Tampilkan postingan dengan label SURGA DAN NERAKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SURGA DAN NERAKA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Januari 2014

:: SAAT PROSES HISAB MAKHLUK



Didalam kitab Qartul Ghois karya Syaikh Nawawi Al-Jawi dijelaskan.

Disebutkan dalam Hadits, bahwa yang pertama kali dihisab oleh Allah adalah Lauhul Mahfudz ( tempat tulisan Taqdir-taqdir Makhluq ).

Lauhul Mahfudz di panggil, maka seketika itu gemetarlah seluruh tubuhnya seraya Allah berfirman : Apakah kamu telah sampaikan apa yang tertulis padamu kepada Israfil ?

Lauhul Mahfudz menjawab : "Benar, sudah"

Lalu Israfil di panggil : Wahai Israfil". Gemetarlah Israfil karena takut kepada Allah.

Allah :"Apa yang kamu lakukan atas pemberitahuan Lauhul Mahfudz ?

Israfil :"Saya telah menyampaikan kepada Jibril."

maka dipanggilah JIbril seraya gemetarlah seluruh tubuhnya.

Allah : "Wahai Jibril, apa yang kamu perbuat sehubungan dengan pemberitahuan Israfil kepadamu.

Jibril : "Sudah saya sampaikan kepada para para utusanmu ( Rasul-Rasul )

Kemudian Para Rasul dipanggil

Allah : Wahai para rasul apa yang kalian perbuat sehubungan dengan pemberitahuan Jibril kepada kalian"

Rasul : Sudah kami sampaikan kepada umat manusia.

Kemudian para Manusia ditanya ( Oleh Allah ) tentang :

Umurnya dihabiskan untuk apa ?
Masa mudanya di pergunakan untuk apa ?
Hartanya diperoleh darimana dan dibelanjakan untuk apa ?
Dan Ilmunya untuk apa ?

Semua itu sebagaimana Firman Allah ( QS : Al-A'raf 6-7 )

فَلَنَسْأَلَنَّ الَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ وَلَنَسْأَلَنَّ الْمُرْسَلِينَ فَلَنَقُصَّنَّ عَلَيْهِمْ بِعِلْمٍ وَمَا كُنَّا غَائِبِينَ

"Maka sungguh kami akan menanyai orang-orang yang telah diutus rasul-rasul kepada mereka dan sungguh kami akan menanyai rasul-rasul, maka sungguh akan kami kabarkan kepada mereka ( apa-apa yang telah mereka perbuat ), sedang ( Kami ) mengetahui ( keadaan mereka ) dan kami sekali-kali tidak jauh ( dari mereka )

Dan Firman Allah ( QS : Al-Hijr 91-92 )

فَوَرَبِّكَ لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Maka demi tuhanmu, kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang mereka kerjakan dahulu."

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, ringankanlah hisaban kami kelak dan jadikanlah kami dari golongan ahli surgaMu tanpa Hisab...

اَمِيـْنْ يَـارَبَّ الْعَـالَمِيْــ

 

Wallahu a'lam bishawab
Kitab Kuning

:: KONDISI MEREKA YANG BERTAKWA PADA SAAT DITAMPAKKAN AMAL



Takwa mempunyai banyak tingkatan...
Setiap kali derajat ketakwaan seseorang didunia bertambah , akan bertambah tinggi pula kemuliaan dan kedudukannya di akhirat pada saat kiamat.
Ia berada di level yang aman dari goncangan kiamat serta rasa takut yang sangat.

Sementara Allah sendiri telah menegaskan bahwa diri Nya Wali bagi orang-orang mukmin yang shadiq (benar-benar beriman). Mereka yang istiqomah diatas jalanNya dan mengerjakan amal salih. Allah lah wali mereka di dunia dan wali mereka saat hari kebangkitan, juga wali saat penghisaban dan saat mereka menyeberang di atas titian.

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan "Rabb kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka , maka malaikat turun kepada mereka dan mengatakan :
" Janganlah kamu takut dan janganlah merasa bersedih, Gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung pelindungmu di dunia dan akhirat, yang didalamnya kamu memperoleh apa yang kamu minta. Sebagai hidangan bagimu dari Rabb yang Maha pengampun lagi Maha Penyayang ". (QS Fuslihat 30-32)

" Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa." (Yunus : 62-63)

" Hai hamba-hamba Ku , tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri" (Az Zukhruf : 68-69)

Allah menjanjikan bagi mereka yang bertakwa, para wali dan orang-orang yang beriman dengan benar mereka tidak akan merasa takut pada hari dimana seluruh manusia merasa takut.

Ya Allah, ampunilah kami , bimbinglah kami selalu pada jalan Mu , dekatkan kami pada MU dan masukkan kami ke dalam golongan hamba-hambaMU yang bertakwa ,
  

اَمِيـْنْ يَـارَبَّ الْعَـالَمِيْــ



Wallahu a'lam bishawab
Syaikh Mahir Ahmad ash Shufi
Ensiklopedia hari kiamat 2

:: TINGKATAN SURGA DAN PENGHUNINYA




Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda :
"Barangsiapa beriman kepada ALLAH dan Rasul-Nya dan mendirikan shalat serta berpuasa di bulan Ramadhan, maka wajib bagi ALLAH untuk memasukkannya ke dalam surga. Dan orang yang berjihad dijalan ALLAH atau duduk di negerinya dimana ia dilahirkan. Maka sahabat berkata : 'Ya Rasulullah, tidakkah kamu beritakan kepada orang-orang?" Rasul SAW menjawab : "Sesungguhnya di dalam surga ada seratus tingkatan yang disediakan ALLAH, jarak antara dua tingkatan seperti antara langit dan bumi. Maka apabila kamu memohon kepada ALLAH, mohonlah (surga) Firdaus kepada-Nya, karena ia terletak ditengah surga-surga yang tertinggi'. Saya rasa beliau mengucapkan :' Dan diatas-Nya ada Arsy Ar-Rahman dan dari situ dipancarkan sungai-sungai surga". (HR. Bukhari dari Abu Hurairah ra).

Dalam riwayat lain dijelaskan :
"Sesungguhnya penghuni tingkatan-tingkatan yang tinggi bisa terlihat orang-orang dibawah mereka sebagaimana kalian melihat bintang yang naik di cakrawala langit, dan sesungguhnya Abu Bakar dan Umar termasuk dari mereka dan keduanya bersenang-senang". (HR. At-Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban, dari Abi Said).

Menurut Al-Qurthubi, bahwa kamar-kamar disurga itu berbeda-beda dalam ketinggian dan sifatnya sesuai dengan perbedaan amal-amal para penghuninya. Sebagiannya lebih tinggi dan mulia dari pada sebagian yang lain. Penghuni tingkatan yang tinggi berada dalam kenikmatan yang lebih tinggi dari pada orang-orang yang dibawah mereka. ALLAH telah menyebutkan bahwa Dia menyediakan dua surga bagi orang-orang yang takut.

"Dan bagi yang takut saat menghadap Tuhannya ada dua surga". (QS Ar-Rahman:46).

“Dan selain dari dua surga itu ada dua syurga lagi” (QS Ar Rahman:62)

Menurut Ibnu Abbas dan Abu Musa Al-Asy’ari, bahwa dua surga yang pertama itu disediakan ALLAH untuk para muqaribbin. Sedangkan dua surga yang dibawahnya diperuntukkan mereka dari golongan kanan.

Perbedaan keduanya terkait dengan sifat yang ada didalamnya. Seperti Firman ALLAH :
“Di dalam kedua syurga itu ada dua buah mata air yang mengalir” (QS. Ar Rahman 50), sedangkan dua surga yang dibawahnya :
“Di dalam kedua syurga itu ada dua buah mata air yang memancar”
(QS. Ar Rahman:66).

Begitu juga mengenai buah-buahan yang ada didalamnya. Dalam dua surga yang pertama terdapat macam-macam : “… buah-buahan yang berpasangan” (QS Ar Rahman: 52), sedangkan dua surga dibawahnya hanya disebutkan : “ada (macam-macam buah-buahan dan kurma serta delima". (QS. Ar Rahman: 68).

Dalam dua surga pertama ALLAH berfirman :

“Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua syurga itu dapat (dipetik) dari dekat” (QS Ar Rahman:54).

Sedangkan dua surga dibawahnya ALLAH menerangkan :
“Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah” (QS Ar Rahman :76).

Selanjutnya disebutkan pula mengenai sifat-sifat bidadari yang ada didalamnya. Dalam dua surga yang pertama, ALLAH menyebutkan : “Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan” (QS Ar Rahman : 58). Sedangkan bidadari yang ada dalam dua surga dibawahnya disebutkan ALLAH : “Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik- baik lagi cantik-cantik” (QS Ar Rahman:70).

Mengenai derajat surga yang paling rendah dan paling tinggi, Rasulullah SAW menyebutkan :

“Nabi Musa as bertanya kepada Rabb : ‘Siapakah penghuni surga yang terendah derajatnya?’
Allah subhana waTa'ala menjawab : ‘ia adalah seorang anak laki-laki yang datang terakhir sesudah seluruh penghuni surga dimasukkan kesurga. Kemudian dikatakan kepadanya : ‘Masuklah kedalam surga’. Maka ia berkata, ‘Ya Tuhanku, bagaimana? Surga telah penuh. Orang-orang telah menempati tempat-tempat mereka dan mengambil bagian-bagian mereka?’. Maka dikatakan padanya : ‘Tidakkah engkau suka memiliki seperti kerajaan seorang raja didunia?’. Orang itu menjawab : ‘aku rela Wahai Tuhanku’ Maka ALLAH berkata : ‘bagimu kerajaan ini sepuluh kali seperti itu dan bagimu apa yang disukai oleh dirimu dan menyedapkan pandanganmu’. Orang itu berkata : ‘ Aku rela wahai Tuhanku’.

Nabi Musa as berkata : Ya Tuhanku, siapakah orang yang paling tinggi derajatnya disurga?’ ALLAH menjawab : ‘Mereka itu adalah orang-orang yang ku kehendaki, Ku-tanam kemuliaannya dengan kekuasaan-Ku dan Aku karuniakan rahmat atasnya. Maka ia tidak pernah terlihat oleh mata, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia."

Menurut Ibnu Katsir dalam An-Nihayah, orang yang mendapatkan derajat tertinggi di surga itu adalah Wasiilah, yang didalamnya ada kedudukan Rasulullah SAW. Jadi, mendapatkan derajat tertinggi di surga Insya ALLAH adalah Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan diantara mereka yang akan mendapatkan tingkatan tinggi di surga adalah para syuhada'. Dan yang paling utama dari syuhada’ adalah mereka yang berperang dibarisan pertama, dan mereka tidak berpaling sedikitpun hingga mereka terbunuh.

Rasulullah Shalallahu alaihi wassallam menerangkan dalam Hadits :

“Para syuhada’ yang paling utama adalah orang-orang yang berperang dibarisan pertama. Mereka tidak memalingkan wajah-wajah mereka sehingga mereka terbunuh. Mereka itu berbaring dikamar-kamar tertinggi disurga. Tuhanmu tertawa pada mereka. Apabila Tuhanmu tertawa kepada seorang hamba disuatu tempat, maka baginya tidak dikenai hisab” (HR. Imam Ahmad dan Thabrani dari Nua’im bin Hammar).

Selain itu juga mereka yang membantu janda dan orang miskin termasuk yang mengasuh anak yatim. Demikian juga, orang tua yang karena kebaikan do’a anak-anaknya. Kesemuanya itu termasuk mereka yang mendapat derajat tinggi di surga kelak.

Subhanallah , Allahu Akbar

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, pasangan, orangtua dan anak cucu keturunan kami , keluarga kami serta seluruh saudara-saudara muslim kami ., sampaikanlah kami pada rahmat serta Cinta Mu , dan selamatkan kami dari api neraka Mu ,
اَمِيـْنْ يَـارَبَّ الْعَـالَمِيْــ


Wallahua'lam bishawab
Dari berbagai sumber

Jumat, 17 Januari 2014

:: BURAQ (KENDARAAN SUPER KILAT)


Kata Buraq Berasal dari kata Barkun (bersinar), sewaktu ia datang tampak putih bersinar. Dan putih berkilau, itu adalah sebaik-baik warna.

Ada yang berpendapat, bahwa kata buroq itu berasal dari kata Barqun Yang berarti kilat, karena kecepatan jalannya seperti kilat. Allah mengutus Buraq dari surga menjadi kendaraan Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan isra’ Mi’raj, untuk memuliakan dan mengagungkan beliau.

Buraq adalah binatang yang putih panjang, tingginya diatas khimar diatas keledai, larinya secepat kilat, langkahnya sejauh mata memandang, kedua telinganya senantiasa bergerak. Ketika ia mendaki gunung, kedua kaki belakangnya lebih panjang, sedangkan ketika ia menuruni kedua kaki depannya yang lebih panjang.

Buraq itu memiliki dua sayap yang terletak pada kedua pahanya. Sayap itu untuk membantu kedua kakinya ketika berlari, sehingga ia bisa berlari secepat kilat.

Sewaktu Rosulullah hendak menaikinya, Buroq tadi meronta-ronta sepertinya hendak melarikan diri, lalu jibril memegang tubuhnya seraya berkata :”Apakah kamu tidak merasa malu, hai Buraq? Demi Allah, tidak akan naik kepadamu kecuali mahluk yang mulia dihadapan Allah”.

Mendengar penuturan dari jibril tadi, tubuh Buraq langsung berkeringat karena rasa malunya terhadap Rosulullah, ketika dirinya sudah tenang Rosulullah SAW baru mengendarainya”.

Dalam riwayat lain disebutkan : Mahluk itu disebut dengan Buraq karena jalannya dan kecepatannya seperti kilat. Tatkala Rosulullah hendak menaiki, tiba-tiba Buraq itu berguncang, seraya berkata : “Demi kemuliaan Tuhanku, diriku tak bisa dinaiki kecuali Nabi dari bangsa Hasyim, bangsa Ibthi, bangsa quraisy, yang bernama Muhammad bin Abdullah, yang mempunyai Al-Qur’an”. Nabi SAW lantas berkata : “Aku adalah Muhammad bin Abdullah”. Akhirnya beliau bisa menaiki Buraq tersebut kemudian pergi ke surga.

Perlu diketahui, bahwa para Nabi telah menaiki Buraq tersebut sebelum Rosulullah SAW.

Berkata Sa’id bin Musyyayap r.a. dan imam lainnya : Bahwa Buraq merupakan kendaraan Nabi Ibrahim as untuk mengunjungi Baitul Haram.

Buraq memiliki dua sayap yang manjangnya antara langit dan bumi. Wajahnya seperti manusia, lisannya seperti lisan orang arab, kedua alisnya tampak jelas, kedua tanduknya besar, kedua telinganya tipis, dan dan terbuat dari zamrud hijau, kedua matanya hitam. Ada yang mengatakan matanya seperti binatang yang bersinar. jambulnya dari yakud hijau, ekornya seperti ekor sapi yang yang ditaburi emas merah.

Ada pula yang mengatakan : Buraq dalam keelokannya seperti burung merak, yang lebih tinggi dari khimar dan lebih rendah dari pada keledai.

Buraq adalah kendaraan ahli surga, kemanapun ahli surga pergi menggunakan Buraq sebagai kendaraannya, karena sangat luasnya surga maka diperlukan kendaraan super kilat yang bisa dipakai untuk menjangkau setiap sudut dan tempat di surga dengan mudah dan cepat. Selain itu juga ada kendaraan-kendaraan lain yang disukai penghuni surga, yang keindahannya dan kecepatannya jauh melebihi segal kecepatan kendaraan yang ada di dunia ini.

Semoga Allah menjadikan kita dan keluarga kita ahli surga , menjauhkan dari azab neraka serta dapat mengendarainya kelak di surga nanti,

اَمِيـْنْ يَـارَبَّ الْعَـالَمِيْــ

Rabu, 25 Desember 2013

:: MEREKA YANG MENDAPAT NIKMAT MASUK SURGA TANPA HISAB


Mereka yang akan masuk surga tanpa hisab memiliki amal yang beragam dan tingkatan yang berbeda-beda...
Tapi, semuanya adalah orang-orang mukmin yang beramal dengan benar dan setiap mereka tergantung pada kemudahan yang Allah berikan kepadanya selama di dunia untuk beramal, mengikhlaskan niat padanya , demi mencari ridha Allah semata.

Siapa sajakah mereka :

1. Orang -orang yang bertawakal kepada Allah

Telah diperlihatkan kepadaku berbagai umat dari seluruh manusia. Ada seorang nabi lewat bersama satu umat, kemudian ada seorang nabi yang lewat bersama beberapa orang, lalu ada nabi yang lewat bersama sepuluh orang, dan ada nabi yang lewat bersama lima orang, dan ada yang lewat seorang diri. Setelah itu , aku melihat sekelompok orang yang banyak , wahai Jibril apakah itu umatku ? Bukan , lihatlah ke ufuk sebelah sana : dan ternyata aku melihat sekelompok manusia yang lebih banyak lagi. Jibril berkata ; mereka adalah umatmu. Jumlah mereka 70.000 orang , di antara mereka yang pertama kali akan masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab. Nabi shalallahu alaihi wasallam bertanya : mengapa demikian. Sebab mereka dahulu tidak berobat dengan kay (besi yang panas) tidak minta diruqyah dan tidak tathayyur (menentukan nasib dengan burung) dan hanya bertawakal kepada Allah (shahih Bukhari)

Abu Bakar ash Shiddiq meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda : " Aku diberi 70.000 orang yang akan masuk surga tanpa hisab, wajah mereka layaknya rembulan di malam purnama , hati mereka sama seperti hati satu orang. Lalu aku pun meminta tambahan lebih banyak dari itu. Hingga Allah memberikan tambahan yaitu setiap satu orang akan menambah (memberi syafaat) 70.000 orang lainnya.

Dari Utbah bin Abn As Sulami Rasulullah bersabda :
"Sungguh Rabb ku berjanji kepadaku kalau Dia akan memasukkan 70.000 orang dari umatku ke dalam surga tanpa hisab. Kemudian setiap seribu dari mereka akan memberikan syafaat kepada 70.000 lainnya. Setelah itu Rabb ku akan menciduk 3 kali cidukan . Umar bertakbir dan berkata : sungguh 70 orang pertama akan Allah ijinkan memberi syafaat kepada orangtua , anak-anak dan keluarganya. Dan aku berharap agar Allah menjadikanku sebagai salah seorang dari mereka (HR. Ath Tabrani)

2. Orang orang yang selalu melaksanakan shalat malam

Dari Asma bin Yazid , Rasulullah shalalahu alaihi wasallam bersabda : Manusia akan dikumpulkan di sebuah padang, lalu tiba tiba ada suara menyeru : dimanakah orang orang yang lambungnya jauh dari pembaringannya ? Mereka pun bangkit dan jumlah mereka adalah sedikit. Lalu masuk ke dalam surga tanpa hisab. Setelah itu baru kemudian diperintahkan manusia untuk dihisab (HR.. Al Baihaqi)

3. Orang orang yang membaca Al Qur'an hanya untuk mengharap ridha Allah. Dan seorang hamba yang memperbagus hubungan dirinya dengan Rabb nya.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :
"Ada 3 golongan yang tidak akan merasa ngeri terhadap guncangan yang dahsyat pada hari kiamat, dan mereka tidak akan mendapat hisab serta mereka berada di bukit pasir yang wangi semerbak kesturi sampai proses makhluk selesai. Yaitu
 - orang yang membaca al Quran hanya mengharap ridha Allah
- orang yang memperbagus hubungan dirinya dengan Rabb nya
- orang yang membagus hubungan dirinya dengan bawahannya ( Ath Thabrani , dengan sanad hasan)

4. Ulama yang mengamalkan ilmunya

Pada hari kiamat Allah berfirman pada ulama yang mengamalkan ilmunya : Sungguh Aku tidaklah menjadikan ilmu Ku dan hukum Ku ada pada diri kalian melainkan karena Aku ingin mengampuni kalian atas semua perbuatan kalian yang telah lalu (Ath Thabrani dalam al Kabir)

5. Para syuhada' dan orang orang yang suka memaafkan orang lain

Ath Tabrani meriwayatkan dengan sanad hasan : Apabila seluruh hamba telah berdiri menantikan hisab masing-masing, datanglah satu kaum sambil meletakkan pedang pada leher mereka yang berlumuran darah. Mereka pun berdesakan memenuhi pintu surga : lalu ada yang bertanya ; siapa mereka itu ? Kemudian ada menjawab mereka adalah para syuhada yang dahulu gugur mereka hidup di sisi Rabb dengan curahan rezeki. Kemudian ada suara memanggil : orang yang pahalanya ada pada Allah hendaknya ia berdiri dan masuk ke dalam surga !" Lalu Rabb menyeru untuk kedua kalinya : "Orang yang pahalanya ada pada Allah hendaknya ia berdiri dan masuk ke dalam surga !" Lantas ada yang bertanya siapa mereka ? Nabi bersabda : Mereka lah orang-orang yang suka memaafkan orang lain. Kemudian Allah memanggil untuk ketiga kalinya
"Orang yang pahalanya ada pada Allah hendaknya ia berdiri dan masuk ke dalam surga !"
Lalu berdirilah beberapa ribu orang lantas mereka masuk ke dalam surga tanpa hisab

6. Orang-orang yang selalu memuji Allah dalam keadaan lapang dan susah serta orang yang tidak terlalaikan dengan jual beli dari mengingat Allah

Imam al Baihaqi meriwayatkan dalam kitab Asy Syu'ab , juga diriwayatkan -bnu Murdawaih . Ibnu Abi Hatim, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :
" Pada hari kiamat, Allah akan mengumpulkan seluruh makhluk di sebuah padang, yang jika ada siapa saja yang menyeru akan terdengar dan dapat terlihat dengan mata seluruhnya. Maka berdirilah penyeru yang memanggil : Di manakah orang orang yang senantiasa memuji Allah, baik dalam kondisi susah maupun senang ? Maka berdirilah mereka namun jumlah mereka sangatlah sedikit. Lalu mereka masuk surga tanpa hisab.
Kemudian penyeru itu kembali memanggil : di manakah orang orang yang lambungnya jauh dari pembaringannya ? Lalu mereka bangkit dan jumlah mereka hanya sedikit.
Lalu penyeru tersebut kembali memanggil : di manakah orang orang yang tidak terlalaikan dengan jual beli dan berdagang dari mengingat Allah ? Maka mereka pun bangkit dan jumlah mereka hanya sedikit. Lantas mereka pun masuk surga tanpa hisab

Subhanallah, Allahu Akbar,,

Ya Allah , Pertemukan kami dengan mereka , dan masukkanlah kami ke dalam golongan mereka , wahai Rabb yang Maha Pengasih lagi Maha Pemberi Rahmat ..

 اَمِيـْنْ يَـارَبَّ الْعَـالَمِيْــ


Wallahu a'lam bishawab
Syaikh Mahir Ahmad ash Shufi
Ensiklopedia hari kiamat 2

Sabtu, 23 November 2013

:: AHLI QURAN, YANG MEMBACA, MENGHAFAL, MENGAMALKANNYA KELAK DI HARI KIAMAT



Keluarga Qur'ani di dunia , kelak akan menjadi ahli Allah dan orang dekat Nya. Anas ra meriwayatkan 


Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :
Sesungguhnya Allah memiliki dua keluarga dari kalangan manusia. Para sahabat bertanya : Siapakah mereka wahai Rasulullah ? Beliau menjawab : Mereka adalah keluarga Al Qur'an (wali Allah) dan orang dekatNya (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

Barangsiapa yang disibukkan dengan membaca Al Quran daripada berdoa dan meminta kepadaku, kelak Aku akan memberinya pahala orang-orang yang bersyukur (HR, Ibnu Huzaimah)

Dalam hadist qudsi yang lain Allah Ta'ala berfirman :
" Barangsiapa yang disibukkan dengan membaca Al Quran dan berzikir daripada meminta kepada KU, maka kelak Aku akan memberi balasan yang lebih utama dari yang telah Ku berikan kepada orang-orang yang meminta" (HR,, Tirmidzi)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga bersabda bahwa sesuatu yang paling layak diambil oleh manusia pahalanya pada hari kiamat dan balasannya di dunia adalah Al Quran.

Sungguh (sesuatu) yang paling layak kalian ambil pahalanya adalah Al Quran (HR Bukhari)

Adapun keagungan seorang pembaca dan penghafal al Quran akan nampak tatkala ia telah masuk ke dalam surga. Akan dikatakan kepadanya setelah ia mendapatkan pahala yang besar , sekarang bacalah kitab Allah dan naiklah kamu sampai pada (derajat) kedudukanmu setinggi ayat yang kamu hafal.

" Jika Ahli Qur'an telah masuk surga, akan dikatakan kepadanya : "Bacalah dan naiklah." Maka iapun membaca seraya terus naik satu derajat setiap ayatnya, sampai ia baca ayat terakhir yang dihafalnya ( HR Ahmad dan Ibnu Majah)

" Sebaik baik orang diantara kalian ialah yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya (HR Bukhari)

Subhanallah ,
Semoga Allah memberikan kemampuan dan karunia bagi kita dan menyampaikan kita pada pertolongan serta rahmat Nya ...

اَمِيـْنْ يَـارَبَّ الْعَـالَمِيْــ



 


Wallahu a'lam bishawab
Ensiklopedi Hari Kiamat 2,
Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shufi

Jumat, 22 November 2013

:: BEGITU LUASNYA NERAKA DAN TINGKATAN-TINGKATANNYA



Bismillahir Rahmanir Rahim ,
Yazid Ar-Raqqsyi meriwayatkan dari Anas bin Malik “Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah pada waktu yang tidak biasa dengan raut muka yang berbeda dari biasanya. Rasulullah bertanya: Wahai Jibril, kenapa Aku melihat raut mukamu berbeda?

Jibril menjawab, "Wahai Muhammad, aku datang kepadamu pada saat Allah memerintahkan supaya api neraka dinyalakan. Tidak pantas jika orang yang mengetahui bahwa -- neraka, siksa kubur dan siksa Allah itu sangat dasyat-- untuk bersenang sebelum dirinya merasa aman dari ancaman itu."

Rasulullah menjawab: "Wahai Jibril, lukiskanlah keadaan neraka itu kepadaku."

Jibril berkata: "Baik, ...Ketika Allah swt menciptakan neraka, apinya dinyalakan seribu tahun hingga berwarna hitam pekat, nyala dan baranya tidak pernah padam."

"Demi Dzat yang mengutus engkau kebenaran sebagai Nabi, seandainya neraka itu berlubang sebesar lubang jarum, niscaya segenap penghuni dunia akan terbakar karena panasnya."

"Demi Dzat yg mengutus Engkau dengan kebenaran sebagai Nabi, seandainya ada baju penghuni neraka itu digantung diantara langit dan bumi, niscaya semua penghuni dunia akan mati karena bau busuk dan panasnya."

"Demi Dzat yg mengutus Engkau kebenaran sebagai Nabi, seandainya sehasta dari mata rantai sebagaimana yang disebutkan didalam al qur’an diletakkan di puncak gunung, niscaya bumi sampai kedalamnya akan meleleh."

"Demi Dzat yang mengutus Engkau kebenaran sebagai Nabi, seandainya ada seorang berada di ujung barat dunia ini disiksa, niscaya orang yang berada di ujung timur akan terbakar karena panasnya."

Neraka itu mempunyai 7 pintu dan masing-masing pintu dibagi-bagi untuk laki-laki dan perempuan.

Rasulullah bertanya; “Apakah pintu-pintu itu seperti pintu kami?”

Jibril menjawab; “Tidak.Pintu itu selalu terbuka dan pintu yang satu berada dibawah pintu yang lain. Jarak pintu yang satu dengan pintu yang lain sejauh perjalan 70 tahun. Pintu yang dibawahnya lebih panas 70 x lipat dari pintu yang diatasnya."

"Musuh-musuh Allah diseret kesana dan jika mereka sampai di pintu itu, malaikat Zabaniyah menyambut mereka dengan membawa rantai dan belenggu. Rantai itu dimasukkan ke dalam mulutnya dan keluar dari duburnya, sedangkan tangan kirinya dibelenggu dengan lehernya, dan tangan kanannya dimasukkan ke dalam dada hingga tembus ke bahu.

Setiap orang yang durhaka itu dirantai bersama setan dalam belenggu yang sama, lantas diseret wajahnya tersungkur dan dipukul oleh malaikat dengan palu. Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalam neraka."

Rasulullah bertanya, "Siapakah penghuni masing-masing pintu itu?"

Jibril menjawab, "Pintu yang paling bawah namanya Hawiyah. Pintu neraka Hawiyyah ini adalah pintu neraka yang paling bawah (dasar), yang merupakan neraka yang paling mengerikan. Pintu neraka ini ditempati oleh orang-orang munafik, orang kafir termasuk juga keluarga Fir'aun, dalam neraka Hawiyyah.

Hal ini sebagaimana arti dari firman Allah ;"Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyyah" (QS.Al-Qari'ah :9).

Pintu kedua namanya Jahim. Yakni pintu neraka tingkatan ke 6. Tingkatan neraka ini di atasnya neraka Hawiyyah. Di dalamnya ditempati oleh orang-orang musyrik yang menyekutukan Allah. Hal ini sebagaimana arti firman Allah ini :"Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat" (QS.Asy-Syu'araa :91).

Pintu ketiga namanya Saqar, tempat arang-orang shabi'in. Merupakan pintu neraka pada tingkatan ke 5. Di dalam pintu itu ditempati oleh orang-orang yang menyembah berhala atau menyembah patung-patung yang dibuat bangsanya sendiri.

Tingkatan pintu neraka ini, terletak di atasnya pintu neraka Jahim. Tentang neraka ini, Allah telah berfirman yang artinya :"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)" (QS. Al-Mudatstsir : 42)

Pintu keempat namanya Ladza, berisi iblis dan orang-orang yang mengikutinya, serta orang Majusi. Ladza merupakan pintu neraka pada tingkatan nomor 4. Di dalamnya ditempati Iblis laknatullah beserta orang-orang yang mengikutinya dan orang-orang yang terbujuk rayuannya. Kemudian orang-orang Majusi pun ikut serta menempati neraka Ladza ini. Mereka kekal bersama Iblis di dalamnya. Tingkatan pintu neraka Ladza ini diatasnya pintu neraka Saqar.

Dalam hal ini Allah telah berfirman : Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak". (QS. Al-Ma'arij : 15). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Iblis dan para pengikutnya akan dimasukkan ke dalam neraka Ladza. Seperti apa yang dikatakan oleh Malaikat Maut (malaikat Izrail) ketika Iblis hendak dicabut nyawanya, maka malaikat maut itu berkata, bahwa Iblis akan diberi minum dari neraka Ladza.

Pintu kelima namanya Huthamah, tempat orang-orang Yahudi. Merupakan pintu neraka pada neraka tingkatan ke 3. Di dalamnya ditempati oleh orang-orang Yahudi dan para pengikutnya. Pintu neraka Huthamah ini, tingkatannya di atas pintu neraka Ladza yang dihuni para Iblis. Tentang neraka Huthamah ini, Allah telah berfirman dalam Al-Qur'an : "Dan tahukah kamu, apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan". (QS. Al-Humazah : 5-6).

Pintu keenam namanya Sa'ir, merupakan pintu neraka pada neraka tingkatan ke 2. Di dalamnya ditempati oleh orang-orang Nashrani dan para pengikutnya. Pintu neraka ini berada di atas tingkatan pintu neraka Huthamah. Mengenai neraka ini, Allah Ta'ala telah berfirman :"Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)".(QS. Al-Insyigaq : 12).

Selanjutnya Jibril terdiam karena merasa segan kepada Rasulullah Saw. kemudian Rasulullah bertanya, "Kenapa engkau tidak memberitahukan penghuni pintu yang ketujuh?"

Jibril menjawab : "Pintu ke tujuh namanya pintu neraka Jahanam. Merupakan pintu neraka yang paling atas (pertama). Di dalamnya berisi umatmu yang melakukan dosa-dosa besar dan tidak tobat sampai mereka meninggal dunia."

Rasulullah pingsan mendengar penjelasan Jibril tersebut. Jibril meletakan kepala Rasulullah di pangkuannya sampai Beliau sadar kembali.

Salman Al-Farisi datang dan berdiri di depan pintu seraya berkata, ”Assalaamu'alaikum, yaa ahla baitir rahmah, apakah saya bisa bertemu dengan junjunganku Rasulullah Saw.?" Namun tidak ada yang menjawab, sehingga meraka pun menangis dan terjatuh.

Rasulullah bersabda: "Betapa besar cobaan yang menimpaku dan aku merasa sangat sedih. Jadi, ada di antara umatku yang akan masuk neraka?"

Jibril menjawab, "benar, yaitu umatmu yang mengerjakan dosa-dosa besar.

Kemudian Rasulullah saw. menangis, dan Jibril pun juga ikut menangis. Rasulullah Saw. lantas masuk ke rumahnya dan menyendiri. Beliau hanya keluar rumah jika hendak mengerjakan shalat dan tidak berbicara dengan siapa pun. Dalam shalat beliau menangis dan sangat merendahkan diri kepada Allah Ta’ala.

Fatimah bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana mereka masuk ke neraka itu?" Beliau bersabda, "Mereka digiring ke neraka oleh malaikat. Wajah mereka tidak hitam, mata mereka tidak biru, mulut mereka tidak disumbat, dan mereka tidak dibelenggu ataupun dirantai."
Fatimah bertanya," Wahai Rasulullah, bagaimana sewaktu mereka digiring ke eraka oleh malaikat?" Beliau bersabda, "Laki-laki ditarik jenggotnya, sedangkan perempuan dengan ditarik rambut ubun-ubunnya. Banyak di antara umatku yang masih muda, ketika ditarik jenggotnya untuk digiring ke neraka berkata, ”Betapa sayang kemudaan dan ketampananku.

”Banyak di antara umatku yang perempuan ketika ditarik ke neraka berkata, ”Sungguh aku sangat malu.” Ketika malaikat yang menarik umatku itu sampai ke neraka dan bertemu dengan Malik, Malik bertanya kepada malaikat yang menarik umatku itu, ”Siapakah mereka itu? Aku tidak pernah melihat orang-orang yang tersiksa seperti mereka. Wajah mereka tidak hitam, mata mereka tidak biru, mulut mereka tidak disumbat, mereka tidak dibarengkan dengan golongan setan, dan mereka tidak dibelenggu atau diikat lehernya?”

Malaikat itu menjawab, "Kami diperintahkan untuk membawa mereka kepadamu dalam keadaan seperti itu.” Malik berkata kepada mereka, ”Wahai orang-orang yang celaka, siapakah sebenarnya kalian ini?” (Dalam hadis yang lain disebutkan, bahwa ketika mereka ditarik oleh malaikat, mereka selalu menyebut-nyebut nama Muhammad. Ketika mereka melihat Malik, mereka lupa untuk menyebut nama Muhammad Saw. karena seramnya Malaikat Malik).

Mereka menjawab, ”Kami adalah umat yang diturunkan Al-Quran kepada kami dan termasuk orang yang mengerjakan puasa pada bulan Ramadhan.” Malik berkata, "Al-Quran hanya diturunkan untuk umat Muhammad Saw .”

Ketika mendengar nama Muhammad, mereka berteriak seraya berkata, 'Kami termasuk umat Muhammad Saw” . Malik berkata kepada mereka, ”Bukankah di dalam Al-Quran ada larangan untuk mengerjakan maksiat-maksiat kepada Allah Ta'ala?”

Ketika mereka berada di tepi neraka dan diserahkan kepada Malaikat Zabaniyah, mereka berkata ”Wahal Malik, izinkanlah kami untuk menangisi nasib kami.”
Malik mengizinkannya, dan mereka lantas menangis dengan mengeluarkan darah.

Malik lantas berkata, ”Alangkah baiknya, seandainya tangis ini kamu lakukan sewaktu berada di dunia. Seandainya sewaktu di dunia kamu menangis seperti ini karena takut kepada siksaan Allah, niscaya sekarang ini kamu tidak akan masuk neraka.”

Malik lalu berkata kepada Zabaniyah, ”Lemparkan, lemparkan mereka ke dalam neraka.” Ketika mereka dilempar ke dalam neraka, mereka berseru secara serempak mengucapkan kalimat: Laa ilaaha illallah...., sehingga api neraka langsung menjadi padam.

Kemudian Malik berkata, ”Wahai api, sambarlah mereka!” Api itu menjawab, ”Bagaimana aku menyambar mereka sementara mereka mengucapkan kalimat: Laa ilaaha illallaah. Malik berkata lagi kepada api neraka, ”Sambarlah mereka”.

Api itu menjawab, ”Bagaimana aku menyambar mereka, sementara mereka mengucapkan kalimat: Laa ilaaha illallah.” Malik berkata, ”Benar, namun begitulah perintah Allah Arasy”. Kemudian api itu pun menyambar mereka. Di antara mereka ada yang disambar sampai dua telapak kakinya, ada yang disambar sampai dua lututnya, dan ada yang disambar sampai lehemya.

Ketika api itu akan menyambar muka, Malik berkata, ”Jangan membakar muka mereka, karena dalam waktu yang cukup lama mereka bersujud Kepada Dzat Yang Maha Kuasa.

Dalam Al-Qur'an, Allah telah mensifati neraka Jahannam sebagai berikut :"Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi gunung".(QS. Al-Mursilat : 32) "Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya. (QS. Al-Hijr : 43)

Dari Hadith Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak tahan dengan panasnya terik matahari Ku. Tahukah kamu bahwa neraka jahanamKu itu:

1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat

2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah

3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung

4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah

5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik

6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak

7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum

8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular

9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandungi lautan racun yang hitam pekat.

10.Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai

11.Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat

Ya Allah, ampuni dan rahmati kami , jadikanlah kami hamba-hamba Mu yang beriman ,
kami berlindung kepada Mu dari siksa kubur .., dari siksa neraka  ... dari fitnah hidup dan mati.., dan dari fitnah al masih dajjal

اَمِيـْنْ يَـارَبَّ الْعَـالَمِيْــ

Jumat, 25 Oktober 2013

:: LEBIH UTAMA MANAKAH BIDADARI DUNIA DARI BIDADARI SURGA



Ummu Salamah: "Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?"

Rasulullah salallahu 'alaihi wasallam : "Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan yang tampak daripada apa yang tidak tampak. "

Ummu Salamah: "Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam : " Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasaannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, 'Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya. "

Subhanallah , semoga Allah memberikan kemampuan ketaatan, membukakan karunia dan rahmat Nya bagi saudari-saudari muslimahku seluruhnya .... اَمِيـْنْ يَـارَبَّ الْعَـالَمِيْـ

Minggu, 19 Juni 2011

WUJUD BARU DI PADANG MAHSYAR



Nanti kita dibangkitkan di padang Mahsyar dengan wujud yang sama sekali baru, bukan yang seperti sekarang ini sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan, ” karena sesungguhnya mereka kafir kepada ayat-ayat Kami dan (karena mereka) berkata: "Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?" (QS Al-Isra’ 17:98)

Namun yang bagi mereka yang mengingkari ayat-ayat Allah itu tidaklah percaya bahwa mereka akan diciptakan sebagai ciptaan yang baru, ”Dan mereka berkata: "Apakah bila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru. Bahkan (sebenarnya) mereka ingkar akan menemui Rabb-nya.” (QS As-Sajdah 32:10)

Sekali lagi Allah menegaskan bahwa manusia diciptakan dalam ciptaan yang baru, ”Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama? Sebenarnya mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru.” (QS Qaaf 50:15)

Dan yang lebih mengenaskan lagi, bagi orang-orang yang ingkar dengan ayat-ayat Allah, mereka akan dikumpulkan dalam wujud binatang liar, ”dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,” (QS At-Takwir 81:5)



SEPULUH WUJUD DARI KALANGAN UMATKU…

Rasulullah Muhammad saw telah berkata bahwa umat manusia kelak dibangkitkan di padang Mahsyar akan terbagi kedalam tiga golongan: satu golongan berkendaraan, satu golongan berjalan kaki, dan satu golongan lagi berjalan dengan kepalanya sendiri.

Kemudian Rasulullah saw berkata: “Sesungguhnya Dia yang telah menjadikan manusia berjalan dengan kaki, berkuasa pula untuk menjadikan manusia berjalan dengan kepalanya sendiri” (HR. Tirmidzi).

Pada suatu hari Muadz bin Jabal ra bertanya kepada Rasulullah saw, “Ya Rasulullah, apakah gerangan maksud dari Firman Allah, ‘Yauma yunfakhu fiish-shuuri fata’tuuna afwaajaa’ (‘Pada hari ketika ditiup sangkakala, lalu kalian datang dengan berkelompok-kelompok’)?” (An-Naba [78]:18)

Maka jawab Rasulullah saw, “Wahai Mu’adz! Sesungguhnya engkau telah bertanya tentang persoalan yang amat besar!”, lalu berlinanglah air mata Rasulullah saw karena menangis. Kemudian Beliau saw bersabda: “Ada sepuluh golongan dari kalangan umatku yang mereka akan dibangkitkan secara terpisah, mereka ini telah dipisahkan oleh Allah dari kumpulan kaum muslimin yang lain dan Allah telah mengubah wajah-wajah mereka ...

Saat dibangkitkan ada yang wujudnya seperti monyet, ada yang seperti babi, ada yang tubuhnya terbalik (kakinya di atas) dan diseret atas muka mereka, ada yang buta tersungkur, ada yang bisu tuli dan tidak berakal, ada yang mengunyah-ngunyah lidahnya sendiri yang terjulur hingga ke dada, dari mulut mereka mengalir nanah laksana air liur berbau busuk yang membuat semua orang merasa jijik kepadanya, ada yang terpotong tangan dan kakinya, ada yang disalib di atas palang-palang api, ada yang bau tubuhnya lebih busuk daripada bangkai, dan ada pula yang memakai jubah-jubah panjang yang terbuat dari timah-timah panas yang meleleh ...

Adapun yang berwajah monyet adalah umatku yang suka menyebarkan fitnah di antara manusia. Yang seperti babi adalah mereka yang suka memakan harta yang haram dan merampas hak orang lain. Yang tertelungkup, kepalanya di bawah sementara kakinya di atas, adalah kaum pemakan riba. Yang dalam keadaan buta adalah mereka yang bertindak dzalim dalam pemerintahan. Yang buta tuli adalah mereka yang suka ujub (bangga diri) dalam amalannya. Yang mengunyah-ngunyah lidahnya sendiri adalah para alim ulama dan para hakim yang kata-katanya berlawanan dengan perbuatannya. Yang terpotong-potong tangan dan kakinya adalah orang yang selalu mengganggu tetangganya. Yang tersalib pada palang-palang api adalah mereka yang suka memfitnah orang lain kepada penguasa. Yang bau badannya lebih busuk daripada bangkai adalah mereka yang selalu memuaskan hawa nafsunya, bergelimang dalam dosa syahwat serta menolak menunaikan Hak Allah dalam harta kekayaannya. Adapun yang memakai baju-baju panjang dari timah yang meleleh adalah mereka yang selalu takabur, suka bermegah dan memuji diri sendiri!”


Diambil dari buku “Renungan Tentang Umur Manusia” (Penerbit MIZAN, 1985) , karya Allamah Sayyid Abdullah Haddad, seorang ulama besar Yaman abad ke-16

Gemuruh Tasbih Alam

Sabtu, 21 Mei 2011

PADANG MAHSYAR , LADANG PENGHITUNGAN AMAL MANUSIA

Manusia-manusia akan digiring ke Mahsyar pada hari kiamat nanti yang pertama dalam keadaan berjalan, kedua mereka yang berkendaraan, dan ketiga mereka yang berjalan dengan menggunakan mukanya (HR. Ath Tirmidzi)

Berkumpulnya manusia di padang Mahsyar adalah suatu kepastian. Mereka berada disana setelah bunyi sangkakala ditiup kembali untuk kesekian kalinya membangkitkan mereka yang telah mati.

“Dan ditiuplah sangkakala maka matilah semua yang dilangit dan dibumi. Kecuali yang Allah kehendaki. Kemudian ditiup kembali , maka berdirilah mereka menunggu (QS AZ Zumar : 68)


Setelah itu mereka digiring oleh Tuhan ke suatu tanah lapang yang sangat luas, rata , warnanya putih dan tidak ada tempat persembunyiannya . Itulah gambaran padang mahsyar kata Imam Al Ghazali dalam : Rahasia Hari Kebangkitan.

“Dan ingatlah hari ketika kami kumpulkan dari tiap-tiap umat segolongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami . lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok). (QS An Naml : 83)

Manusia pada saat itu ada yang mukanya seperti kera, babi, dalam keadaan terjungkir kakinya diatas kepalanya dibawah, dalam keadaan buta dan tuli serta tidak berakal, dalam keadaan mengunyah ludahnya sendiri. Sedang lidahnya itu menjulur kebawah sampai dadanya. Dan dari mulutnya keluar nanah yang menjijikkan, dalam keadaan terpotong kedua tangannya dan kedua kakinya , dalam keadaan tersalib di pohon kurma, dalam kedaan berbau busuk, dan dalam keadaan menggunakan pakaian dari ter yang panas. Mereka inilah orang-orang yang tidak mendengarkan ajaran Tuhan.
Sementara bagi orang yang bertakwa , wajah mereka berseri-seri dan terlihat tampan sekali. Adanya perbedaan penggambaran beberapa golongan ini secara persis di isyaratkan oleh Tuhan dalam QS Maryam : 85-86,

“Dan ingatlah hari ketika kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan yang Maha Pemurah, sebagai perutusan yang terhormat dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka jahanam dalam keadaan dahaga. “

Ketika Siti Aisyah mendengar Rasulullah bersabda :
Manusia diikumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan telanjang kaki, telanjang badan dan tidak dikhitan, ia bertanya : wahai rasulullah , semua laki-laki dan perempuan saling melihat satu sama lain. Dan Rasul menjawab, wahai Aisyah : Urusan pada saat itu jauh lebih penting ketimbang sekedar memandang satu sama lain (HR Bukhari Muslim)
Allah pun berfirman :

“Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan yang pertama, begitulah Kami mengulanginya. Itulah janji Kami , Kami sungguh akan melaksanakannya” (QS An Ambiya : 104)

Setelah berkumpul di padang mahsyar semua amal perbuatan manusiapun siap-siap untuk dihitung. Namun sebelum itu, mereka mengadakan upacara terlebih dahulu. Dalam upacara itu semua manusia berbaris dan berkumpul dengan pemimpin-pemimpinnya dan imam-imamnya yang mereka ikuti sewakti hidup di dunia.

“ Ingatlah suatu hari yang di hari itu Kami panggil tiap umat dengan pemimpinya “
(QS Al Isra : 71)



Bersamaan dengan itu bendera-bendera spanduk dan panji-panji dipasanng dan dikibarkan sebagai tanda pengenal dan identitas golongan umat manusia. Bendera panji-panji itulah yang disebut Liwaa’ul Hamdi, yang artinya bendera pujian. Umat Islam akan berbaris dengan beberapa barisan dibawah panji-panji sesuai apa yang telah mereka lakukan dalam hidupnya.


Bendera itu dipasang dan dikibarkan oleh orang-orang pilihan :

Bendera Kebenaran (Liwa al shidqi) dikibarkan oleh Abubakar Al Shiddiq
Bendera Fuqaha’ , dikibarkan oleh Mu’adz bin Jabal
Bendera Zuhud , oleh Abu Zarr
Bendera Amal Jariyah (social) oleh Utsman Bin Affan
Bendera Syuhada oleh Ali
Bendera Qurra , oleh Ubay Bin Ka’ab
Bendera Muazin , oleh Bilal

Bendera orang-orang yang dibunuh dengan dianiaya, oleh Sayidina Husein ra

(ref : M Ali Chasan Umar dalam : Mahkamah di Padang Mahsyar , digali dari al Quran dan Hadist , Semarang , CV Toha Putra, 1979)

Selain kondisi manusia yang berbeda-beda sesuai kadar keimanannya , di padang Mahsyar juga cuaca sangat panas. Karena jarak matahari sangat dekat dengan kepala-kepala manusia. Sehingga mereka mengeluarkan peluh yang dapat menenggelamkan mereka.
Sesungguhnya matahari itu dekat pada hari kiamat , sehingga keringat seseorang itu dapat sampai setengah telinganya (Abu Dawud dan Al Hakim)

Namun Allah berkehendak memberikan naungan bagi 7 golongan , yakni :
1. Pemimpin yang adil
2. Remaja yang mengawali keremajaannya dengan beribadah kepada Allah
3. Seorang laki-laki yang hatinya dipertautkan dengan mesjid
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah
5. Seorang laki-laki yang dirayu oleh seorang wanita , namun menolaknya dan berkata : Sungguh aku takut kepada Allah
6. Seseorang yang bersedekah secara sembunyi-sembuyi
7. Seseorang yang berdikir kepada Allah di tempat yang sunyi sehingga kedua matanya mencucurkan airmata
(Imam Bukhari – Muslim)



Setelah manusia selesai melaksanakan upacara , barulah kemudian amal-amal mereka ditimbang , tidak ada seorangpun yang bisa membantah segala keputusan Allah. Karena sistim peradilan Tuhan sangat adil. Semua anggota badan kita akan menjadi saksi bagi dirinya sendiri.

Menurut riwayat sahabat Ka’ab dan Qatadah, lamanya manusia dan makhluk di padang mahsyar sekitar 300 tahun.


Adapun menurut sahabat Ibnu Umar : lamanya sekitar 50.000 tahun , berdasar pada firman Allah dalam Al Quran Al Ma’arij ayat 4 :
“Naik para malaikat dan jibril kehadirat Allah pada hari kiamat yang lamanya kira-kira 50.000 tahun. “
Demikianlah gambaran keadaan manusia kelak, sangat sulit dibayangkan betapa pedihnya siksa disana , kecuali bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa. Semoga kita termasuk dalam golongan yang mendapatkan naungan Allah … amin Allahumma amin ..



Wallahu'allam,
Segala Kebenaran adalah milik Allah semata ...
@Hidayah Edisi 28/Nov 2003
Semoga bermanfaat …

Sabtu, 18 Desember 2010

GAMBARAN PENGHUNI SYURGA

SESUNGGUHNYA kenikmatan-kenikmatan dalam Al Jannah tidak akan dicapai oleh pancaindera manusia. Belum pernah dilihat oleh penglihatan siapa pun, belum pernah didengar oleh pendengaran siapa pun, dan belum pula terbetik dalam hati siapa pun. Demikianlah yang dikhabarkan Baginda Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits yang diriwayatkan shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:



Allah SWT berfirman (artinya):

”Aku telah sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih (kenikmatan Al jannah) yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga, serta terlintas di hati manusia." (HR. Muslim no. 2824)






BUKAN AMAL SOLEH SEMATA2, TAPI DENGAN RAHMAT ALLAH

Kenikmatan-kenikmatan itu menggambarkan, rahmat Allah Subhanahu wata’ala itu betapa luas tanpa batas, bagaikan hamparan tiada bertepi. Yang Allah SWT sediakan bagi hamba-hamb-Nya yang shalih. Tapi itu bukan semata-mata hasil amal shalih yang dilakukan oleh seorang hamba, sekalipun ia seorang nabi. Bahkan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam sebagai Imamul Anbiya’ (pemimpin para nabi), ia adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu Al Jannah, hal itu bukan semata disebabkan amal soleh yang ia usahakan, namun berkat Rahmat Allah SWT

“Sungguh bukanlah seseorang itu masuk al jannah karena amalannya. Para shahabat bertanya: “Demikian juga engkau wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam Beliau berkata: “Demikian juga saya, melainkan Allah subhanahu wata’ala melimpahkan rahmat-Nya kepadaku. (HR. Al Bukhari no. 6463 dan Muslim no. 2816)






CIRI FIZIK PENGHUNI AL JANNAH

Penghuni al jannah memiliki ciri-ciri khusus. Diantaranya;



a) Berperawakan seperti Adam

Dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Maka setiap orang yang masuk al jannah wajahnya seperti Adam dan tingginya 60 hasta, setelah Adam manusia terus mengecil hingga sampai sekarang.” (Muttafaqun ‘alaihi)



b) Berusia masih muda


Dari shahabat Syahr bin Husyab radhiallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:

“Penghuni al jannah akan masuk ke dalam al jannah dengan keadaan rambut pendek, jenggot belum tumbuh, mata bercelak, dan berusia tiga puluh tahun atau tiga pulu tiga tahun.” (HR. At Tirmidzi no. 2468, dihasankan Asy Syaikh Al Albani. [Keraguan ini berasal dari perawi, namun dalam riwayat Ahmad, Ibnu Abi Dunya, Ath Thabarani dan Al Baihaqi dengan riwayat tegas tanpa ada keraguan yaitu berusia 33 tahun. Lihat Tuhfatul Ahwadzi 7/215)]





ORANG YANG PERTAMA MENGETUK PINTU AL JANNAH

Orang pertama kali yang mengetuk pintu Al Jannah, lalu membukanya dan kemudian memasukinya adalah Rasulullah صلیﷲ علیﻪ و سل. Dari shahabat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah صلیﷲ علیﻪ و سل bersabda:

"Saya adalah orang yang paling banyak pengikutnya pada Hari Kiamat dan saya adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu Al Jannah.” (HR. Muslim no. 196)



Masih dari shahabat Anas bin Malik namun dalam riwayat At Tirmidzi, dengan lafadz:

“Saya adalah orang yang pertama kali keluar jika mereka dibangkitkan. Saya adalah orang pertama kali bicara, jika mereka diam. Saya adalah pemimpin mereka, jika mereka dikirim. Saya adalah pemberi syafaat kepada mereka, jika mereka tertahan. Saya adalah pemberi berita gembira, jika mereka putus asa. Panji pujian ada digenggaman tanganku. Kunci-kunci Al Jannah ada ditanganku. Saya adalah keturunan Adam yang paling mulia di sisi Rabb-ku dan tidak ada kebanggaan melebihi hal ini. Saya dikelilingi seribu pelayan setia laksana mutiara yang tersimpan.”





UMAT YANG PERTAMA KALI MASUK AL JANNAH DAN CIRI-CIRINYA

Sekalipun umat Islam ini adalah umat terakhir, namun Allah subhanahu wata’ala (dengan Rahmat-Nya yang luas) memilihnya sebagai umat yang pertama kali masuk al jannah. Dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

“Kita adalah umat terakhir namun paling awal pada hari kiamat. Kita adalah umat yang pertama kali masuk al jannah, meskipun mereka diberi kitab sebelum kita, dan kita diberi kitab sesudah mereka.” (HR. Muslim no. 855)



Selain itu, Allah SWT  pun menampilkan umat Islam dengan penampilan yang amat indah. Masih dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:


“Rombongan pertama yang masuk Al Jannah laksana bulan purnama, sedangkan rombongan berikutnya bagaikan bintang yang paling berkilau di langit.” (HR. Al Bukhari no. 3327, Muslim no. 2824)





ORANG FAKIR MISKIN DAHULU MASUK AL JANNAH

Lalu siapakah diantara umat Islam yang pertama kali masuk al jannah?

Hal yang sama pernah Rasulullah SAW tanyakan kepada para shahabatnya. Seraya mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Barulah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan: “Mereka adalah kaum faqir Muhajirin yang terlindungi dari hal-hal yang dibenci. Salah seorang dari mereka meninggal dunia sementara kebutuhannya masih ada di dadanya namun ia tidak mampu menunaikannya. Para Malaikat berkata: ” Ya Rabb-kami, kami adalah para malaikat-Mu, penjaga-Mu, dan penghuni langit-Mu, janganlah Engkau dahulukan mereka daripada kami memasuki jannah-Mu! Allah SWT berfirman: “Mereka adalah hamba-hamba-Ku yang tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun. Mereka terlindungi dari hal-hal yang dibenci. Ada salah seorang diantara mereka meninggal dunia sementara kebutuhannya masih ada di dadanya yang tidak mampu ia tunaikan. Mendengar jawaban Allah seperti itu, para malaikat segera masuk ketempat mereka dari semua pintu seraya berkata,” Salam sejahtera untuk kalian atas kesabaran kalian. Ini adalah sebaik-baik tempat tinggal.” (HR. Ahmad dan At Thabarabi, dari shahabat Abdullah bin Umar)




Sementara dalam Riwayat Al Imam Muslim dan At Tirmidzi menjelaskan selisih waktu antara rombongan orang-orang fakir dengan orang-orang kaya masuk ke dalam al jannah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Orang orang fakir kaum Muhajirin masuk Al Jannah mendahului orang-orang kaya dari mereka, dengan selisih waktu 40 tahun.” (HR. Muslim no. 2979)





ISTERI-ISTERI PENGHUNI AL JANNAH, PESONA, CIRI-CIRI DAN KECANTIKANNYA

Allah SWT  berfirman (artinya):

“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya“. (Al Baqarah: 25)




Pada ayat di atas Allah SWT  memadukan antara kenikmatan fisik berupa al jannah beserta taman-taman dan sungai-sungai di dalamnya, dengan kebahagian jiwa berupa bidadari-bidadari sebagai isteri-isteri yang suci lagi penyejuk mata bagi mereka. Dan Allah SWT  memastikan bagi mereka keberlangsungan kehidupan yang abadi tiada pernah terputus sedikitpun.




Mereka dipingit di kemah-kemah dalam keadaan putih bersih nan jelita. Allah SWT berfirman (artinya):

"(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam kemah.” (Ar Rahman: 72)




Mereka memiliki akhlak yang bagus nan indah sebagaimana kecantikan pesona wajah-wajah mereka. Allah SWT  (artinya):

“Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang (berakhlak) baik-baik lagi cantik-cantik.” (Ar Rahman: 70)




Mereka berusia sebaya, selalu tampil dalam keadaan perawan, penuh pesona dan cinta. Allah SWT  berfirman (artinya):

“Dan Kami jadikan bidadari-bidadari itu perawan. Penuh cinta kasih lagi sebaya umurnya. Kami ciptakan mereka untuk golongan kanan.” (Al Waqi’ah: 36-38)





PENGHUNI YANG MASUK AL JANNAH PALING AKHIR

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya aku tahu penghuni neraka yang paling akhir keluar dari neraka dan penghuni al jannah yang paling akhir masuk al jannah. Dia keluar dari neraka dengan merangkak. Allah berfirman kepadanya, ‘Pergilah ke al jannah (surga) dan masuklah ke dalamnya!’ Orang tersebut bergegas pergi ke jannah dan tergambar dalam pikirannya bahwa al jannah itu telah penuh sesak. Maka ia pun kembali dan berkata kepada Allah, ‘Wahai Rabbku, aku dapati al jannah telah penuh!’ Allah pun berfirman kepadanya, ‘Pergilah ke al jannah dan masuklah ke dalamnya! Sesungguhnya engkau berhak atas nikmat sebesar dunia dan sepuluh kali lipatnya.’ Orang tersebut berkata, ‘Wahai Rabbku, apakah Engkau mengejekku dan menertawakanku, karena Engkau Sang Raja Penguasa?”





Abdullah bin Mas’ud berkata:

“Kulihat Rasulullah SAW  tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya.” Beliau bersabda: “Itulah derajat penghuni al jannah yang paling rendah.” (HR. Al Bukhari no. 6571 dan Muslim no. 186)





PENGHUNI AL JANNAH MELIHAT RABB MEREKA DENGAN MATA KEPALANYA

Kenikmatan tertinggi di dalam Al Jannah adalah melihat wajah Rabbul ‘alamin. Allah  (artinya):

“Allah menyeru (manusia) ke darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik berupa surga dan ada tambahannya. Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dengan kehinaan. Mereka Itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya.” (Yunus: 25-26)



Yang dimaksud dengan ada tambahannya pada ayat di atas yaitu berupa kenikmatan melihat Allah  . Hal ini sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah  dalam sabdanya:

“Jika telah masuk penduduk al jannah ke dalam al jannah. Allah subhanahu wata’ala berkata: “Apakah kalian ingin tambahan dari-Ku. Mereka seraya menjawab: “Bukankah Engkau telah menjadikan wajah-wajah kami bercahaya? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam Al Jannah (surga) dan menyelamatkan dari An Narr (neraka). Kemudian Allah membuka hijab-Nya. Maka tidaklah mereka diberi nikmat yang lebih mereka
sukai dibanding dengan melihat Allah subhanahu wata’ala. (HR. Muslim no. 181)




Akhir kata, demikianlah tamasya kita untuk menengok sebagian keindahan para penghuni al jannah. Dengan sebuah harapan dapat mendorong kita untuk selalu berpacu dalam beramal shalih. Untuk meraih tamasya yang hakiki yang penuh dengan kenikmatan yang abadi. Amien, Ya Rabbal ‘alamin.





DO’A MOHON DIMASUKKAN AL JANNAH DAN DIJAUHKAN DARI AN NAAR

Diriwayatkan dari Ummul Mukminin ‘Aisyah, bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berdo’a:

اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا يُقَرِّبُ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ, وَأَعُوذُبِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا يُقَرِّبُ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ



“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu al jannah (surga) beserta segala sesuatu yang bisa mendekatkan kepadanya dari perkataan dan perbuatan, dan aku berlindung kepada-Mu dari an nar (neraka) beserta segala sesuatu yang bisa mendekatkan kepadanya dari perkataan dan perbuatan“. (HR. Ahmad, dishahihkan Asy Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah no.1542)





:::: 11 Muharram 1432 ::::


Melihat Sifat-Sifat Penghuni SURGA
http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/10/06/melihat-sifat-sifat-penghuni-syurga/
Shared By Bicara Hidayah