. Ini hanya menunjukkan penghormatan kepada Nabi saw). Jawab beliau, “Wahai Jibril, aku sangat memikirkan, bagaimana umatku pada hari Kiamat nanti.” Jibril bertanya, “Umatmu yang kafir atau yang muslim?” Sabda Nabi saw “Aku khawatir atas kaum muslimin.” Lalu Jibril membawa Nabi saw mengunjungi kuburan kaum muslimin dari Banu Salamah, Jibril memukul salah satu kubur itu dengan sayapnya, sambil berkata, “Dengan ijin Allah, bangkitlah kamu.” Lalu bangkitlah seseorang yang sangat tampan, lalu ia mengucapkan. “Laa ilaaha illallaahu Muhammadar rasuulullaahi, Alhamdulillaahi rabbil’aalamiin.” Kemudian Jibril menyuruhnya, “Kembalilah ke tempatmu.” Sabda Nabi saw “Seseorang akan dibangkitkan menurut keadaan ketika matinya.”

Dari Ibnu Umar ra, Rasulullah saw bersabda, “Bukanlah atas ahli Laa ilaaha illallaah kegelapan di kubur mereka dan juga tidak di Mahsyar. Seakan-akan aku melihat ahli Laa ilaaha illallaah bangkit dari kuburnya sambil mengibaskan debu dari kepalanya lalu berkata, “Segala puji bagi Allaah yang telah menjauhkan kami dari kesedihan.” Riwayat lain menyebutkan bahwa ahli Laa ilaaha illallaah tak akan mengalami kegelapan saat mati, atau saat di kubur.” (HR. Thabrani, Baihaqi).

14. Dengan ber-dzikir Laa ilaaha illaLlaah pintu langit sampai Arsy akan terbuka dan tidak ada hijab dengan Allah.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah seseorang hamba membaca Laa ilaaha illaLlaah, kecuali akan dibukakan baginya pintu langit hingga Arsy, selama ia menghindarkan diri dari dosa-dosa besar.” (HR. Tirmidzi).

Dari Anas ra, Rasulullah saw bersabda, “Tiada sesuatu pun kecuali di antara ia dengan Allaah ada hijab, melainkan ucapan Laa ilaaha illallaah, dan doa seorang bapak (untuk anaknya).” (HR. Ahmad, Ibnu Mardawaih).


لا إله إلا الله ... لا إله إلا الله ... لا إله إلا الله ...
الله ... الله ... الله ... الله ... الله ... الله ... الله ...


Wallahu a'lam bishawab
—

Jumat, 11 November 2011

MEMUPUK KETENANGAN DENGAN CINTA ALLAH



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..


Saudaraku Fillah...

Firman ALLAH SWT:

'... Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain ALLAH; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai ALLAH. Adapun orang-orang yang beriman sangat kuat kecintaannya kepada ALLAH.. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahawa kekuatan itu kepunyaan ALLAH semuanya dan bahawa ALLAH amat berat siksaan-Nya (nescaya mereka menyesal).'

(Al Baqarah;165)


1. Untungnya mencintai ALLAH..
Menjadikan Tuhan sebagai cinta agung adalah jaminan kebahagiaan dan keselamatan hidup dunia dan Akhirat.Roh semulajadi manusia ingin disayangi dan menyayangi, ingin dikasihi dan mengasihi serta ingin dicintai dan mencintai. Perasaan sayang manusia tiada terhad sesama insan semata tetapi meliputi semua makhluk sama ada yang bernyawa sayang pula diberi hanya sesama manusia, tidak kepada benda. Ini yang membezakan di antara 'sayang' dengan 'kasih sayang'. Manakala perasaan cinta pula walaupun tidak salah diberikan sesama makhluk tetapi cinta paling agung hanya layak diberikan untuk Tuhan.

Menyintai atau ingin dicintai oleh manusia bukanlah kemuncak cinta atau cinta agung, kerana cinta sesama manusia tidak kekal. Paling lama sekadar tempoh masa kita masih hidup. Bahkan sering berlaku dalam sebahagian perjalanan usia kita lagi, iaitu sebelum kita mati, cinta itu telah pudar atau terungkai sama sekali. Cinta yang diagung-agungkan dan dipuja-puja itu akan hancur berkeping

Di sini barulah kita sedar bahawa cinta kepada makhluk atau cinta daripada makhluk bukanlah cinta yang hakiki atau sejati. Itu hanya cinta sementara waktu. Kita saja yang menyangka cinta itu sejati dan sampai ke hujung. Rupa-rupanya dalam perjalanan umur, cinta kita kepada orang lain atau cinta orang lain kepada kita, dengan sendirinya dia ataupun kita sendiri yang mengungkainya semula atas sebab-sebab yang berrnacam-macam.

Oleh kerana itulah, mencintai makhluk selalu mengecewakan kita sekalipun bukan satu kesalahan. Jadi jangan meminta, menagih atau mengharapkan sangat untuk mencintai manusia atau dicintai oleh manusia walaupun itu tidak salah...


2. Cinta pada selain Allah itu tidak abadi

Sebaliknya berilah dan terimalah cinta yang kekal abadi. Itulah cinta agung namanya. Iaitu cintakan Allah yang Maha Agung. Inilah cinta yang hakiki, yang sejati, yang kekal abadi dan membawa kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di Akhirat.

Cintakan Allah ini tiada tandingan dan bandingannya. Cinta ini jika berjaya diperolehi adalah cinta yang paling memuaskan dan menenangkan. Buahnya paling menghiburkan dan paling membahagiakan. Tetapi malangnya cinta yang hakiki dan agung ini jarang orang ambil perhatian. Jarang orang memburunya seperti cinta-cinta murahan yang lain. Mungkin daripada jutaan manusia, hanya seorang yang memburunya.


Kalau seseorang itu telah mencintai Allah, walaupun seluruh makhluk memusuhinya atau membencinya, namun dia tetap mendapat kebahagiaan dan ketenangan. Sebaliknya cinta kepada makhluk tidak akan membawa manusia kepada kebahagiaan sejati dan kekal abadi, selagi cinta hakiki lagi agung daripada Allah itu tidak dimiliki. Sebab itulah orang yang beriman dengan Allah dan mentaatiNya sentiasa tenang walaupun di dalam kesusahan dan ujian.


Oleh yang demikian, kalau kita tidak dapat memiliki cinta daripada manusia, usahlah bersedih hati kerana cinta itu tidak abadi. Pun tidak hakiki dan sejati. Kalau begitu, cari dan burulah cinta yang agung, yaitu Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Beruntungnya siapa yang menjadikan Tuhan sebagai cinta Agungnya....

Subhanallah...Maha Besar Engkau yaa Allah ...

Senin, 10 Oktober 2011

IZINKAN AKU REGUT CINTA MU YA RABBI