Tampilkan postingan dengan label AL QUR'AN DAN HADIST/ KEUTAMAAN-KEUTAMAAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AL QUR'AN DAN HADIST/ KEUTAMAAN-KEUTAMAAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Oktober 2014

:: SUBHANALLAH KEISTIMEWAAN HARI JUMAT (SAYYIDUL AYYAM)



Segala puji bagi Allah , Shalawat dan salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada junjunan kita yakni habibana wanabiyana Muhammad SAW. Dan semoga hari- hari kita selalu diberkahi Alloh SWT dan tetap berada dalam keridhaan serta rahmatNya. Amin.

Abu Hurairah ra meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda: "Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jum'at sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jum'at sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jum'at, Sabtu dan Ahad.

Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk". (HR. Muslim)

Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata: "Hari ini dinamakan Jum'at, karena artinya merupakan turunan dari kata al-jam'u yang berarti perkumpulan, karena umat Islam berkumpul pada hari itu setiap pekan di balai-balai pertemuan yang luas. Allah SWT memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin berkumpul untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya. Allah SWT berfirman:"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui". (QS. 62:9)

Maksudnya, pergilah untuk melaksanakan shalat Jum'at dengan penuh ketenangan, konsentrasi dan sepenuh hasrat, bukan berjalan dengan cepat-cepat, karena berjalan dengan cepat untuk shalat itu dilarang. Al-Hasan Al-Bashri berkata: Demi Allah, sungguh maksudnya bukanlah berjalan kaki dengan cepat, karena hal itu jelas terlarang. Tapi yang diperintahkan adalah berjalan dengan penuh kekhusyukan dan sepenuh hasrat dalam hati. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir : 4/385-386).

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata: Hari Jum'at adalah hari ibadah. Hari ini dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, laksana bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Waktu mustajab pada hari Jum'at seperti waktu mustajab pada malam lailatul qodar di bulan Ramadhan. (Zadul Ma'ad: 1/398).

KEUTAMAAN HARI JUM'AT

1. Hari Terbaik
Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabada: "Hari terbaik dimana pada hari itu matahari terbit adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan surga serta dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari jum'at

2. Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdo'a.
Abu Hurairah ra berkata Rasulullah saw bersabda:" Sesungguhnya pada hari Jum'at terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah saw mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu (H. Muttafaqun Alaih)

Ibnu Qayyim Al Jauziah - setelah menjabarkan perbedaan pendapat tentang kapan waktu itu - mengatakan: "Diantara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits yang sahih, pertama saat duduknya khatib sampai selesainya shalat. Kedua, sesudah Ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi (Zadul Ma'ad Jilid I/389-390).

3. Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya.
Ibnu Qayyim berkata: "Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya". Hadits dari Ka'ab menjelaskan: "Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya".(Mauquf Shahih)

4. Hari tatkala Allah SWT menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di Surga.
Sahabat Anas bin Malik ra dalam mengomentari ayat: "Dan Kami memiliki pertambahannya" (QS.50:35) mengatakan: "Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jum'at".

5. Hari besar yang berulang setiap pekan.Ibnu Abbas berkata : Rasulullah saw bersabda: "Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi ummat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri shalat Jum'at hendaklah mandi terlebih dahulu ……". (HR. Ibnu Majah)

6. Hari dihapuskannya dosa-dosa
Salman Al Farisi berkata : Rasulullah saw bersabda: "Siapa yang mandi pada hari Jum'at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum'at". (HR. Bukhari)

7. Orang yang berjalan untuk shalat Jum'at akan mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun shalat dan puasa.Aus bin Aus berkata: Rasulullah saw bersabda:"Siapa yang mandi pada hari Jum'at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah".(HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).

8. Wafat pada malam hari Jum'at atau siangnya adalah tanda husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah (azab) kubur.Diriwayatkan oleh Ibnu Amru , bahwa Rasulullah saw bersabda:"Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum'at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur". (HR. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani).

Subhanallah, sungguh luar biasa sekali Alloh SWT menciptakan segala sesuatu , semua dengan manfaatnya tidak ada yang sia-sia , semoga kualitas keimanan kita semakin meningkat dan selalu tetap bersyukur dengan apa yang telah Alloh berikan kepada kita. amiin

Allahumma shalli wassalim alaa Nabiyyina Muhammad 

Jumat, 18 Juli 2014

:: BERSAMA ORANG TUA MENUJU KE SURGA



وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apayang dikerjakannya. [ath-Thûr/52:21]

PENJELASAN AYAT 


Kenikmatan Ahli Jannah, Hidup Bersama Anak-Anak MerekaAyat di atas berbicara tentang salah satu kenikmatan sangat menyenangkan, yang diraih oleh penghuni surga (ahlul-jannah).

Karunia yang tidak hanya direguk oleh para wali-Nya di surga. Yakni hidup bersama-sama dengan keturunan mereka, meskipun amalan shalih anak keturunan mereka tidak sepadan dengan orang tuanya baik dalam hal kualitas maupun kuantitas.Dengan ini, pandangan orang tua tersebut menjadi sejuk damai, kebahagiaan mereka kian tak terkira, dan kegembiraan pun semakin sempurna. Suasana menyenangkan ini lantaran Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyatukannya kembali dengan anak keturunan mereka. Itu merupakan takrimah (penghargaan), ganjaran dan tambahan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala . [1]

Sungguh, benar-benar sebuah kenikmatan yang membahagiakan, manakala orang tua berjumpa kembali dengan anak-anaknya. Suatu kenikmatan yang sangat besar. Kemurahan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang sangat luas. Namun, persyaratan yang harus ada, yaitu anak-anak mereka juga beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, sebagaimana tercantum secara jelas dalam ayat.

Perhatikan keterangan Imam Ibnu Katsir rahimahullah tentang ayat di atas berikut ini.Beliau berkata: “Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan mengenai keutamaan, kemurahan, kenikmatan dan kelembutan-Nya, serta curahan kebaikan-Nya kepada makhluk. Bahwa kaum mukminin, bila keturunan mereka mengikuti dalam keimanan (sebagaimana keimanan orang tua mereka), niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menempatkan anak-anak yang beriman ini ke derajat orang tua mereka, kendatipun amalan-amalan shalih mereka (anak-anak yang beriman) itu tidak sebanding dengan amalan para orang tuanya itu. Supaya pandangan para orang tua menjadi damai sejuk dengan kebersamaan anak-anaknya di tempat yang sama.

Lantas, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatukan mereka dalam kondisi terbaik. Anak yang kurang amalannya terangkat oleh orang tuanya yang sempurna amalannya. Hal ini tidak mengurangi sedikit pun amalan dan derajatnya, meskipun mereka berdua akhirnya berada di tempat yang sama.[2]

Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ

(dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka).

Imam al-Qurthubi rahimahullah menjelaskan: Kami tidak mengurangi pahala amalan anak-anak lantaran sedikitnya amalan mereka. Dan pula, tidak mengurangi pahala para orang tua sedikit pun, meskipun menempatkan keturunan mereka bersama dengan orang tua mereka (yang berada di derajat yang lebih tinggi, Pen.).[3]

Atau dengan pengertian lain, seperti diungkapkan oleh Imam ath-Thabari: Kami tidak mengurangi ganjaran kebaikan mereka sedikit pun dengan mengambilnya dari mereka (para orang tua) untuk kemudian Kami tambahkan bagi anak-anak mereka yang Kami tempatkan bersama mereka. Akan tetapi, Kami beri mereka pahala dengan penuh, dan (lantas) Kami susulkan anak-anak mereka ke tempat-tempat mereka (para orang tua) atas kemurahan Kami bagi mereka.[4]

Demikianlah, kemurahan dan keutamaan yang diraih anak-anak melalui keberkahan amalan para orang tua. Adapun keutamaan dan kemurahan yang dilimpahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada para orang tua melalui doa anak-anaknya, tertuang pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِيْ الْجَنَّةِ فَيَقُوْلُ : يَا رَبِّ أَنىَّ لِيْ هَذِهِ ؟ فَيَقُوْلُ : بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

“Sungguh, Allah benar-benar mengangkat derajat seorang hamba-Nya yang shalih di surga,” maka ia pun bertanya: “Wahai Rabbku, bagaimana ini bisa terjadi?” Allah menjawab: “Berkat istighfar anakmu bagi dirimu”.[5]

Hadits ini diperkuat oleh hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dalam Shahîh Muslim:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Ketika seorang manusia meninggal, maka putuslah amalannya darinya kecuali dari tiga hal, (yaitu) sedekah (amal) jariyah, atau ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shalih yang mendoakannya.Setiap Manusia Terikat Oleh Amalannya

Firman Allah:

كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

(tiap-tiap manusia terikat dengan apayang dikerjakannya), mengandung pemberitahuan mengenai keadilan Allah. Bahwa pada hari kiamat kelak, setiap jiwa akan terikat dengan amalnya. Akan mendapat pembalasan berdasarkan amalnya itu. Kalau amalnya baik, maka balasannya baik pula. Sebaliknya, bila amalannya buruk, maka akibat balasan yang diterimanya pun buruk.Hanya saja, Allah Subhanahu wa Ta’ala melimpahkan kemurahan-Nya kepada para orang tua, yaitu dengan bentuk mengangkat derajat keturunan-keturunan mereka ke tingkatan mereka sebagai wujud curahan kebaikan dari-Nya, tanpa adanya amalan dilakukan oleh anak keturunannya itu.[6]

Imam al-Qurthubi membawakan beberapa pengertian ayat ini dari keterangan para ulama. Yang pertama, ayat ini berbicara tentang penghuni neraka.Ibnu ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma berkata: Para penghuni neraka Jahannam terkungkung oleh amalan (buruk) mereka. Sementara itu, para penghuni surga menuju kenikmatan. Hal ini serupa kandungan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ إِلَّا أَصْحَابَ الْيَمِينِ فِي جَنَّاتٍ يَتَسَاءَلُونَ عَنِ الْمُجْرِمِينَ

Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, kecuali golongan kanan, berada di dalam surga, mereka tanya-menanya, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa. [al-Muddatstsir/74:38-41].Kandungan ayat ini juga bersifat umum, berlaku bagi setiap manusia. Yang ia terikat dengan tindak-tanduknya. Ia tidak dikenai pengurangan pahala dari amalan baiknya.

Adapun bertambahnya pahala, ialah karena kemurahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala .Menurut penjelasan lainnya, pengertian ayat ini dimaksudkan kepada anak keturunan yang tidak beriman. Sehingga, lantaran tak beriman, maka anak-anak keturunannya itu tidak bisa mencapai derajat seperti yang diraih oleh orang tua mereka yang beriman, dan akan tetap terkungkung oleh kekufurannya.[7]

Berbeda dengan keterangan-keterangan di atas, Syaikh as-Sa’di berpendapat, penggalan ayat ini ditujukan untuk menghilangkan prasangka bahwa anak-anak penghuni neraka (ahlun-nar) pun mengalami hal serupa. Yaitu akan berada di tempat yang sama dengan orang tua mereka. Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan bahwa keadaannya tidak demikian. Dalam masalah ini, tidaklah sama kondisi antara surga dan neraka. Neraka adalah tempat penegakan keadilan. Sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan mengadzab seseorang kecuali dengan perbuatan dosanya. Seseorang juga tidak memikul dosa orang lain.[8]

PELAJARAN DARI AYAT

1. Besarnya keutamaan dan kemurahan Allah kepada para hamba-Nya, kaum mukminin.

2. Penetapan adanya hari Pembalasan dan Kebangkitan.

3. Keutamaan iman dan kemuliaan para ahlinya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menyebabkan anak keturunannya yang memiliki amalan sedikit dapat dipersatukan dengan para orang tua mereka yang memiliki banyak amal shalih.
4. Penetapan kaidah, setiap manusia akan tergantung dengan amal perbuatannya di akhirat kelak.

Semoga Allah menyampaikan kita pada rahmatNya. Aamiin.

Wallahu a’lam

Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun XII/Sya'ban 1429/20

Footnote
[1]. Lihat Aisarrut-Tafâsir (2/1286), Jâmi’ul-Bayân (27/34), Taisîrul-Karîmir-Rahmân (hlm. 815).

[2]. Tafsîrul-Qur`anil-‘Azhîm, 7/437.

[3]. Al-Jâmi’ li Ahkamil-Qur`ân, 17/60.[

4]. Jâmi’ul-Bayân, 27/34.

[5]. Tentang hadits ini, Imam Ibnu Katsir t berkata: “Isnadnya shahîh”. Syaikh al-Albâni berkata: “……”

[6]. Aisarut-Tafâsir (2/1286), Tafsîrul-Qur`ânil-‘Azhîm (7/438), Min Kunûzil-Qur`ânil-Karîm (1/314).

[7]. Lihat al-Jâmi’, 17/60.

[8]. Taisîrul-Karîmir-Rahmân, hlm. 815.

Sabtu, 05 April 2014

:: MENGAPA KITA HARUS BERHIAS DENGAN AKHLAK YANG MULIA



1. Akhlak mulia dicintai Allah.

Rasulullah shallallahu alayhi wasallam bersabda,
"Sesungguhnya Allah itu Mulia, Dia menyukai kemuliaan dan ketinggian akhlak, serta membenci akhlak yang hina."
(HR. al-Hakim, sanad shohih)

2. Seorang mukmin yang bersifat dengan akhlak baik adalah mukmin yang paling sempurna imannya.

Rasulullah shallallahu alayhi wasallam bersabda,
"Mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya."
(HR. Tirmidzi, sanad hasan)

3. Akhlak yang baik adalah jalan untuk masuk surga.

Rasulullah shallallahu alayhi wasallam bersabda,
"Saya yang menjamin dengan 1/satu rumah di surga yang paling tinggi bagi yang baik akhlaknya."
(HR. Abu Dawud, sanad hasan)

4. Akhlak yang baik merupakan sebab kedekatan dengan Rasulullah shallallahu alayhi wasallam bersabda pada hari kiamat dan membawa kepada cinta Beliau shallallahu alayhi wasallam.

Rasulullah shallallahu alayhi wasallam bersabda,
"Orang yang paling aku cintai diantara kalian dan yang paling dekat tempatnya denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya."
(HR. Tirmidzi, sanad hasan)

5. Akhlak yang baik memiliki timbangan yang paling berat bagi hamba.

Rasulullah shallallahu alayhi wasallam bersabda,
"Tidak ada sesuatu yang paling berat di timbangan daripada akhlak yang baik."
(HR. Abu Dawud, sanad shohih)

6. Derajat seorang mukmin yang berakhlak yang baik akan sampai ke derajat orang yang berdiri sholat di malam hari dan berpuasa di siang hari.

Rasulullah shallallahu alayhi wasallam bersabda,
"Sesungguhnya dengan akhlaknya yang baik, seseorang dapat mencapai derajat-derajat orang yang berdiri sholat di malam hari dan berpuasa di siang hari."
(HR. Abu Dawud, sanad shohih)

7. Akhlak yang baik menambah umur dan memakmurkan negeri.

Rasulullah shallallahu alayhi wasallam bersabda,
"Akhlak yang baik dan bertetangga yang baik memakmurkan kampung dan menambah umur."
(HR. Ahmad, sanad shohih)
(Mukhtasar Syarah Durusul Muhimmah li Amatik Ummah)

Ya Allah, karuniakanlah kami hati yang bersih serta akhlak yang mulia .
Aamin Ya Robbal alamin ..



Kitab Durusul Muhimmah karya Syaikh bin Baz rahimahullah






:: ORANG ORANG YANG DIWAFATKAN DALAM KEADAAN SHALIH



Apabila seseorang menghadapi ajalnya dalam keadaan kembali kepada modal dasar kesuciannya (fithrah) atau bahkan lebih dari itu (beruntung), maka sesungguhnya walaupun jasadnya dikubur di dalam tanah, namun jiwa (nafs) nya tidaklah mati, ia hidup di sisi Allah dan dapat berjalan-jalan di tengah-tengah manusia, namun kebanyakan manusia tidak menyadarinya.

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (QS. Al Baqarah [2]:154).

Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan ditengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya. (QS. Al An’aam [6]:122).

Dan di akhirat nanti ia akan mendapatkan balasan Surga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.

(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di surga 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar. (QS. Ash Shaff [61]:11-12).

** Berjihad yang dimaksudkan disini adalah dengan taubat sebenar benar taubat , meninggalkan dosa dosa , memperbanyak amal shalih , berjuang menegakkan agama Allah (dakwah) dll

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai ... (QS. At Tahrim [66]:8).

Jumat, 14 Februari 2014

:: KEUTAMAAN MEMOHONKAN AMPUN BAGI KAUM MUKMIN DAN MUKMINAH

Bismillaah, Alhamdulillaah wa shallatu wa salam ‘ala Nabiyyina Muhammad. Alhamdulillaah yang telah menjadikan langit dan bumi yang begitu megahnya dan juga semua apa yang diantara keduanya, sungguh tiada sesembahan yang hak melainkan Dia. Alhamdulillaah yang telah menjadikan kita manusia,makhluk yang memiliki kehendak dan mampu untuk memilih jalan hidup, dan itulah tinggal diri kita apakah kita mengambil jalan Allaah yang mulia atau jalan thogut yang tercela.

Saudaraku kaum mukimin dan mukminah, mungkin diri kita sering beristighfar atau mohon ampun atas dosa-dosa diri kita masing-masing dan istighfar merupakan hal yang sangat dibutuhkan bagi seorang mukmin karena manusia walaupun dia adalah seorang alim tentu tidak ma’sum dan cenderung berbuat salah. Namun wahai saudaraku, pernahkan kita memohonkan ampun sesama mukminin dan mukminah, bila sudah dan pernah maka lanjutkanlah amalan  ini, dan kalau belum maka mulailah untuk mengamalkan amalan ini.
 
Saudaraku yang kucintai karena Allaah Subhanahu wa Taala, keutamaan mendoakan apalagi memohonkan ampun kaum mukminin dan mukminah adalah sangat besar  yaitu akan diberikan pahala sejumlah mereka  sebagaimana sabda Rasulullaah shallallaahu alaihi wa salam yang artinya  
 
Barangsiapa memintakan ampunan bagi orang-orang mukmin maupun mukminah, maka Alloh akan menulis baginya dari setiap orang mukmin maupun mukminah sebagai satu kebajikan.” (HR. Ath-Thobroni dan dishohihkan oleh al-Albani rahimahullah).   
 
Hadits ini menunjukkan betapa besarnya pahala memohonkan ampun bagi kaum mukiminin dan mukminah, yaitu akan ditulis satu kebajikan dari tiap mukmin dan mukminah. Lalu bagaimana bila jumlah kaum mukmin dan mukminah berjumlah jutaan bahkan miliaran, apalagi bila kita juga memohonkan ampunan kepada Allaah bagi mukmin dan mukminah yang sudah wafat sebelum kita.
 
Maka itu wahai saudaraku pantaslah bagi kita untuk saling mendoakan, saling mencintai, saling tolong menolong sesama kaum muslim karena setiap mukmin adalah saudara, janganlah kita perang saudara hanya gara masalah sepele seperti masalah saling hina antar suku, saling hina antar budaya, dan sebagainya.
 
Dan ingatlah jua keutamaan mendoakan saudara sesama muslim berdasarkan hadits berikut bahwa Rasulullaah shallallaahu alaihi wa salam bersabda  
 
“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”(HR. Muslim no. 4912).
 
Semoga bermanfaat,dan Rahmat Allah senantiasa menyertai kita semua . Aamin.

Wallaahua’alam bis shawab........
                                                      

Jumat, 31 Januari 2014

:: 9 MIMPI NABI MUHAMMAD.. YUK JANGAN GA DIBACA YA



Daripada Abdul Rahman Bin Samurah ra berkata, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum di Israqkan........"

1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah di datang oleh malaikatul maut dengan keadaan yang amat mengenaskan untuk mengambil nyawanya, maka datanglah pertolongan atas sebab KETAATAN DAN KEPATUHANNYA KEPADA KEDUA IBUBAPANYA.

2. Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang amat menyiksakan, diselamatkan oleh berkat WUDU'NYA YANG SEMPURNA.

3. Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh syaitan-syaitan dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan berkat ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah.

4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang diperbuat daripada api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan rantai tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab, tetapi SOLATNYA YANG KHUSYUK DAN IKHLAS KARENA ALLAH telah melepaskannya dari siksaan itu.

5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat, setiap kali dia mendatangi satu telaga di halang dari meminumnya,ketika itu datanglah pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH TA'ALA memberi minum hingga ia merasa puas.

6. Aku melihat umatku mencoba untuk mendekati kumpulan para nabi yang sedang duduk berkumpul , setiap kali dia datang dia akan diusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYA sambil ke kumpulanku seraya duduk disebelahku.

7. Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadaan gelap gulita di sekelilingnya, sedangkan dia sendiri di dalam keadaan bingung, maka datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH lalu mengeluarkannya dari kegelapan kepada tempat yang terang-benderang.

8. Aku melihat umatku berbicara dengan golongan orang mukmin tetapi mereka tidak dapat membalas bicaranya, maka menjelmalah SIFAT SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMATKU lalu menyeru kepada mereka agar menyambut bicaranya,lalu berbicara mereka dengannya.

9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api ke mukanya, maka segeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA YANG IKHLAS KARENA ALLAH lalu menabir muka dan kepalanya dari bahaya api tersebut.

Ya Allah , jadikanlah setiap amal ibadah kami ikhlas karena Engkau , dan bimbinglah kami agar tetap berada di jalanMU yang Engkau Ridhai dan semoga kelak Engkau pertemukan kami dengan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang kami rindukan. اَمِيـْنْ يَـارَبَّ الْعَـالَمِيْــ

Allahumma shalli wassalim alaa (sayyidina) Muhammad wa'ala ali (sayyidina) Muhammad ,,


 

Wallahu a'lam bishawab
Ust Yusuf Mansur

:: MENGINGAT ALLAH DI SETIAP KEADAAN MEMBUAHKAN KETENTRAMAN JIWA ..



Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) -Ku. (Al Baqarah 152)

Mari hidupkan hati dengan berdzikir mengingat Allah dimanapun kita berada ketika berdiri, duduk dan berbaring, insya Allah semua urusan menjadi mudah dan ringan, karena Allah selalu ikut terlibat dalam semua urusan yang kita kerjakan.

Orang yang selalu berdzikir dalam kegiatan sehari hari dijamin oleh Allah hatinya menjadi tenang nyaman dan tentram sebagaimana disebutkan dalam surat Ar Ra’d 28

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar Ra’d 28)


 

Manfaat dzikir mengingat Allah

  • Mendapat ketenangan hati dan bebas dari perasaan jengkel,kecewa, sedih, duka, dendam dan stress berkepanjangan ( Ar Raad 28)
  • Dikeluarkan dari kegelapan dan kesempitan hidup kepada cahaya terang benderang serta mendapat salam penghormatan (sholawat) dari Allah dan para MalaikatNya (Al Ahzab 43)
  • Terpelihara dan terhindar dari melakukan perbuatan keji dan mungkar (Al Ankabut 45) serta tipudaya syetan yang berusaha menyesatkan (An Nahl 99)
  • Selalu mendapat jalan keluar dari berbagai kesulitan yang datang menghadang dan mendapat rezeki dari tempat yang tidak pernah diduga, serta selalu dicukupkan semua kebutuhan hidupnya ( At Thalaq 2-3)
  • Dibukakan baginya pintu kemenangan, diampuni dosanya yang lalu dan yang akan datang, ditambahkan baginya berbagai kenikmatan hidup, ditunjuki jalan yang lurus , dan diberi pertolongan dengan kekuatan yang dahsyat. ( Al Fath 1-3)

  • Selalu mendapat perhatian istimewa dari Allah dimanapun ia berada , selama ia ingat pada-Nya (Al Baqarah 152)
  • Terhindar dari beban hidup yang berat dan tidak sanggup dipikul serta terhindar dari siksa dan azab yang melampaui batas ( Al Baqarah 286)
  • Diampuni segala dosanya, dihapuskan segala kesalahannya dan diwafatkan bersama orang yang berbuat kebaikan ( husnul khotimah) (Ali Imran 193)
  • Mendapat kehidupan yang baik sampai datang ajal yang telah ditetapkan (Hud 3, An-Nahl 97)
  • Dibalasi dan dilipat gandakan amal kebaikannya dengan yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan ( An Nahl 96-97)
  • Selalu disertai Allah dimanapun mereka berada (Al Baqarah 153, Al Hadit 4)
  • Mendapat pertolongan dari ribuan tentara malaikat dalam menghadapi berbagai hal dan masalah didunia maupun akhirat ( Ali imran 124-125, Fushilat 30-31)
  • Dimudahkan semua urusannya dan diberi bimbingan menempuh jalan yang mudah (Al Lail 7, Al A’la 8)
  • Dibukakan baginya keberkahan dan pintu rahmat dari langit dan bumi (Al A’raaf 96)
  • Diwafatkan dalam keadaan baik dan disambut oleh para malaikat dengan salam penghormatan ( An Nahl 32, Ar Raad 23-24, Al Ahzab 44 )
  • Mendapat kehidupan yang baik selama masa menanti dialam barzakh ( Ali Imran 169)
  • Memiliki wajah yang putih berseri dihari berbangkit ( Ali Imran 106-107)
  • Memiliki wajah dan tubuh yang bercahaya terang dihari berbangkit ( Al Hadit 12-13 dan At Tahrim 8)
  • Menerima buku catatan amal dari sebelah kanan dan dimudahkan saat dihisab dan ditimbang semua amalnya (Al Haqqah 19-21 )
  • Memiliki timbangan kebaikan yang lebih banyak dan berat (Al Qori’ah 6-7,Al A’raaf 8)
  • Diselamatkan Allah dari ganas dan panasnya api neraka (Maryam 72-73, Al Lail 17)
  • Dimasukan kedalam taman syurga dan hidup kekal selamanya disana (Az zumar 73)
  • Rasulullah membuat perumpamaan antara orang yang berdzikir mengingat Allah dengan orang yang tidak berdzikir seperti orang yang hidup dengan orang yang mati.
  • Insya Allah dengan banyak berdzikir dilindungi Allah dari berbagai kejahatan mahluk ciptaannya yang terlihat maupun tidak terlihat, yang diketahui maupun tidak diketahui.

Mari kita hidupkan seluruh waktu kita dengan berdzikir mengingat Allah dimanapun kita berada ketika berdiri, duduk dan berbaring .., Insya Allah hidup menjadi mudah dan ringan... hatipun tenang dan tentram bersama Nya

Semoga rahmat Allah senantiasa terlimpah untuk kita , keluarga kita dan seluruh saudara-saudara muslim kita semua ,, aamin ya Rabb

Sabtu, 23 November 2013

:: SUNGGUH BERUNTUNG ORANG YANG MENDAPATI BANYAK AMALAN TAUBAT DAN ISTIGHFAR DALAM CATATANNYA




 

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam

طُوْبَى ِلمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيْفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيْرًا.

"Sungguh beruntung seseorang yang mendapati pada catatan amalnya istighfar yang banyak" (HR Ibnu Maajah)

Istighfar amalan yg mudah... akan tetapi tidak semua orang rajin melakukannya. Perbanyaklah beristighfar dan bertaubat kepada Allah... Terutama pada waktu-waktu mustajab, diantaranya di waktu sahur.

Allah Ta'ala berfirman

الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur. (QS Ali Imron : 17)

:: AHLI QURAN, YANG MEMBACA, MENGHAFAL, MENGAMALKANNYA KELAK DI HARI KIAMAT



Keluarga Qur'ani di dunia , kelak akan menjadi ahli Allah dan orang dekat Nya. Anas ra meriwayatkan 


Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :
Sesungguhnya Allah memiliki dua keluarga dari kalangan manusia. Para sahabat bertanya : Siapakah mereka wahai Rasulullah ? Beliau menjawab : Mereka adalah keluarga Al Qur'an (wali Allah) dan orang dekatNya (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

Barangsiapa yang disibukkan dengan membaca Al Quran daripada berdoa dan meminta kepadaku, kelak Aku akan memberinya pahala orang-orang yang bersyukur (HR, Ibnu Huzaimah)

Dalam hadist qudsi yang lain Allah Ta'ala berfirman :
" Barangsiapa yang disibukkan dengan membaca Al Quran dan berzikir daripada meminta kepada KU, maka kelak Aku akan memberi balasan yang lebih utama dari yang telah Ku berikan kepada orang-orang yang meminta" (HR,, Tirmidzi)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga bersabda bahwa sesuatu yang paling layak diambil oleh manusia pahalanya pada hari kiamat dan balasannya di dunia adalah Al Quran.

Sungguh (sesuatu) yang paling layak kalian ambil pahalanya adalah Al Quran (HR Bukhari)

Adapun keagungan seorang pembaca dan penghafal al Quran akan nampak tatkala ia telah masuk ke dalam surga. Akan dikatakan kepadanya setelah ia mendapatkan pahala yang besar , sekarang bacalah kitab Allah dan naiklah kamu sampai pada (derajat) kedudukanmu setinggi ayat yang kamu hafal.

" Jika Ahli Qur'an telah masuk surga, akan dikatakan kepadanya : "Bacalah dan naiklah." Maka iapun membaca seraya terus naik satu derajat setiap ayatnya, sampai ia baca ayat terakhir yang dihafalnya ( HR Ahmad dan Ibnu Majah)

" Sebaik baik orang diantara kalian ialah yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya (HR Bukhari)

Subhanallah ,
Semoga Allah memberikan kemampuan dan karunia bagi kita dan menyampaikan kita pada pertolongan serta rahmat Nya ...

اَمِيـْنْ يَـارَبَّ الْعَـالَمِيْــ



 


Wallahu a'lam bishawab
Ensiklopedi Hari Kiamat 2,
Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shufi

Jumat, 22 November 2013

:: RAHASIA SHALAT MALAM : MENYEMBUHKAN HATI YANG LALAI



Sifat Lalai adalah penyakit berbahaya dan menyimpang. Penyakit ini akan menimpa hati yang selalu tenggelam dalam hal mubah ,bermalasan-malasan dalam ketaatan , dan hanyut dalam segala kenikmatan.
Fokuslah untuk bemunajat kepada Allah , sedangkan ketika itu obat yang ampuh akan datang dengan izin Allah, yakni shalat malam.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :
* Barangsiapa mengerjakan shalat malam dengan membaca sepuluh ayat Qur'an, dia tidak dituliskan termasuk orang-orang yang lalai.
* Barangsiapa mengerjakan shalat malam dengan membaca 100 ayat Qur'an , dia akan dituliskan termasuk dalam orang yang Qunut nan ikhlas.
* Dan barangsiapa mengerjakan shalat malam dengan membaca 1000 ayat Qur'an dituliskan dalam sebagai orang yang kaya"


(HR. Abu Daud, Ibnu Khuzaimah dan Ibn Hibban, dihasankan oleh Al Albani dalam SHahih Al-Targib wa Al-Tarhib no.635)

Subhanallah ,

Tengoklah Obat HATI ada 5 menurut Yahya Ibn Mu'adz Al-Razi . Obat yang menjadikan hati tenteram. Obat yang membersihkan serta mencerahkan. Serta obat yang menghantarkan pada nikmat Cinta Rabb nya. :

1. Membaca Qur'an dan makna nya sambil mentafakurinya
2. Perut kosong disiang hari
3. Mengerjakan Shalat Malam
4. Merendah diri pada waktu shahur
5. Bergaul dengan orang-orang shaleh

Bangun malam memiliki keistimewaan dalam meredam nafsu dalam diri manusia, seperti keterikatan dengan mewahnya dunia, syahwat, kelezatan , kesombongan diri, dll.

Kedudukannya seperti ANTI TOKSIN.
Obat bagi hati yang cenderung semakin mengeras...
Bila hati semakin mengeras , nikmat ibadah akan semakin menjauh , dan sulit menerima cahaya petunjuk dari Nya.

Semoga bermanfaat membukakan hati ... Dan semoga Allah memberikan kemampuan selalu bagi kita , dan menyampaikan kita pada rahmat serta ridha Cinta Nya. Aamiin ya Rabb

:: YANG MEMBERATKAN DALAM MIZAN KELAK DI HARI PENGHITUNGAN .



Rasulullah shalallahu alaihi wassallam bersabda : " Sesuatu terberat yang ditimbang dalam neraca ialah "akhlak yang baik" (HR, Ahmad)

Yang memberatkan neraca adalah "akhlak yang baik", zikir , tasbih dan Al Quran Al Karim.


 

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda : 

Akan datang surah Al Baqarah dan Ali Imran pada hari kiamat seakan-akan keduanya ialah dua gumpalan awan atau dua naungan yang antara keduanya ada sinar. Dari dua kawanan burung yang membentangkan sayapnya di udara yang akan membela pembacanya ..... (Maksudnya pahala kedua surat tersebut pada hari kiamat akan datang membela pembacanya) (HR Muslim no 804)

Ilmu yang bermanfaat bagi manusia akan diletakkan di neraca orang berilmu yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.

Ibnu Mubarak meriwayatkan dalam kitab az Zuhd, juga dalam kitab Ad Durr Al Mantsur , dari Hammad bin Abu Sulaiman : Akan datang seorang manusia pada hari kiamat , lalu ia melihat perbuatannya ada di hadapannya. Dan pada saat ia dalam keadaan seperti itu , muncullah gumpalan awan yang kemudian jatuh pada neraca. Maka dikatakan kepadanya ; Inilah apa yang engkau ajarkan kepada manusia berupa kebaikan dan diwariskan setelah kepergianmu maka kamu pun dibalas karenanya .

Ya Allah karuniakan kami akhlak yang mulia, ilmu yang bermanfaat, hati yang semakin khusyu' dan tunduk , dan sampaikan kami pada rahmat serta ridha cinta Mu .


 اَمِيـْنْ يَـارَبَّ الْعَـالَمِيْــ



 


Wallahu a'lam bishawab
Ensiklopedi Hari Kiamat 2,
Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shufi


Jumat, 08 November 2013

:: AMALAN YANG DICINTAI ALLAH ADALAH AMALAN YANG RUTIN, IKHLAS, PENUH CINTA WALAUPUN SEDIKIT





"Amalan yang paling dicintai Allâh Ta ’alâ adalah amalan yang kontinyu walaupun sedikit.” (HR. Muslim).

Imam an Nawawi mengatakan: “Sesungguh
nya amal sedikit tapi kontinyu lebih baik daripada amal banyak namun terputus karena dengan kontinyunya amal sedikit akan melanggengkan ketaatan, dzikir, muraqabah (merasa diawasi Allâh ), niat, ikhlas, dan mengharap kepada Sang Pencipta. Dan buah dari amalan sedikit tetapi kontinyu berlipat-lipat lebih banyak daripada amal banyak namun terputus.” (Syarah Shahih Muslim).


Rajin Ibadah Janganlah Sesaat


Wahai saudaraku … Perlu diketahui bahwa ibadah tidak semestinya dilakukan hanya sesaat di suatu waktu.

Asy Syibliy pernah ditanya, ”Bulan manakah yang lebih utama, Rajab ataukah Sya’ban?” Beliau pun menjawab, ”Jadilah Rabbaniyyin dan janganlah menjadi Sya’baniyyin.” Maksudnya adalah jadilah hamba Rabbaniy yang rajin ibadah di setiap bulan, sepanjang tahun dan jangan hanya beribadah pada bulan Sya’ban saja. Kami kami juga dapat mengatakan, ”Jadilah Rabbaniyyin dan janganlah menjadi Romadhoniyyin.” Maksudnya, beribadahlah secara kontinu (ajeg) sepanjang tahun dan jangan hanya beribadah pada bulan Ramadhan saja. [ Latho-if Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, ]


Tanda Diterimanya Suatu Amalan


Saudaraku … Perlulah engkau ketahui bahwa tanda diterimanya suatu amalan adalah apabila amalan tersebut membuahkan amalan ketaatan berikutnya.


Dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya. [HR. Muslim]


Di antaranya lagi Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam contohkan dalam amalan shalat malam. Pada amalan yang satu ini, beliau menganjurkan agar mencoba untuk merutinkannya. Dari ’Aisyah, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

”Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg) walaupun sedikit.” [HR. Muslim]


Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku,

“Wahai ‘Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan. Dulu dia biasa mengerjakan shalat malam, namun sekarang dia tidak mengerjakannya lagi.” [HR. Bukhari]



Ibadah seharusnya tidak ditinggalkan ketika dalam keadaan lapang karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Kenalilah Allah di waktu lapang, niscaya Allah akan mengenalimu ketika susah.” [ HR. Hakim]


“... Tiada cara mendekat (taqarrub) seorang hamba yang lebih Ku-cintai melainkan dengan menunaikan fardhu yang telah Ku-tetapkan. Namun hamba-Ku senantiasa lebih berusaha mendekatkan diri kepada-Ku dengan melakukan yang nawafil, sampai Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang dengan itu ia mendengar, penglihatannya yang dengan itu ia melihat, tangannya yang dengan itu ia memukul, kakinya yang dengan itu ia berjalan. Jika ia memohon kepada-Ku sungguh akan Ku-karuniakan kepadanya, dan jika ia memohon perlindungan-Ku, Aku akan melindunginya. Dan Aku tidak pernah ragu-ragu pada sesuatupun di saat Aku akan melakukannya seperti ragu-Ku untuk mengambil jiwa seorang mukmin yang enggan mati, sedangkan Aku tidak suka mengganggunya. (HQR. Bukhari).

Semoga Allah menganugerahi kita kemampuan selalu dalam beramal soleh yang selalu dicintai oleh-Nya. Segala puji bagi Allah yang dengan segala nikmat-Nya setiap kebaikan menjadi sempurna. Aamiin ya Rabb

:: MEMETIK MANFAAT MEMBACA AL KAHFI DI HARI JUMAT



Hari Jum’at merupakan hari yang mulia. Bukti kemuliaannya, Allah mentakdirkan beberapa kejadian besar pada hari tersebut. Dan juga ada beberapa amal ibadah yang dikhususkan pada malam dan siang harinya, khususnya pelaksanaan shalat Jum’at berikut amal-amal yang mengiringinya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk. . . . " (HR. Abu Dawud, an Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim dari hadits Aus bin Aus)

Salah satu amal ibadah khusus yang diistimewakan pelakasanaannya pada hari Jum’at adalah membaca surat Al-Kahfi. Berikut ini kami sebutkan beberapa dalil shahih yang menyebutkan perintah tersebut dan keutamaannya.

1. Dari Abu Sa'id al-Khudri radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul 'atiq." (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736)

2. Dalam riwayat lain masih dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu 'anhu,

"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum'at." (HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang surat Al-Kahfi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Jami’, no. 6470)

3. Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.”

Al-Mundziri berkata: hadits ini diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad yang tidak apa-apa. (Dari kitab at-Targhib wa al- Tarhib: 1/298)”


Kapan Membacanya?

Sunnah membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada hari Jum’atnya. Dan malam Jum’at diawali sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis. Kesempatan ini berakhir sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’atnya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kesempatan membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at.


Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jum’at

Dari beberapa riwayat di atas, bahwa ganjaran yang disiapkan bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada siang harinya akan diberikan cahaya (disinari). Dan cahaya ini diberikan pada hari kiamat, yang memanjang dari bawah kedua telapak kakinya sampai ke langit. Dan hal ini menunjukkan panjangnya jarak cahaya yang diberikan kepadanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“ Pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.” (QS. Al-Hadid: 12)

Balasan kedua bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at berupa ampunan dosa antara dua Jum’at. Dan boleh jadi inilah maksud dari disinari di antara dua Jum’at. Karena nurr (cahaya) ketaatan akan menghapuskan kegelapan maksiat, seperti firman Allah Ta’ala:

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Huud: 114)


Surat Al-Kahfi dan Fitnah Dajjal

Manfaat lain surat Al-Kahfi yang telah dijelaskan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah untuk menangkal fitnah Dajjal. Yaitu dengan membaca dan menghafal beberapa ayat dari surat Al-Kahfi. Sebagian riwayat menerangkan sepuluh yang pertama, sebagian keterangan lagi sepuluh ayat terakhir.

Imam Muslim meriwayatkan dari hadits al-Nawas bin Sam’an yang cukup panjang, yang di dalam riwayat tersebut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Maka barangsiapa di antara kamu yang mendapatinya (mendapati zaman Dajjal) hendaknya ia membacakan atasnya ayat-ayat permulaan surat al-Kahfi.”


Dalam riwayat Muslim yang lain, dari Abu Darda’ radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, maka ia dilindungi dari Dajjal.” Yakni dari huru-haranya.

Imam Nawawi berkata, “Sebabnya, karena pada awal-awal surat al-Kahfi itu tedapat/ berisi keajaiban-keajaiban dan tanda-tanda kebesaran Allah. Maka orang yang merenungkan tidak akan tertipu dengan fitnah Dajjal. Demikian juga pada akhirnya, yaitu firman Allah:

“Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? . . .” QS. Al-Kahfi: 102. (Lihat Syarah Muslim milik Imam Nawawi: 6/93)


Semoga bermanfaat dan Rahmat Allah menyertai selalu .. Aamiin ya Rabb

Senin, 04 November 2013

:: SUBHANALLAH , MANFAAT ISTIGHFAR SUNGGUH LUAR BIASA



Bacaan Istighfar berbunyi "Astaghfirullah" atau lengkapnya "Astaghfirullahhal'adhim" merupakan kalimat yang sangat pendek dan bisa di ucapkan dengan mudah. Namun demikian kalimat ini jika di baca secara rutin dalam setiap waktu dan kesempatan, lebih-lebih sehabis melaksanakan sholat akan memberikan dampak yang besar bagi si pelakunya.

1. MENGANGKAT DERAJATNYA DI SYURGA

Rasulullah bersabda,"Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di syurga. Hamba itu berkata, "Wahai Allah, dari mana saya dapat kemuliaan ini?" Allah berkata "Karena istighfar anakmu untukmu." (HR.Ahmad dengan sanad hasan)

2. MENGIKUTI SUNNAH RASULULLAH

Abu Hurairah berkata,"Saya telah mendengar Rasulullah bersabda, Demi Allah, Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristighfar) dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali." (HR.Bukhari)

3. MENJADI SEBAIK-BAIK ORANG YANG BERSALAH

Rasulullah bersabda,"Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat."(HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim)

4. BERSIFAT SEBAGAI HAMBA ALLAH YANG SEJATI

Allah berfirman,"Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo'a: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka," (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta'at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur." (Ali Imran: 15-17)

5. TERHINDAR DARI STEMPEL (bercap; bertera) KEZHALIMAN

Allah berfirman,"....Barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim." (Al-Hujurat: 11)

6. MEMPEROLEH RAHMAT ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA

FirmanNya, “Hendaklah kalian meminta ampun kepada Allah Ta'ala, agar kalian mendapat Rahmat” (An-Naml :46)

Didalam firman-Nya yang lain,

“Maka aku katakan kepada mereka, "Mohonlah ampun kepada Rabb kalian, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan dengan lebat, dan akan membanyakkan harta dan anak-anak kalian, dan mengadakan untuk kalian kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untuk kalian sungai-sungai." (Nuh:10-12)

7. MENGGEMBIRAKAN ALLAH


Rasulullah bersabda,

"Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir." (HR.Bukhari dan Muslim)

8. MENGECEWAKAN SYAITAN DAN MEMBUAT SYAITAN PUTUS ASA


Sesungguhnya syaitan telah berkata, "Demi kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya,"Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku" (HR. Ahmad dan al-Hakim)

Ali bin Abi Thalib pernah didatangi oleh seseorang,"Saya telah melakukan dosa. "Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi", kata Ali. Orang itu menjawab, Saya telah bertaubat, tapi setelah itu saya berdosa lagi. Ali berkata, "Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi." Orang itu bertanya lagi, Sampai kapan? Ali menjawab, Sampai syaitan berputus asa dan merasa rugi." (Kitab Tanbihul Ghafilin: 73)

9. DOSA-DOSANYA DIAMPUNI


Rasulullah bersabda, "Allah telah berkata, Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang menyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengampuni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya)." (HR. Ibnu Majah, Tirmidzi)

Imam Qatadah berkata,"Al Qur'an telah menunjukkan penyakit dan ubat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan ubat kalian adalah istighfar." (Kitab Ihya Ulumiddin: 1/410)

10. MEMBEBASKAN DIRI DARI ADZAB

Istighfar merupakan sarana yang paling pokok untuk membebaskan diri dari adzabnya, sebagaimana firman-Nya,

“Dan tidaklah Allah Ta'ala akan mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (Al-Anfal: 33)

11. SELAMAT DARI API NERAKA

Hudzaifah pernah berkata, "Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan ku masuk neraka. Rasulullah bersabda, Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam." (HR.Nasa'i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya)

12. MENDAPAT BALASAN SYURGA

"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan syurga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal." (Ali Imran: 135-136)



13. MENGUSIR KESEDIHAN DAN MELAPANGKAN KESEMPITAN

Rasulullah bersabda,"Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangka." (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad)

14. MELANCARKAN REZKI

Rasulullah bersabda,"Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rezkinya karena dosa yang dilakukannya." (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah)

15. BERKEPRIBADIAN SEBAGAI ORANG BIJAK

Seorang ulama berkata,"Tanda orang yang arif (bijak) itu ada enam. Apabila ia menyebut nama Allah, ia merasa bangga. Apabila menyebut dirinya, ia merasa hina. Apabila memperhatikan ayat-ayat Allah, ia ambil pelajarannya. Apabila muncul keinginan untuk bermaksiat, ia segera mencegahnya. Apabila disebutkan ampunan Allah, ia merasa gembira. Dan apabila mengingat dosanya, ia segera beristighfar." (Kitab Tanbihul Ghafilin: 67)

16. MUDAH MENDAPATKAN ANAK

Allah berfirman,"Maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai." (Nuh: 10-12)

17. MENGUSIR KESEDIHAN DAN MELAPANGKAN KESEMPITAN

Rasulullah bersabda,"Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangka." (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad)

18. MEMBERSIHKAN HATI

Rasulullah bersabda, "Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya." (HR. Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi)

19. MUDAH MENDAPATKAN AIR HUJAN

Ibnu Shabih berkata,"Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya (ladangnya) tandus, ia berkata, "Perbanyaklah istighfar". Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ia berkata, “Perbanyaklah istighfar”. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata, Perbanyaklah istighfar.” (Kitab Fathul Bari: 11/98)

20. MENJADI ORANG YANG BERUNTUNG

Allah berfirman,"Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." (An-Nur: 31)

Aisyah berkata, "Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka." (HR. Bukhari)

21. KEBURUKANNYA DIGANTI DENGAN KEBAIKAN


Allah berfirman,"Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh, maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al-Furqan: 70)

"Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat." (Hud: 114)

22. BERCITRA SEBAGAI ORANG MUKMIN

Rasulullah bersabda,"Tidak seorangpun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik dan ia menyadari bahwa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahwa tiada Tuhan yang bisa mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin." (HR. Ahmad)

Nabi Musa as berdoa:

"Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya." [Al A'raaf: 155]


 

Mari lafazkan istighfar setelah selesai shalat serta dalam qalbu kita (dalam aktifitas keseharian kita).
Semoga bermanfaat ,
dan semoga keberkahan , ampunan serta rahmat Allah senantiasa menyertai kita ... aamiin ya Rabb

Jumat, 25 Oktober 2013

:: INDAHNYA KASIHSAYANG ALLAH SAAT MENJENGUK ORANG SAKIT




Pada diri orang sakit terdapat keutamaan dan kemuliaan bagi orang yang menjenguknya berdasarkan kabar berita dari baginda Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang diutus menjadi rahmat bagi semesta alam. Allah telah janjikan pahala yang banyak dan ganjaran yang besar bagi orang yang menjenguk orang sakit. Di antara dalil-dalil yang menunjukkan:

1. Dari Tsauban Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ

"Siapa yang menjenguk orang sakit, ia berada dalam kebun surga sehingga dia kembali." (HR. Muslim dan Ahmad. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami' no. 6389) tentang maksud kebun surga di sini adalah buah-buahannya.

2. Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ

"Tidaklah seorang muslim yang menjenguk muslim lainnya di pagi hari kecuali ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga sore hari. Dan jika menjenguknya di sore hari, ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga pagi, dan baginya satu kebun di surga." (HR. al-Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Tirmidzi)

3. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ عَادَ مَرِيضًا نَادَى مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنْ الْجَنَّةِ مَنْزِلًا

"Siapa yang menjenguk orang sakit, maka ada seorang yang berseru dari langit: kamu adalah orang baik, dan langkahmu juga baik dan engkau berhak menempati satu tempat di surga." (HR. Ibnu Majah, al-Tirmidzi, dan ahmad. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam al-Misykah no. 5015. Ibnu Hibbad juga menshahihkannya sebagaimana yang disebutkan Ibnul Hajar dalam Al-Fath)

4. Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَزَلْ يَخُوضُ فِي الرَّحْمَةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ اغْتَمَسَ فِيهَا

"Siapa yang mejenguk orang sakit, ia terus dalam naungan rahmat sehingga duduk. Maka apabila ia duduk, ia tenggelam ke dalamnya." (HR. Ahmad. Dishahihkan Al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah, no. 2504)

5. Sesungguhnya menjenguk orang sakit adalah salah satu dari jalan surga. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Siapa di antara kalian yang berpuasa di pagi ini?"

Abu Bakar menjawab, "Saya."

Beliau bertanya, "Siapa di antara kalian yang sudah menjenguk orang sakit hari ini?"

Abu Bakar menjawab, "Saya."

Beliau bertanya lagi, "Siapa di antara kalian yang telah menghadiri jenazah di pagi ini?"

Abu Bakar menjawab, "Saya."

Beliau bertanya lagi, "Siapa di antara kalian yang telah memberi makan orang miskin di pagi ini?

Abu Bakar menjawab, "Saya".

Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Tidaklah semua ini terkumpul dalam diri seseorang ekcuali pasti ia masuk surga." (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah, no. 88)

Subhanallah ..

■ Sesungguhnya kita tidak tahu amal kita mana yang menjadi sebab utama datangnya rahmat bagi diri kita. Berapa banyak rahmat Allah dilimpahkan kepada seseorang karena amal-amal kecil yang dilaziminya. Karena itulah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Janganlah engkau remehkan kebaikan sekecil apapun itu, walau engkau bertemu saudaramu dengan wajah yang berbinar (menyenangkan)." (HR. Muslim dari Abu Dzar Radhiyallahu 'Anhu)

Semoga tulisan ini menyemangati kita untuk menghidupkan akhlak mulia ini (menjenguk orang sakit) yang banyak diremehkan orang. Berusaha ikhlas dan berharap pahala dari Allah serta apa yang dijanjikan-Nya melalui lisan Nabi-Nya. 》Karena ikhlash adalah syarat diterimanya amal kebaikan seseorang dan menjadi penyempurna dari apa yang dilakukan.




Ayahanda Ibrahim  
(semoga Allah karuniakan kemuliaan dan rahmat)

:: LEBIH UTAMA MANAKAH BIDADARI DUNIA DARI BIDADARI SURGA



Ummu Salamah: "Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?"

Rasulullah salallahu 'alaihi wasallam : "Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan yang tampak daripada apa yang tidak tampak. "

Ummu Salamah: "Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam : " Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasaannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, 'Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya. "

Subhanallah , semoga Allah memberikan kemampuan ketaatan, membukakan karunia dan rahmat Nya bagi saudari-saudari muslimahku seluruhnya .... اَمِيـْنْ يَـارَبَّ الْعَـالَمِيْـ

:: MASUK SURGA DARI PINTU MANAPUN



A. Jumlah Pintu Surga

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

فِي الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ لَا يَدْخُلُهُ إِلَّا الصَّائِمُونَ.

“Surga memiliki delapan pintu. Ada pintu yang diberi nama Ar-Rayyan. Tidak ada yang memasukinya kecuali orang-orang yang rajin berpuasa saja” (HR Al-Bukhari: 3257)

Dalam hadits lainnya,
“Barangsiapa yang memberi nafkah dua orang suami istri di jalan Allah, maka dia akan dipanggil dari balik pintu-pintu surga ‘Wahai hamba Allah, pintu ini baik (bagimu).’

Barangsiapa yang termasuk orang-orang yang rajin shalat, maka akan dipanggil dari PINTU SHALAT.

Barangsiapa yang termasuk orang-orang yang kerap berjihad, maka akan dipanggil dari PINTU JIHAD.

Barangsiapa yang termasuk orang-orang yang gemar berpuasa, maka akan dipanggil dari PINTU RAYYAN.

Barangsiapa yang termasuk orang-orang yang suka bersedekah, maka akan dipanggil dari PINTU SHADAQAH"

(HR Bukhari: 1897)

Jadi jumlah pintu surga adalah delapan buah. Empat diantaranya adalah: pintu shalat, pintu jihad, pintu Rayyan dan pintu shadaqah.

Adapun empat pintu yang lainnya, para ulama berbeda pendapat.

B. Bisakah Masuk Surga Dari Seluruh Pintu...?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇﺫﺍ ﺻﻠﺖ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺧﻤﺴﻬﺎ ﻭﺻﺎﻣﺖ ﺷﻬﺮﻫﺎ ﻭﺣﻔﻈﺖ ﻓﺮﺟﻬﺎ ﻭﺃﻃﺎﻋﺖ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﻗﻴﻞ ﻟﻬﺎ ﺍﺩﺧﻠﻰ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻣﻦ ﺃﻯ ﺃﺑﻮﺍﺏ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﺷﺌﺖ

“Bila seorang istri telah mendirikan shalat lima waktu, berpuasa bulan Ramadhan, menjaga kesucian dirinya, dan taat kepada suaminya,

Niscaya kelak akan dikatakan kepadanya,

"Masuklah ke Surga dari pintu manapun yang engkau suka...”

(Shahih, HR Ahmad dan lainnya)

Semoga Allah memberi kemudahan bagi saudari-saudariku yang shalihah untuk masuk surga dari pintu manapun yang ia suka.

اَمِيـْنْ يَـارَبَّ الْعَـالَمِيْــ


Jumat, 04 Oktober 2013

:: HIKMAH BERQURBAN, YUK SISIHKAN DAN JANGAN LEWATKAN



Qurban dalam bahasa Arab sendiri disebut dengan qurbah yang berarti mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala ...

Menyembelih hewan qurban pada hari Idul Adha adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama dari pada sedekah yang senilai atau harga hewan qurban atau bahkan sedekah yang lebih banyak dari pada nilai hewan qurban. Karena maksud terpenting dalam berqurban adalah mendekatkan diri kepada Allah. Memberikan terbaik sebagai pengorbanan kita kepada Rabb Pemilik jiwa kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak ada amal yang lebih utama pada hari-hari (tasyriq) ini selain berkurban.” Para sahabat berkata, “Tidak juga jihad?” Beliau menjawab: “Tidak juga jihad. Kecuali seseorang yang keluar dari rumahnya dengan mengorbankan diri dan hartanya (di jalan Allah), lalu dia tidak kembali lagi” (HR Bukhari).

Sedemikian agungnya syariat qurban, sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berqurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami” (HR Ibnu Majah & Al-Hakim, dihasankan oleh Syaikh Albani).

Yakinlah, bagi mereka yang berqurban, Allah akan segera memberikan ganti biaya qurban yang dia keluarkan. Karena setiap pagi Allah mengutus dua malaikat. Malaikat yang pertama berdoa: “Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak,” sedangkan malaikat yang kedua berdoa: “Ya Allah, berikanlah kehancuran bagi orang pelit yang menahan hartanya” (HR Bukhari & Muslim).

Siapa yang Berqurban,maka sesungguhnya ia sedang mendekatkan dirinya kepada Allah Ta'ala, dan siapa yang diberi kelapangan rizki, namun tidak mau berqurban, maka sesungguhnya ia sedang menjauhi Allah.

Allah subhana wa Ta'ala berfirman : Sungguh , Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak, maka laksanakan salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah) ... (QS Al Kausar : 1-2)

Wallahu a'lam bishawab


:: MERASA DIPANGGIL ALLAH UNTUK SHALAT MALAM (CARA MEMOTIVASI DIRI)



Cara agar istiqomah menghidupkan shalat malam salah satunya adalah dengan merasa diri dipanggil Allah dan menghadirkan di hati dan pikiran kita bahwa Rabb Yang Maha Besar sedang memanggil untuk sebuah urusan besar yang harus diselesaikan di malam hari, sebelum urusan yang maha besar harus diselesaikan saat hari pembalasan. Artinya dengan shalat malam, kita memohon ampunan keringanan dosa dan besarnya ampunan untuk memperingan perhitungan di hari kiamat.

Allah memerintahkan Nabi Muhammad Salallahu'alaihiwassalam dan sahabat serta semua umatnya untuk mengerjakan shalat malam. Firman Allah :
Dengan Nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ

73.1. Hai orang yang berselimut (Muhammad),

قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلاً

73.2. bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari , kecuali sedikit (daripadanya),

نِصْفَهُ أَوِ انقُصْ مِنْهُ قَلِيلاً

73.3. (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلاً

73.4. atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan.

Sa'd ibn Hisyam ibn Amir bertanya pada Aisyah r.a tentang shalat malam Nabi. Aisyah menjawab :

"Bukankah kamu sudah membaca "Wahai Orang Berselimut (Muhammad) ?", sesungguhnya Allah mewajibkan shalat malam, maka Nabi dan para sahabat terus menerus mengerjakan shalat malam. Allah menahan kewajiban shalat malam itu selama 12 bulan hingga pada akhir surat Al Muzzamiil ini, Allah menurunkan ayat yang mengisyaratkan keringanan. Sejak saat itu shalat malam menjadi shalat sunnah hukumnya, setelah sebelumnya diwajibkan (HR. Muslim)

Ada 2 faedah dalam sebutan al-Muzzammil ini (yang berselimut):

1. Kelembutan dari Allah kepada hambaNya
2. Peringatan kepada setiap orang berselimut pada malam hari agar bangun untuk shalat malam dan zikir kepada Allah.

Sayyd Quthub berkata : Ini adalah seruan dari langit, dari Rabb Maha Tinggu dan Maha Besar, untuk sebuah urusan besar menantimu. Bangunlah dengan bersusah payah. Bangunlah dengan berusaha keras. Untuk sebuah perkara yang agung.

Al-Isra' (17) No. Ayat : : 79

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَى أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَاماً مَّحْمُوداً

17.79. Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

Sayyd Quthb menafsirkan ayat ini. :
Dengan shalat malam, bacaan Qur'an, tahajud dan pertalian yang abadi dengan Allah , itulah jalan yang akan mendatangkan kedudukan terpuji. Rasulullah diperintahkan untuk shalat tahajjud dan membaca Quran agar sampai kepada kedudukan terpuji yang dipersiapkan oleh Rabb Nya.--padahal beliau adalah Manusia Pilihan. Maka betapa ini lebih perlu manusia-manusia lain pada wasilah-wasilah ini untuk meraih kedudukan mulia dipersiapkan bagi mereka. Itulah bekal perjalanan mulia yang harus dimiliki.

Al-Insan (76) No. Ayat : : 26

وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلاً طَوِيلاً

76.26. Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari.

AL Qasimi menafsirkan bahwa ini maksud Allah memotivasi Nabi untuk mengerjakan shalat malam dan seukuran waktu yang baik adalah tengah malam atau lebih dari tengah malam (1/3 malam terkahir).

Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda :

"Pada setiap malam, Allah turun ke langit dunia ketika seperlima malam pertama habis. Lalu Dia berfirman : "AKULAH RAJA ! AKULAH RAJA ! SIAPA SAJA BERDOA KEPADA-KU PASTI AKU KABULKAN.
SIAPA MEMINTA KEPADA-KU PASTI AKU BERIKAN
SIAPA MEMOHON AMPUNAN KEPADA-KU AKU AMPUNI.
ALLAH TERUS BERFIRMAN DEMIKIAN SAMPAI FAJAR TIBA (HR. MUSLIM)

Wahai Saudaraku, apabila malam datang, duduklah kalian dalam hati yang terbelah. Masuklah kalian menjadi orang yang hina dan tak bernilai di hadapanNya. Lapangkan genggaman dan bersedekahlah kepada Allah. Mudah-mudahan tidak ada penyesalan hari ini dan esok hari.

Semoga Allah memberi ampunan, kemampuan, keberkahan dan keridhaan selalu , dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hambaNya yang terpuji , berkedudukan dekat dengan Nya


. اَمِيـْنْ يَـارَبَّ الْعَـالَمِيْــ