Jumat, 28 Oktober 2011

HADIST - HADIST TENTANG WUDHU



Dari Abu Hurairah , pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda :
Ssungguhnya umatku dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan bersinar muka, tangan dan kakinya karena "wudhu". Maka barangsiapa diatara kamu mampu memperpanjang sinarnya, hendaklah dia (sering) melakukannya
(HR. Bukhari - Muslim).

Sesungguhnya mereka (umatku) akan datang dalam keadaan bersinar wajah, tangan dan kakinya karena wudhu., dan aku akan mengenali mereka datang pada telaga (HR Muslim)

Perhiasan orang mukmin (di surga) akan sampai pada tempat-tempat yang dibasahi oleh air wudhu (HR. Muslim)

Barangsiapa wudhu lalu membaguskan wudhunya maka kesalahan2nya keluar dari jasadnya hingga keluar dari bawah kukunya
(HR Muslim)

Tidak seorangpun dari kamu berwudhu lalu dia bersungguh-sungguh (menyempurnakan wudhunya ) kemudian berdoa : Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah , tiada sekutu bagiNYA, dan saya bersaksi bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah" melainkan dibukakan untuknya pintu-pintu surga yang delapan, ia boleh masuk dari pintu mana saja ia suka
(HR Muslim)
-------------------
Ya Allah , Jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bersuci. aamin ya Robbal alamin.

FUNGSI GUNUNG SEBAGAI PAKU - BUKTI KEBENARAN AL QUR'AN


Allah menjelaskan hal ini dalam FirmanNya :

Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk. (Al Anbiyaa QS:21;31)


Allah juga berfirman :

Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?,
( An Naba' QS:78;6-7)

dan Allah berfirman :
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (Fushshilaat QS:41;53)

SUBHANALLAH.., ALHAMDULILLAH , WALAAILAAHA'ILALLAH ..ALLAHU AKBAR.

SHALAWAT NABI



Diantara hal-hal yg mampu menciptakan kelapangan dalam dada dan menghilangkan kegundahan salah satunya adalah mengucapkan "shalawat nabi"

"Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (QS Al Ahzab : 56)

Dalam riwayat shahih dari At Tirmidzi, Ubay ibn Ka'ab bertanya :
"Wahai Rasulullah, berapa banyak saya harus mengucapkan shalawat untukmu?" Rasulullah menjawab : sesukamu. Terserah engkaulah. Dan jika engkau tambahkan (lebih banyak lagi), maka itu akan lebih baik"

Ubay bertanya : " Apakah shalawatku untukmu seluruhnya ? " Rasullullah menjawab : " Karena itu dosamu akan diampuni dan kesedihanmu akan dihilangkan"

"Barangsiapa yg membaca shalawat untukku sekali, maka Allah akan membalas dengan sepuluh shalawat baginya" (HR Muslim)

Dari Aus Ibn Aus, Rasulullah SAW bersabda : "Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada malam Jumat dan hari Jumat, sebab shalawat kalian diperlihatkan kepadaku" Para sahabat bertanya : "Bagaimana shalawat itu akan diperlihatkan kepadamu, sementara jasad engkau telah hancur ya Rasullullah? "
Rasulullah menjawab : Sesungguhnya Allah mengharamkan jasad para Nabi bagi tanah (HR Abu Daud)

Orang-orang yang mencontohkannya dan mengikuti cahaya yg diturunkan kepadanya, ia akan memiliki bagian dari ketenangan jiwa, ketinggian nilai dan kehormatan dirinya.

"Tidak ada seorangpun yg mengucapkan salam kepadaku , melainkan Allah akan mengembalikan nyawaku sehingga aku bisa membalas salamnya" (HR Abu Daud)
Shalawat yang paling sempurna untuk Rasulullah SAW adalah shalawat seperti dalam shalat, yakni :

"Allahumma shalli alaa Muhammad wa'ala ali Muhammad, kamaa sholaita alaa Ibrahim wa'alaa ali Ibrahim, wabarikh alaa Muhammad wa'alaa ali Muhammad, kamaa baarakta'alaa Ibrahim wa'alaa ali Ibrahim. fil alamiinainnaka hamiidummajiid"

artinya :
"Ya Allah limpahkanlah shalawat MU atas Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah melimpahkannya atas Ibrahim dan keluarganya.
Ya Allah berikanlah berkah MU atas Muhammad dan keluarganya, sebagimana Engkau telah melimpahkannya atas Ibrahim dan keluarganya.
Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Terhormat"

--------------
Yaa Rabb, karuniakanlah Rahmat & Kesejahteraan bagi KekaksihMU Nabi Muhammad dan keluarga, serta Nabi Ibrahim dan keluarganya ..
Dan limpahkanlah berkah & rahmat MU pada kami umat nya , aamin yaa Rabbal alamin ..

RAHASIA HARI BESAR JUM'AT



Dalam hadis yang mu’tabar, Rasulullah berkata: 
“Sesungguhnya orang mukmin yang memohon hajatnya kepada Allah, Dia menunda hajat yang dimohonnya hingga hari Jum’at agar ia memperoleh keutamaan yang istimewa (dilipatgandakan karena keutamaan hari Jum’at).”

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: 
“Sesungguhnya Allah swt memilih Jum’at, lalu menjadikan harinya sebagai hari raya, dan memilih malamnya menjadi malam hari raya. Di antara keutamaannya adalah, orang yang momohon hajatnya kepada Allah Azza wa Jalla pada hari Jum’at Allah mengijabahnya, suatu bangsa yang pantas menerima azab lalu mereka memohon pada malam dan hari Jum’at Allah menyelamatkan mereka darinya, tidak ada sesuatu pun yang Allah tentukan dan utamakan kecuali Ia menentukannya pada malam Jum’at. Karena itu, malam Jum’at adalah malam yang paling utama, dan harinya adalah hari yang paling utama.”

Dalam hadis yang lain juga disebutkan:

“Allah swt memerintahkan kepada Malaikat agar menyeru pada setiap malam Jum’at dari bawah Arasy dari awal malam hingga akhir malam: Tidak ada seorang pun hamba mukmin yang berdoa kepada-Ku untuk keperluan akhirat dan dunianya sebelum terbit fajar kecuali Aku mengijabahnya,

tidak ada seorang pun mukmin yang bertaubat kepada-Ku dari dosa-dosanya sebelum terbit fajar kecuali Aku menerima taubatnya, tidak seorang pun mukmin yang sedikit rizkinya lalu ia memohon kepada-Ku tambahan rizkinya sebelum terbit fajar kecuali Aku menambah dan meluaskan rizkinya,
tidak ada seorang pun hamba mukmin yang sedang sakit lalu ia memohon kepada-Ku untuk kesembuhannya sebelum terbit fajar kecuali Aku memberikan kesembuhan,

tidak seorang hamba mukmin yang sedang kesulitan dan men derita lalu ia memohon kepada-Ku agar dihilangkan kesulitannya sebelum terbit fajar kecuali Aku menghilangkannya dan menampakkan jalannya,

tidak ada seorang pun hamba yang dizalimi lalu ia memohon kepada-Ku agar Aku mengambil kezalimannya sebelum terbit fajar kecuali Aku menolongnya dan mengambil kezalimannya;


Malaikat terus-menerus berseru hingga terbit fajar.”

Katakanlah: "Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, (QS Ali Imran 3:162)

KEUTAMAAN SEPULUH HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH



Segala kepujian dan kesyukuran ditujukan kepada Allah Ta’ala, Salawat dan Salam buat Junjungan Nabi Muhammad ‘Alaihis Solatu was Salam dan buat keluarga dan Sahabat Baginda.

Imam al Bukhari Rahimahullah meriwayatkan daripada Ibnu ‘Abbas Radhia Allah ‘anhuma bahawa Baginda Nabi Salla Allah ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Tiada suatu haripun, amalan kebaikan padanya mempunyai kelebihan melainkan pada hari-hari ini – iaitu sepuluh hari Zulhijjah-”. Para Sahabat Baginda bertanya : “Apakah juga (pengecualian itu) termasuk jihad pada jalan Allah ?” .

Ujar Baginda : “Tidak juga (termasuk) berjihad pada jalan Allah kecuali bagi seorang yang keluar dengan jiwa raga dan hartanya dan tidak membawa pulang apa-apa pun”. Imam Ahmad Rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar Radhia Allah ‘anhuma bahawa Baginda Salla Allah ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Tiada suatu haripun, amalan kebaikan padanya mempunyai kelebihan melainkan pada hari-hari sepuluh Zulhijjah ini, oleh kerana itu perbanyakkanlah padanya tahlil (La Ilaha Illa Allah) , takbir (Allah Akbar) dan tahmid (Alhamdu Lillah)”. Ibnu Hibban di dam kitab Sahihnya meriwayatkan dari Jabir Radhia Allah ‘anhu bahawa Baginda Salla Allah ‘alaihi wa sallam bersabda : “Seutama-utama hari adalah hari ‘Arafah”.



JENIS AMALAN YANG DIANJURKAN PADANYA.

Pertama : Menunaikan ibadah haji dan ‘umrah yang merupakan sebaik-baik amalan. Banyak hadith yang menyatakan kelebihan ibadah ini di antaranya :
Sabda Nabi Salla Allah ‘alaihi wa sallam :

“Satu ‘umrah ke ‘umrah yang lain menghapuskan (dosa) yang dilakukan di antara keduanya dan haji yang baik (diterima) tiada baginya balasan melainkan Syurga”.

Kedua : Berpuasa pada hari-hari tersebut atau sekadar kemampuannya – terutamanya pada hari ‘Arafah - . Tidak dinafikan bahawa puasa adalah di antara amalan yang terbaik dan ianya adalah pilihan Allah Ta’ala sendiri sebagaimana yang dinyatakan di dalam sebuah hadith qudsi :
“Puasa itu adalah bagiKu dan Akulah yang membalasinya, dia meninggalkan keinginan nafsunya, makanan dan minumannya semata-mata keranaKu”.

Dari Abu Sa’id al Khudri Radhia Allah ‘anhu berkata : ‘Rasulullah Salla Allah ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Tiada seorangpun yang berpuasa pada satu hari di jalan Allah melainkan Allah menjauhkan dengan puasanya itu mukanya dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun” (muttafaq ‘alaih).

Imam Muslim Rahimahullah meriwayatkan dari Abi Qatadah Radhia Allah ‘anhu bahawa Rasulullah Salla Allah ‘alaihi wa sallam bersabda : “Puasa pada hari ‘Arafah, saya mengharap Allah akan menghapuskan (dosa) setahun yang lalu dan setahun yang mendatang”.

Ketiga : Takbir (Allahu Akbar) dan berzikir padanya, firman Allah Ta’ala yang bermaksud :
“(Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang termaklum)”, hari-hari tersebut dijelaskan sebagai sepuluh hari di bulan Zulhijjah.

Oleh kerana itulah para ‘Ulama menyarankan supaya diperbanyakkan berzikir pada hari-hari tersebut sebagaimana mafhum hadith Ibnu ‘Umar Radhia Allah ‘anhuma yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad Rahimahullah, di antaranya : “Oleh kerana itu perbanyakkanlah padanya tahlil (La Ilaha Illa Allah) , takbir (Allah Akbar) dan tahmid (Alhamdu Lillah)”.

Imam Al Bukhari Rahimahullah meriwayatkan bahawa Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah Radhia Allah ‘anhum kedua mereka pada hari-hari tersebut selalu keluar ke pasar bertakbir dan diikuti oleh orang ramai. Imam Ishaq Rahimahullah meriwayatkan bahawa para Fuqaha’ (ahli feqah) di kalangan Tabi’in (generasi selepas Sahabat Nabi) sentiasa membaca pada hari-hari itu “[Allahu Akbar, Allahu Akbar, La Ilaha Illa Allah, wa Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa LillahI Hamdu]”.

Adalah amat digalakkan supaya suara ditinggikan ketika bertakbir di pasar, rumah, jalan, masjid dan selainnya berdasarkan firman Allah Ta’ala yang bermaksud : “( Dan supaya kamu membesarkan (bertakbir) Allah di atas ni’matNya menghidayat kamu)”. Dibolehkan juga pada hari-hari tersebut berzikir dengan apa-apa zikir yang lain dan segala do’a yang baik.

Keempat : Bertaubat dan meninggalkan segala ma’siat dan dosa, semoga dengan amalan baik dapat mencapai keampunan dan rahmat Allah. Ini kerana ma’siat adalah punca kepada jauh dan terhindarnya seorang hamba dari rahmat Allah manakala ketaatan pula adalah punca dekat dan kasihnya Allah kepadanya.
Di dalam sebuah hadith yang diriwatkan oleh Abu Harairah Radhia Allah ‘anhu, Baginda Nabi Salla Allah ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah mencemburui (tidak suka) apabila seseorang hambaNya melakukan perkara yang ditegahNya” (muttafaq ‘alaihi).

Kelima : Memperbanyakkan amalan soleh (baik) terutama amalan-amalan sunat tambahan seperti solat sunat, bersedekah, berjihad, mebaca al Quran, menyeru kepada kebaikan, mencegah kemungkaran dan seumpamanya kerana kesemuanya akan digandakan pada hari-hari tersebut.

Amalan yang dikerjakan ketika itu walaupun ia kecil tetapi ianya lebih disukai oleh Allah Ta’ala jika dibandingkan pada hari-hari lain, begitu juga amalan yang besar seperti berjihad di jalan Allah yang dikatogerikan di antara amalan yang terbaik, tidaklah mendapat kehebatan pahala pada hari-hari itu melainkan apabila kuda (kenderaan) yang ditungganginya terbunuh (binasa) dan darahnya keluar (dia cedera atau mati syahid).

Keenam : Disyari’atkan bertakbir pada beberapa hari yang mulia itu pada waktu siang atau malam terutama selepas menunaikan fardu solat lima waktu yang dikerjakan secara berjamaah. Bagi mereka yang tidak menunaikan ‘ibadah haji, takbir bermula dari waktu subuh hari ‘Arafah (9 Zulhijjah) dan bagi yang menunaikannya takbir bermula pada waktu hari raya haji (10 Zulhijjah), kesemuanya berakhir sehingga waktu ‘Asar pada hari ketiga belas (13) Zulhijjah.

Ketujuh : Disyari’atkan amalan korban (menyembelih hewan ternakan) pada hari raya haji dan hari-hari Tasyriq (11, 12 dan 13 Zulhijjah). Ia merupakan sunnah (amalan) Nabi Allah Ibrahim ‘Alaihis Solatu was Salam setelah Allah Ta’ala mengujinya dengan perintah menyembelih anaknya Ismail ‘Alaihis Solatu was Salam tetapi ditebus ujian itu dengan digantikan seekor hewan untuk disembelih.

Kedelapan : Imam Muslim Rahimahullah meriwayatkan dari Ummu Salamah Radhia Allah ‘anha bahawa Nabi Salla Allah ‘alaihi wa sallam bersabda : “Apabila kamu telah melihat anak bulan Zulhijjah dan ada di kalangan kamu yang ingin berkorban (sembelih hewan ternakan), hendaklah dia menahan dirinya dari (memotong) rambut dan kukunya”, dan di dalam riwayat lain : “Maka janganlah dia memotong rambut dan kukunya sehinggalah dia berkorban”.

Perintah (sunat) ini berkemungkinan ada persamaan dengan hukum bagi mereka yang membawa haiwan ternakan (ketika mengerjakan haji) dari kampung mereka yang telah dijelaskan oleh Allah Ta’ala, maksudnya :

“(Dan janganlah kamu mencukur rambut kamu sehinggalah hewan ternakan (yang dibawa untuk dihadiahkan dagingnya kepada penduduk Makkah) itu sampai ke tempatnya)”. Larangan (memotong rambut dan kuku) ini pada zahirnya adalah khusus kepada pemunya haiwan korban tersebut sahaja dan tidak termasuk isteri dan anak-anaknya melainkan mereka juga mempunyai haiwan seumpamanya, dan tidak mengapa jika yang berkenaan membasuh dan menggosok kepalanya kemudian terjatuh beberapa helai rambutnya.

Kesembilan : Setiap muslim hendaklah berusaha untuk menunaikan solat hari raya secara berjamaah, menunggu mendengar khutbah yang dibaca oleh imam selepas selepas solat tersebut supaya mendapat pengajaran daripadanya. Sepatutnyalah dia mengetahui hikmat di sebalik perayaan ini ; ia merupakan hari menyatakan kesyukuran dengan melakukan kebaikan, janganlah pula dilakukan padanya perkara yang mendatangkan kemurkaan Allah dengan mengerjakan ma’siat, kesombongan, pertengkaran, bermasam muka dan sebagainya yang boleh menjadi sebab kepada terhapusnya amalan-amalan kebaikan yang telah dikerjakannya sebelum itu.

Kesepuluh : Penuhilah hari-hari berkenaan dengan ketaatan kepada Allah, berzikir, bersyukur, menunaikan perintahNya, menjauhi laranganNya, mendekatkan diri kepadaNya semoga mendapat rahmat dan keampunanNya.

 
 

Jumat, 14 Oktober 2011

APAKAH KITA TELAH MENGENAL ALLAH (MA'RIFATULLAH) ?

Assalamu’alaykum warohmatullaahi wabarokaatuh


Apakah kita Telah Mengenal Allah ?

Pertanyaan ini mungkin jarang sekali kita dengar. , bahkan bagi banyak orang akan terasa aneh dan terkesan tidak penting. Padahal, mengenal Allah dengan benar (baca: ma’rifatullah) merupakan sumber ketentraman hidup di dunia maupun di akherat.

Orang yang tidak mengenal Allah, niscaya tidak akan mengenal kemaslahatan dirinya, melanggar hak-hak orang lain, menzalimi dirinya sendiri, dan menebarkan kerusakan di atas muka bumi tanpa sedikitpun mengenal rasa malu.

 

Berikut ini adalah sebagian ciri-ciri seorang hamba telah mengenal Allah :


1) Orang Yang Mengenal Allah Merasa Takut Kepada-Nya

Allah ta’ala berfirman (yang artinya),
“Sesungguhnya yang merasa takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya adalah orang-orang yang berilmu saja.” (QS. Fathir: 28)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Ibnu Mas’ud pernah mengatakan,
‘Cukuplah rasa takut kepada Allah sebagai bukti keilmuan.’
Kurangnya rasa takut kepada Allah itu muncul akibat kurangnya pengenalan/ma’rifah yang dimiliki seorang hamba kepada-Nya. Oleh sebab itu, orang yang paling mengenal Allah ialah yang paling takut kepada Allah di antara mereka.
 Barangsiapa yang mengenal Allah, niscaya akan menebal rasa malu kepada-Nya, semakin dalam rasa takut kepada-Nya, dan semakin kuat cinta kepada-Nya. ...Semakin pengenalan itu bertambah, maka semakin bertambah pula rasa malu, takut dan cinta tersebut .” (Thariq al-Hijratain, dinukil dari adh-Dhau’ al-Munir ‘ala at-Tafsir [5/97])

2)  Orang Yang Mengenal Allah Mencurigai Dirinya Sendiri

 Ibnu Abi Mulaikah -salah seorang tabi’in- berkata,
“Aku telah bertemu dengan tiga puluhan orang Shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan mereka semua merasa sangat takut kalau-kalau dirinya tertimpa kemunafikan.”
(HR. Bukhari secara mu’allaq).

Suatu ketika, ada seseorang yang berkata kepada asy-Sya’bi,
“Wahai sang alim/ahli ilmu.” Maka beliau menjawab, “Kami ini bukan ulama. Sebenarnya orang yang alim itu adalah orang yang senantiasa merasa takut kepada Allah.” (dinukil dari adh-Dhau’ al-Munir ‘ala at-Tafsir [5/98])
 

3) Orang Yang Mengenal Allah Mengawasi Gerak-Gerik Hatinya

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

“Begitu pula hati yang telah disibukkan dengan kecintaan kepada selain Allah, keinginan terhadapnya, rindu dan merasa tentram dengannya, maka tidak akan mungkin baginya untuk disibukkan dengan kecintaan kepada Allah, keinginan, rasa cinta dan kerinduan untuk bertemu dengan-Nya kecuali dengan mengosongkan hati tersebut dari ketergantungan terhadap selain-Nya.

Lisan juga tidak akan mungkin digerakkan untuk mengingat-Nya dan anggota badan pun tidak akan bisa tunduk berkhidmat kepada-Nya kecuali apabila ia dibersihkan dari mengingat dan berkhidmat kepada selain-Nya.
Apabila hati telah terpenuhi dengan kesibukan dengan makhluk atau ilmu-ilmu yang tidak bermanfaat , maka tidak akan tersisa lagi padanya ruang untuk menyibukkan diri dengan Allah serta mengenal nama-nama, sifat-sifat dan hukum-hukum-Nya…” (al-Fawa’id, hal. 31-32)
 4)  Orang Yang Mengenal Allah Selalu Mengingat Akherat

 Allah ta’ala berfirman (yang artinya),

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, maka akan Kami sempurnakan baginya balasan amalnya di sana dan mereka tak sedikitpun dirugikan. Mereka itulah orang-orang yang tidak mendapatkan apa-apa di akherat kecuali neraka dan lenyaplah apa yang mereka perbuat serta sia-sia apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Huud: 15-16)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Bersegeralah dalam melakukan amal-amal, sebelum datangnya fitnah-fitnah (ujian dan malapetaka) bagaikan potongan-potongan malam yang gelap gulita, sehingga membuat seorang yang di pagi hari beriman namun di sore harinya menjadi kafir, atau sore harinya beriman namun di pagi harinya menjadi kafir, dia menjual agamanya demi mendapatkan kesenangan duniawi semata.” (HR. Muslim)
 

5)  Orang Yang Mengenal Allah Tidak Tertipu Oleh Harta

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya perbendaharaan dunia. Akan tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah rasa cukup di dalam hati.” (HR. Bukhari).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,.
“Seandainya anak Adam itu memiliki dua lembah emas niscaya dia akan mencari yang ketiga. Dan tidak akan mengenyangkan rongga/perut anak Adam selain tanah. Dan Allah akan menerima taubat siapa pun yang mau bertaubat.” (HR. Bukhari)
 

6) Orang Yang Mengenal Allah Akan Merasakan Manisnya Iman

 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada tiga perkara, barangsiapa memilikinya maka dia akan merasakan manisnya iman”  Di antaranya, “Allah dan rasul-Nya lebih dicintainya daripada segala sesuatu selain keduanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Akan bisa merasakan lezatnya iman orang-orang yang ridha kepada Rabbnya, ridha Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai rasul.” (HR. Muslim).

  
7) Orang Yang Mengenal Allah Tulus Beribadah Kepada-Nya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya setiap amal itu dinilai berdasarkan niatnya. Dan setiap orang hanya akan meraih balasan sebatas apa yang dia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya [tulus] karena Allah dan Rasul-Nya niscaya hijrahnya itu akan sampai kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena [perkara] dunia yang ingin dia gapai atau perempuan yang ingin dia nikahi, itu artinya hijrahnya akan dibalas sebatas apa yang dia inginkan saja.”
(HR. Bukhari dan Muslim).
 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, tidak juga harta kalian. Akan tetapi yang dipandang adalah hati dan amal kalian.” (HR. Muslim).
 
Ibnu Mubarak rahimahullah mengingatkan,
“Betapa banyak amalan kecil yang menjadi besar karena niat. Dan betapa banyak amalan besar menjadi kecil gara-gara niat.” (Jami’ al-’Ulum wal Hikam oleh Ibnu Rajab).


Tidak ada KENIKMATAN yang lebih besar di dunia ini daripada NIKMAT mengenal  Allah. Bahkan bagi orang yang sudah mengenal-NYA, NIKMAT dunia dan seisinya ini tidak akan mampu menandinginya. Alam semesta ini hanya sebahagian kecil saja dari NIKMAT yang diberikan Allah  kepada hamba-NYA.

Bagi orang yang mengenal Allah, semua kejadian adalah NIKMAT semata. Subhanallah, mudah-mudahan kita semua digolongkan oleh-NYA menjadi ahli makrifat seperti itu.

Barangsiapa sudah merasa bersama-NYA, tidak mungkin merasa kesepian karena  Allah  'Azza wa Jallaa senantiasa bersama hamba-NYA, bahkan lebih dekat dari urat lehernya sendiri. Bagi orang yang sudah mengenal Allah, tidak mungkin lupa barang sedetik pun kepada-NYA.

Bagaimana akan lupa, kalau setiap mata memandang segala sesuatu, yang terbayang dalam benaknya adalah hasil pekerjaan-NYA. Kalau setiap telinga mendengarkan sesuatu, niscaya segala yang berbunyi itu buah tangan-NYA. Kalau setiap mulut memakan dan meminum sesuatu, mutlak segala makanan dan air itu ciptaan-NYA.

Tidak akan merasa kesepian di kala sepi dan terlena di kala ramai bagi orang yang sudah makrifat kepada-NYA. Karena, ALLAH-lah Dzat yang selalu memelihara dan mengawasi setiap makhluk-NYA dengan tanpa mengenal lupa. Di tengah orang banyak, di tengah pertempuran, di mana saja, mesti ingat kepada-NYA

Allah pun pasti akan mencabut rasa takut dari hati orang yang telah makrifat kepada-NYA. Bagaimana akan takut, sedang segala yang ditakuti juga diurus oleh-NYA dan pasti akan musnah. Tiada daya dan kekuatan, kecuali atas izin dan inayah-NYA. Laa haulaa wa laa quwwata illaa billaah


"Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan."
(QS Ar Rahman : 27)

Semoga Allah memberikan rahmat dan taufik kepada kita untuk termasuk dalam golongan mereka  ..
aamiin Allahumma amin  ...

Senin, 10 Oktober 2011

DOA UNTUK PUTRA-PUTRI KITA ...



... "Yaa Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do'a". QS. Ali Imran (3) : 38



Doa untuk Putra dan Putri Kami...



Bismillaahir'rahmanir'rahim...

Segala puji dan syukur hanya untuk Allah Tuhan alam semesta.



Yaa Rabb... limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidinaa Muhammad, pembuka pintu rahmat Allah, Sebanyak pengetahuan Allah, shalawat dan salam yang selalu tercurah sekekal kerajaan Allah, dan juga kepada keluarga dan para sahabatnya.



Yaa Rabb... jadikanlah kami dan keturunan kami orang-orang yang selalu mendirikan shalat, Yaa Allah, kabulkanlah doa kami.



Yaa Rabb... jadikanlah keturunan kami sebagai buah hati kami dan jadikanlah mereka pemimpin orang-orang yang bertakwa.



Yaa Rabb... berilah kami ilham untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau karuniakan kepada kami dan kepada ibu-bapak kami, dan agar kami dapat beramal soleh yang Engkau ridhai, jadikanlah keturunan kami orang-orang yang shalih, sesungguhnya kami bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya kami termasuk orang-orang yang berserah diri. Kami serahkan anak-anak kami di bawah perlindungan kalimat Allah yang sempurna dari ganguan setan, mara bahaya dan dari pandangan yang penuh kedengkian.



Yaa Rabb... berkahilah anak-anak kami, janganlah Engkau celakan mereka, karuniailah kami ketaatan mereka, jadikanlah mereka buah hati Nabi Muhammad saw dan kedua orang tua mereka.



Yaa Rabb... berilah mereka ilmu para arifin, jadikanlah mereka faqih (alim) dalam agama, ajarkan kepada mereka pengetahuan ta'wil, dan tuntunlah mereka ke jalan yang lurus dan benar, dan jadikanlah mereka ulama yang mengamalkan ilmunya, dan masukkanlah mereka ke dalam golongan hamba-Mu yang shalih.



Yaa Rabb... tumbuhkan mereka dengan sebaik-baik pertumbuhan, dan jadikanlah mereka orang-orang yang memberi petunjuk dan mendapat petunjuk.



Yaa Rabb... berilah mereka taufik untuk menyintai-Mu, menta'ati-Mu dan mencari keridhaan-Mu. Ajarkanlah kepada mereka semua yang bermanfa'at dan berilah mereka manfa'at dari semua yang Kau ajarkan.



Yaa Rabb... lindungilah mereka dari segala fitnah, baik yang nyata maupun tersembunyi, dan juga dari segala macam kejahatan.



Yaa Rabb... mudahkanlah urusan mereka, dan perbaikilah keadaan, perbuatan dan niat mereka.



Yaa Rabb... berilah mereka kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat.



Yaa Rabb... bantulah mereka agar dapat mengingat-Mu, mensyukuri nikmat-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baik amal ibadah.



Yaa Rabb... akhirilah semua urusan mereka dengan keberhasilan dan selamatkanlah mereka dari kehinaan dunia dan akhirat.



Yaa Rabb... Bentuklah anak-anak kami menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya. Dan berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan. Menjadi hamba-hamba-Mu yang bangga dan tabah dalam kekalahan. Tetapi Jujur dan rendah hati dalam kemenangan. Bentuklah mereka menjadi umat yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja. Seorang Umat yang sadar bahwa mengenal Engkau Yaa Rabb dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.



Yaa Rabb... Kami mohon, janganlah pimpin anak-anak kami hanya di jalan yang mudah dan lunak. Namun, tuntunlah pula mereka di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan. Biarkan mereka belajar untuk tetap bisa berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya. Ajarilah mereka berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain. Berikanlah kami keturunan yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka. Keturunan yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah namun tak pernah melupakan masa lampau. Dan, setelah semua menjadi miliknya... Berikan mereka cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh namun tetap mampu menikmati hidupnya.



Yaa Rabb... Berilah mereka kerendahan hati... Agar ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki... Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna...



Yaa Rabb... jadikanlah pendengaran, pandangan dan kekuatan mereka menyenangi jalan petunjuk-Mu, dan jadikanlah hawa nafsu (keinginan) mereka patuh pada ajaran yang dibawa oleh kekasih-Mu Muhammad saw.



Yaa Rabb... selamatkanlah mereka, berilah kesehatan dan maafkanlah mereka, panjangkan umur mereka dalam keta'atan dan keridhaan-Mu, terimalah amal mereka, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu dan Engkaulah yang patut megabulkan do'a.



Dan limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidinaa Muhammad saw serta kepada para keluarga dan sahabatnya.



Dan bila akhirnya semua itu terwujud, kami bersujud dan berujar "tiadalah hidup kami kan sia-sia"



"Yaa Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau." (QS. al-Baqarah: 128)



“Yaa Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Rabb kami, perkenankanlah doaku. Ya Rabb kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan seluruh orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (Ibrahim: 40-41)



Di sanalah Zakariya berdo'a kepada Tuhannya seraya berkata: "Yaa Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do'a". QS. Ali Imran (3) : 38

Aamiin Yaa Rabb Yaa Mujibbassaillin.




Muhammad Irvan Ilham - Sabari Muhammad